Persijap incar empat tim jadi lawan tanding
Rabu, 17 Oktober 2012 - 20:10 WIB
Persijap incar empat tim jadi lawan tanding
A
A
A
Sindonews.com - Skuad Persijap Jepara langsung tancap gas untuk mematangkan latihan tim untuk menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL). Serangkaian jadwal laga uji coba pun sudah direncanakan untuk mengetahui kemampuan tim.
Sebagai pemanasan tim yang bakal menjadi lawan tanding di antaranya Persibangga Purbalingga dan PSIR Rembang. Kemudian ada lagi, tim dari kasta tertinggi yakni Persisam Samarinda dan Semen Padang.
Pelatih Persijap Jepara Riono Asnan menyatakan, Persibangga maupun PSIR dipilih karena kedua klub tersebut merupakan klub dari Divisi Utama versi LPI yang promosi ke kasta tertingga. "Kemungkinan akhir bulan atau awal bulan. Kalau untuk Persibangga dan PSIR sudah clear, sedangkan untuk Persisam Samarinda dan Semen Padang masih kita bicarakan," katanya.
Riono mengaku, meski saat ini komposisi pemain yang dia harapkan belum komplit namun, dengan sudah datangnya Gaston Castano sudah bisa menerapkan sejumlah rencana latihan sudah bisa diterapkan. "Meski belum bisa sepenuhnya, tapi paling tidak sudah bisa membentuk formasi," ujarnya.
Karena itu, dia berharap, pemain yang Ia butuhkan bisa segera didatangkan, supaya segera bisa meningkatkan menu latihan. Dia mengaku, saat ini dirinya juga masih menunggu kedatangan striker Timnas U-22, Agung Supriyanto untuk memperkuat Laskar Kalinyamat.
Pemain kelahiran Desa Bangsri, Jepara, yang juga anggota TNI itu rencanya akan diplot untuk mendapingi Gaston dalam mendobrak pertahan lawan.”Total pemain yang dibutuhkan untuk musim depan nanti setelah komplit seratus persen akan berjumlah 24 orang,” katanya.
Sudah mulai terbentuknya skuad Persijap, tidak terlepas dari kesuksesan Persijap dalam mendatangkan pemain buruan terutama pemain asing. Sambil menunggu kompetisi Liga Indonesia (LSI) digulirkan, manajemen pun terus berupaya melakukan penggalian sponsor.
Sekum Tim Persijap, Sugianto menyatakan, meski Persijap adalah satu-satunya klub di Jawa Tengah yang berada di level satu kompetisi tertinggi di Indonesia, namun belum ada sponsor dari luar Kota Ukir yang menyatakan siap menjadi sponsor tim.
''Sampai saat ini hanya ada beberapa sponsor lokal yang bersedia menjadi sponsor Laskar Kalinyamat dengan memasang A Board di markas Persijap, Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK),” jelasnya.
Manajemen terus berusaha untuk menggali sponsor untuk pendanaan tim. Salah satu yang bisa dibilang sebagai sebuah gebrakan adalah dikontraknya Gaston Castano. Pasalnya tersiar kabar, dengan mengontrak Bomber asal Argentina tersebut, secara otomatis Persijap juga mengontrak Julia Perez (Jupe). Bahkan menurut informasi, Jupe juga akan masuk dalam bagian dari marketing klub.
Upaya tersebut memang memberikan dampak bagi penghasilan tim. Terbukti saat kedatangan Gaston dan Jupe ke GBK, presentase kehadiran penonton yang menyaksikan sesi latihan Persijap meningkat sangat pesat. Ini cukup menguntungkan karena panitia memang mentiketkan tribun GBK.
Upaya Persijap untuk menggenjot perolehan pendapatan, tidak lepas dari upaya meraka untuk beralih dari kompetisi Liga Premier Indonesia (LPI) ke Liga Super Indonesia (LSI). Pasalnya, jika memang benar Persijap diterima ke LSI , meraka akan menjalani kompetisi yang panjang. LSI akan diisi 20 klub sehingga harus menjalani 38 pertandingan. Dan itu membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. ''Kompetisinya cukup panjang, sehigga klub juga membutuhkan dana yang cukup besar,” jelasnya.
Sebagai pemanasan tim yang bakal menjadi lawan tanding di antaranya Persibangga Purbalingga dan PSIR Rembang. Kemudian ada lagi, tim dari kasta tertinggi yakni Persisam Samarinda dan Semen Padang.
Pelatih Persijap Jepara Riono Asnan menyatakan, Persibangga maupun PSIR dipilih karena kedua klub tersebut merupakan klub dari Divisi Utama versi LPI yang promosi ke kasta tertingga. "Kemungkinan akhir bulan atau awal bulan. Kalau untuk Persibangga dan PSIR sudah clear, sedangkan untuk Persisam Samarinda dan Semen Padang masih kita bicarakan," katanya.
Riono mengaku, meski saat ini komposisi pemain yang dia harapkan belum komplit namun, dengan sudah datangnya Gaston Castano sudah bisa menerapkan sejumlah rencana latihan sudah bisa diterapkan. "Meski belum bisa sepenuhnya, tapi paling tidak sudah bisa membentuk formasi," ujarnya.
Karena itu, dia berharap, pemain yang Ia butuhkan bisa segera didatangkan, supaya segera bisa meningkatkan menu latihan. Dia mengaku, saat ini dirinya juga masih menunggu kedatangan striker Timnas U-22, Agung Supriyanto untuk memperkuat Laskar Kalinyamat.
Pemain kelahiran Desa Bangsri, Jepara, yang juga anggota TNI itu rencanya akan diplot untuk mendapingi Gaston dalam mendobrak pertahan lawan.”Total pemain yang dibutuhkan untuk musim depan nanti setelah komplit seratus persen akan berjumlah 24 orang,” katanya.
Sudah mulai terbentuknya skuad Persijap, tidak terlepas dari kesuksesan Persijap dalam mendatangkan pemain buruan terutama pemain asing. Sambil menunggu kompetisi Liga Indonesia (LSI) digulirkan, manajemen pun terus berupaya melakukan penggalian sponsor.
Sekum Tim Persijap, Sugianto menyatakan, meski Persijap adalah satu-satunya klub di Jawa Tengah yang berada di level satu kompetisi tertinggi di Indonesia, namun belum ada sponsor dari luar Kota Ukir yang menyatakan siap menjadi sponsor tim.
''Sampai saat ini hanya ada beberapa sponsor lokal yang bersedia menjadi sponsor Laskar Kalinyamat dengan memasang A Board di markas Persijap, Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK),” jelasnya.
Manajemen terus berusaha untuk menggali sponsor untuk pendanaan tim. Salah satu yang bisa dibilang sebagai sebuah gebrakan adalah dikontraknya Gaston Castano. Pasalnya tersiar kabar, dengan mengontrak Bomber asal Argentina tersebut, secara otomatis Persijap juga mengontrak Julia Perez (Jupe). Bahkan menurut informasi, Jupe juga akan masuk dalam bagian dari marketing klub.
Upaya tersebut memang memberikan dampak bagi penghasilan tim. Terbukti saat kedatangan Gaston dan Jupe ke GBK, presentase kehadiran penonton yang menyaksikan sesi latihan Persijap meningkat sangat pesat. Ini cukup menguntungkan karena panitia memang mentiketkan tribun GBK.
Upaya Persijap untuk menggenjot perolehan pendapatan, tidak lepas dari upaya meraka untuk beralih dari kompetisi Liga Premier Indonesia (LPI) ke Liga Super Indonesia (LSI). Pasalnya, jika memang benar Persijap diterima ke LSI , meraka akan menjalani kompetisi yang panjang. LSI akan diisi 20 klub sehingga harus menjalani 38 pertandingan. Dan itu membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. ''Kompetisinya cukup panjang, sehigga klub juga membutuhkan dana yang cukup besar,” jelasnya.
(aww)