LPIS dituding hambat program klub IPL
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 18:42 WIB
LPIS dituding hambat program klub IPL
A
A
A
Sindonews.com - PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dituding sebagai biang kerok tidak berjalannya program kerja klub untuk musim kompetisi 2012/2013. CEO PSM Rully Habibi mengatakan, problem mandeknya program kerja klub peserta Liga Primer Indonesia (LPI), bukan hanya dialami PSM Makassar. Namun kontestan lainnya diperkirakan juga mengalami hal sama.
Menurutnya, sudah beberapa kali PSM meminta kejelasan soal waktu bergulirnya liga. Baik melalui surat maupun secara lisan. ''Tapi sampai sekarang belum ada kepastiannya,” katanya sambil mengangkat bahu.
Rully mengatakan, mandeknya program kerja klub tidak bisa ditimpakan sepenuhnya ke manajemen. ''Kami bisa bergerak kalau semua aturan liga sudah jelas. Karena yang kami kelola adalah perusahaan,” tandasnya.
Menurutnya, jika klub hidup dari dana APBD, manajemen bisa leluasa bergerak dan menentukan program sesuka hati. ''Sedangkan perusahaan, program perencanaannya jelas dan terukur,” jelasnya.
Makanya kata dia, pemain harus bersabar soal kepastian kontraknya. Karena klub tidak punya panduan untuk melangkah. ''Saya mengerti kegelisahan pemain, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap dia.
Rully mengaku pihaknya sudah bertemu dengan beberapa pemain untuk menjelaskan kendala tersebut. ''Ada beberapa pemain yang mau memahami kesulitan ini,” katanya.
Namun ada juga yang sulit menerima keadaan. Dia menegaskan, klub tidak bisa berbuat apa-apa dan menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing pemain. ''Silakan tentukan sikap sendiri-sendiri,” jelasnya.
Menurut Rully, di luar dari persoalan kontrak pemain, saat ini klub sedang berbenah. Utamanya dari sisi keuangan maupun manajerial. ''Kami sudah intens berkomunikasi dengan beberapa investor,” sebutnya
Selain itu, ada juga beberapa sponsor yang siap membantu PSM. Namun pembicaraannya masih terbentur pada aturan dan regulasi yang masih belum jelas kapan keluarnya. ''Kami tidak bisa sebutkan nama perusahaannya,” ucapnya.
Pelatih PSM Makassar Petar Segrt juga mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi saat ini. ''Semua tergantung dari manajemen. Karena memang kondisinya seperti ini,” jelasnya.
Secara pribadi pria asal Kroasia ini menginginkan program kerja, seperti latihan sudah berjalan saat ini. ''Hanya tidak mungkin pemain dikumpulkan kalau semuanya belum jelas,” paparnya.
Mantan arsitek klub Bali Devata ini hanya bisa pasrah dan menunggu kejelasan jadwal dari LPIS. ''Manajemen yang memutuskan langkah selanjutnya,” pungkasnya.
Menurutnya, sudah beberapa kali PSM meminta kejelasan soal waktu bergulirnya liga. Baik melalui surat maupun secara lisan. ''Tapi sampai sekarang belum ada kepastiannya,” katanya sambil mengangkat bahu.
Rully mengatakan, mandeknya program kerja klub tidak bisa ditimpakan sepenuhnya ke manajemen. ''Kami bisa bergerak kalau semua aturan liga sudah jelas. Karena yang kami kelola adalah perusahaan,” tandasnya.
Menurutnya, jika klub hidup dari dana APBD, manajemen bisa leluasa bergerak dan menentukan program sesuka hati. ''Sedangkan perusahaan, program perencanaannya jelas dan terukur,” jelasnya.
Makanya kata dia, pemain harus bersabar soal kepastian kontraknya. Karena klub tidak punya panduan untuk melangkah. ''Saya mengerti kegelisahan pemain, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap dia.
Rully mengaku pihaknya sudah bertemu dengan beberapa pemain untuk menjelaskan kendala tersebut. ''Ada beberapa pemain yang mau memahami kesulitan ini,” katanya.
Namun ada juga yang sulit menerima keadaan. Dia menegaskan, klub tidak bisa berbuat apa-apa dan menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing pemain. ''Silakan tentukan sikap sendiri-sendiri,” jelasnya.
Menurut Rully, di luar dari persoalan kontrak pemain, saat ini klub sedang berbenah. Utamanya dari sisi keuangan maupun manajerial. ''Kami sudah intens berkomunikasi dengan beberapa investor,” sebutnya
Selain itu, ada juga beberapa sponsor yang siap membantu PSM. Namun pembicaraannya masih terbentur pada aturan dan regulasi yang masih belum jelas kapan keluarnya. ''Kami tidak bisa sebutkan nama perusahaannya,” ucapnya.
Pelatih PSM Makassar Petar Segrt juga mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi saat ini. ''Semua tergantung dari manajemen. Karena memang kondisinya seperti ini,” jelasnya.
Secara pribadi pria asal Kroasia ini menginginkan program kerja, seperti latihan sudah berjalan saat ini. ''Hanya tidak mungkin pemain dikumpulkan kalau semuanya belum jelas,” paparnya.
Mantan arsitek klub Bali Devata ini hanya bisa pasrah dan menunggu kejelasan jadwal dari LPIS. ''Manajemen yang memutuskan langkah selanjutnya,” pungkasnya.
(aww)