Konflik internal tak selesai, investor PSIS pun lari
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 20:05 WIB
Konflik internal tak selesai, investor PSIS pun lari
A
A
A
Sindonews.com - Pembentukan Tim PSIS Semarang sudah ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Semarang. Namun, sayang sampai saat ini klub yang kebanggaan warga Kota Lunpia itu belum menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan.
Jangankan pembentukan tim, penyelesaian konflik internal antara PT Ancora selaku pemodal PSIS dengan Novel Al Bakrie (mantan manajer Operasional PSIS musim lalu) juga tak kunjung selesai. Kedua belah pihak bahkan, sama-sama "ngotot" untuk melanjutkan konflik tersebut ke ranah hukum.
Sementara itu, sampai saat ini upaya PSIS untuk mencari investor pendamping yang bersedia bersanding dengan Ancora untuk membiayai klub, juga belum menunjukan hasil.
Pemerhati PSIS yang juga ketua KONI Kota Semarang Ihkawan Ubaidillah menyayangkan, masih adanya konflik yang terjadi di dalam internal PSIS. Menurutnya, masih adanya konflik tersebutlah yang menjadi salah satu faktor sulitnya mencari investor yang bersedia untuk mendanai bond kebanggaan warga Semarang itu.
''Kalau masih ada konflik investor tidak akan mau membantu tim, karena tidak ingin terlibat konfilk internal yang tak kunjung selesai,”ujarnya.
Secara khusus Ikhwan meminta, kepada kedua belah pihak untuk berbicara baik-baik, duduk bersama untuk membicarakan masalah tersebut. Bukan untuk saling mengalah tetapi untuk bersama-sama memikirkan PSIS ke depan.
Dia mengaku bersedia untuk memfasilitasi kedua belah pihak untuk duduk bersama dengan baik, tanpa memikirkan ego-nya masing-masing.”Saya sendiri siap untuk memfasilitasi kedua belah pihak,” katanya.
Sulitnya mencari investor yang mau membantu pengelolaan PSIS, selain karena masih adanya konfli, juga dipengaruhi masalah besarnya pembiayaan yang harus dikeluarkan dan tidak ada jaminan keuntungan. ''Memang tidak mudah untuk mencari investor, dengan kondisi PSIS yang seperti sekarang ini,” tambah Ketua PSSI Kota Semarang Anggoro Mardi Husodo.
Anggoro berharap, agar Plt Walikota Hendrar Prihadi diberi waktu lebih lama untuk mencari investor pendamping Ancora. Dia menilai, PT Ancora juga harus segera menentukan sikapnya apakah akan mendanai PSIS atau tidak dengan kondisi yang ada seperti saat ini. Sehingga nasib PSIS tidak mengambang. ''Ancora juga harus tegas, apakah mau mendanai atau tidak,” tandasnya
Jangankan pembentukan tim, penyelesaian konflik internal antara PT Ancora selaku pemodal PSIS dengan Novel Al Bakrie (mantan manajer Operasional PSIS musim lalu) juga tak kunjung selesai. Kedua belah pihak bahkan, sama-sama "ngotot" untuk melanjutkan konflik tersebut ke ranah hukum.
Sementara itu, sampai saat ini upaya PSIS untuk mencari investor pendamping yang bersedia bersanding dengan Ancora untuk membiayai klub, juga belum menunjukan hasil.
Pemerhati PSIS yang juga ketua KONI Kota Semarang Ihkawan Ubaidillah menyayangkan, masih adanya konflik yang terjadi di dalam internal PSIS. Menurutnya, masih adanya konflik tersebutlah yang menjadi salah satu faktor sulitnya mencari investor yang bersedia untuk mendanai bond kebanggaan warga Semarang itu.
''Kalau masih ada konflik investor tidak akan mau membantu tim, karena tidak ingin terlibat konfilk internal yang tak kunjung selesai,”ujarnya.
Secara khusus Ikhwan meminta, kepada kedua belah pihak untuk berbicara baik-baik, duduk bersama untuk membicarakan masalah tersebut. Bukan untuk saling mengalah tetapi untuk bersama-sama memikirkan PSIS ke depan.
Dia mengaku bersedia untuk memfasilitasi kedua belah pihak untuk duduk bersama dengan baik, tanpa memikirkan ego-nya masing-masing.”Saya sendiri siap untuk memfasilitasi kedua belah pihak,” katanya.
Sulitnya mencari investor yang mau membantu pengelolaan PSIS, selain karena masih adanya konfli, juga dipengaruhi masalah besarnya pembiayaan yang harus dikeluarkan dan tidak ada jaminan keuntungan. ''Memang tidak mudah untuk mencari investor, dengan kondisi PSIS yang seperti sekarang ini,” tambah Ketua PSSI Kota Semarang Anggoro Mardi Husodo.
Anggoro berharap, agar Plt Walikota Hendrar Prihadi diberi waktu lebih lama untuk mencari investor pendamping Ancora. Dia menilai, PT Ancora juga harus segera menentukan sikapnya apakah akan mendanai PSIS atau tidak dengan kondisi yang ada seperti saat ini. Sehingga nasib PSIS tidak mengambang. ''Ancora juga harus tegas, apakah mau mendanai atau tidak,” tandasnya
(aww)