Djadjang bela duo Kamerun Persib
Minggu, 21 Oktober 2012 - 22:00 WIB
Djadjang bela duo Kamerun Persib
A
A
A
Sindonews.com – Dzumafo Herman Epandi dan George Parfait Mbida Messi sepertinya harus menyadari jika Persib Bandung cukup menaruh harapan besar kepada mereka berdua. Mereka diharapkan memberikan warna berbeda terhadap performa Maung Bandung musim depan.
Sayangnya, sejauh ini performa mereka berdua dinilai labil. Namun, pelatih Djadjang Nurdjaman masih cukup memaafkan keduanya, bahkan Djadjang justru mencoba membela Dzumafo dan Mbida Messi.
Khusus bagi Dzumafo, performa striker asal Kamerun yang sebelumnya pernah membela PSPS Pekanbaru dan Arema Indonesia itu disorot karena dalam dua laga uji coba terakhir selalu gagal menunjukkan diri sebagai predator kotak penalti yang bisa diandalkan.
Menurut Djadjang, kurang maksimalnya penampilan Mbida Messi dan Dzumafo saat membela Persib melawan Persibangga Purbalingga, kemarin, kemungkinan besar karena kondisi fisik keduanya tidak cukup bugar setelah dalam beberapa hari terakhir porsi latihan fisik yang dijalani pemain tergolong cukup berat. “Saya tahu dan yakin mereka berdua sebenarnya pemain bagus, tapi sepertinya ada sesuatu. Mungkin karena mereka dalam beberapa hari terakhir menjalani latihan berat, kondisi fisiknya belum kembali ke titik ideal. Jadi terlihat kurang maksimal,” jelas Djadjang.
Apalagi saat Persib menjajal Persibangga, lawan menerapkan taktik permainan bertahan yang membuat keduanya kesulitan mendapatkan ruang. “Mereka (Persibangga) memainkan negative football, jadi membuat para pemain kita kesulitan mendapatkan ruang dan sangat susah sekali untuk masuk kotak penalti mereka,” jelas Djadjang memberikan alasan.
Sepanjang menggelar pemusatan latihan di Ciamis, Djadjang mengakui jika fokus dan perhatiannya memang lebih tertuju kepada program peningkatan kondisi fisik pemain. Jadi tidak mengherankan jika para pemain menjadi mudah kelelahan. “Selama TC dan uji coba di Ciamis maupun Purbalingga, kita bisa melihat seperti apa kelemahan kita dan itu jadi PR buat kita kedepan,” tandas Djadjang.
Sayangnya, sejauh ini performa mereka berdua dinilai labil. Namun, pelatih Djadjang Nurdjaman masih cukup memaafkan keduanya, bahkan Djadjang justru mencoba membela Dzumafo dan Mbida Messi.
Khusus bagi Dzumafo, performa striker asal Kamerun yang sebelumnya pernah membela PSPS Pekanbaru dan Arema Indonesia itu disorot karena dalam dua laga uji coba terakhir selalu gagal menunjukkan diri sebagai predator kotak penalti yang bisa diandalkan.
Menurut Djadjang, kurang maksimalnya penampilan Mbida Messi dan Dzumafo saat membela Persib melawan Persibangga Purbalingga, kemarin, kemungkinan besar karena kondisi fisik keduanya tidak cukup bugar setelah dalam beberapa hari terakhir porsi latihan fisik yang dijalani pemain tergolong cukup berat. “Saya tahu dan yakin mereka berdua sebenarnya pemain bagus, tapi sepertinya ada sesuatu. Mungkin karena mereka dalam beberapa hari terakhir menjalani latihan berat, kondisi fisiknya belum kembali ke titik ideal. Jadi terlihat kurang maksimal,” jelas Djadjang.
Apalagi saat Persib menjajal Persibangga, lawan menerapkan taktik permainan bertahan yang membuat keduanya kesulitan mendapatkan ruang. “Mereka (Persibangga) memainkan negative football, jadi membuat para pemain kita kesulitan mendapatkan ruang dan sangat susah sekali untuk masuk kotak penalti mereka,” jelas Djadjang memberikan alasan.
Sepanjang menggelar pemusatan latihan di Ciamis, Djadjang mengakui jika fokus dan perhatiannya memang lebih tertuju kepada program peningkatan kondisi fisik pemain. Jadi tidak mengherankan jika para pemain menjadi mudah kelelahan. “Selama TC dan uji coba di Ciamis maupun Purbalingga, kita bisa melihat seperti apa kelemahan kita dan itu jadi PR buat kita kedepan,” tandas Djadjang.
(aww)