TC tanpa hasil maksimal
Senin, 22 Oktober 2012 - 13:02 WIB
TC tanpa hasil maksimal
A
A
A
Sindonews.com – Setelah 10 hari menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) di Ciamis dan Purbalingga. Penasihat teknik Persib, Indra Mochamad Tohir menilai tim tak memperoleh hasil sesuai yang diharapkan karena banyak faktor.
Tohir memberikan contoh, dalam upaya peningkatan kondisi fisik pemain, berjalan kurang maksimal karena kenyataannya Maman Abdurahman cs berlatih dalam kondisi cuaca yang tidak panas. “Padahal sebelumnya kita mengharapkan kondisi cuaca Ciamis panas. Hal ini memang sulit diprediksi, sebab dalam sepekan terakhir, Ciamis sering diguyur hujan,” tutur Tohir.
Menurut Tohir, jika saja kondisi cuaca di Kota Ciamis panas, maka hal itu cukup mendukung bagi tim pelatih untuk menggembleng kebugaran fisik pemain agar bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Kalau boleh saya katakan, keseluruhan memang berjalan kurang optimal. Kita harus manfaatkan sisa waktu yang ada sekarang sebelum kompetisi dimulai terutama dalam menggenjot kondisi fisik pemain,” tegas Tohir.
Sementara itu, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengaku masih belum memilikii skema dan formasi permainan secara baku. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang belum bergabung bersama tim. “Karena terbatas pada pemain yang ada saat ini, jadi kita masih berpikir sesuai skuad yang ada,” ungkap Djadjang.
Djadjang memang sempat mengungkapkan akan menggunakan pola 4-2-3-1. Pola yang sebenarnya pernah digunakan oleh Persib di era kepelatihan Drago Mamic. Namun tanpa Firman Utina dan M. Ridwan, Djadjang menilai, pola tersebut belum berjalan sesuai rencananya. “Ini memang belum menggambarkan kekuatan Persib sesungguhnya. Kita belum diperkuat Firman dan Ridwan,” jelasnya.
Pada beberapa kali uji coba, Djadjang memang menggunakan 4-2-3-1. Di posisi gelandang bertahan ditempatkan Hariono dan Asri Akbar. Sedangkan di gelandang serang Djadjang memainkan Atep, Mbida Messi, Kenji Adachihara untuk menyokong Herman Dzumafo sebagai target man.
Saat ini, Firman dan Ridwan bersama pemain timnas Indonesia lainnya termasuk Jajang Sukmara dan Supardi, memang masih berada di Australia. Keempat pemain tersebut baru akan bergabung bersama Persib pada 28 Oktober mendatang.
Kendati demikian, Djadjang mengaku, ada beberapa hal yang cukup menggembirakan baginya. Salah satunya yaitu alur bola saat bertahan. Koordinasi antarpemain sudah mulai berjalan dengan baik. Hal itu tergambar saat Persib meladeni Persibangga Purbalingga di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (20/10) lalu.
Tohir memberikan contoh, dalam upaya peningkatan kondisi fisik pemain, berjalan kurang maksimal karena kenyataannya Maman Abdurahman cs berlatih dalam kondisi cuaca yang tidak panas. “Padahal sebelumnya kita mengharapkan kondisi cuaca Ciamis panas. Hal ini memang sulit diprediksi, sebab dalam sepekan terakhir, Ciamis sering diguyur hujan,” tutur Tohir.
Menurut Tohir, jika saja kondisi cuaca di Kota Ciamis panas, maka hal itu cukup mendukung bagi tim pelatih untuk menggembleng kebugaran fisik pemain agar bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Kalau boleh saya katakan, keseluruhan memang berjalan kurang optimal. Kita harus manfaatkan sisa waktu yang ada sekarang sebelum kompetisi dimulai terutama dalam menggenjot kondisi fisik pemain,” tegas Tohir.
Sementara itu, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengaku masih belum memilikii skema dan formasi permainan secara baku. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang belum bergabung bersama tim. “Karena terbatas pada pemain yang ada saat ini, jadi kita masih berpikir sesuai skuad yang ada,” ungkap Djadjang.
Djadjang memang sempat mengungkapkan akan menggunakan pola 4-2-3-1. Pola yang sebenarnya pernah digunakan oleh Persib di era kepelatihan Drago Mamic. Namun tanpa Firman Utina dan M. Ridwan, Djadjang menilai, pola tersebut belum berjalan sesuai rencananya. “Ini memang belum menggambarkan kekuatan Persib sesungguhnya. Kita belum diperkuat Firman dan Ridwan,” jelasnya.
Pada beberapa kali uji coba, Djadjang memang menggunakan 4-2-3-1. Di posisi gelandang bertahan ditempatkan Hariono dan Asri Akbar. Sedangkan di gelandang serang Djadjang memainkan Atep, Mbida Messi, Kenji Adachihara untuk menyokong Herman Dzumafo sebagai target man.
Saat ini, Firman dan Ridwan bersama pemain timnas Indonesia lainnya termasuk Jajang Sukmara dan Supardi, memang masih berada di Australia. Keempat pemain tersebut baru akan bergabung bersama Persib pada 28 Oktober mendatang.
Kendati demikian, Djadjang mengaku, ada beberapa hal yang cukup menggembirakan baginya. Salah satunya yaitu alur bola saat bertahan. Koordinasi antarpemain sudah mulai berjalan dengan baik. Hal itu tergambar saat Persib meladeni Persibangga Purbalingga di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (20/10) lalu.
(wbs)