KONI Sumsel akan hidupkan program HPP
Senin, 22 Oktober 2012 - 20:52 WIB
KONI Sumsel akan hidupkan program HPP
A
A
A
Sindonews.com - Dihentikannya High Performance Program (HPP) disayangkan beberapa pihak. Karena itu, dukungan menggulirkan kembali program tersebut bermunculan.
Salah satunya datang dari Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Komite Olahraga Nasional Seluruh Indonesia (KONI) Sumsel, Djumadin Syafril. Menurut Djumadin, HPP dibutuhkan untuk membina atlet potensial Sumsel ke depan. Dia mengharapkan HPP dipertimbangkan bergulir kembali.
''Secara program sebenarnya HPP sangat baik menyiapkan atlet untuk berprestasi di masa mendatang. Tinggal lagi pola dan sistem pembinaannya yang perlu dibenahi agar cocok dengan situasi Sumsel,” katanya kepada wartawan di secretariat KONI Sumsel, Senin (22/10) sore.
Menurut Djumadin, pembibitan atlet-atlet potensial tidak akan berhasil jika Sumsel hanya mengandalkan dan disibukkan dari penyelenggaraan even-even nasional maupun internasional. Sementara program utama untuk mencetak atlet yang berprestasi dan mampu tampil di daerahnya sendiri malah tidak dioptimalkan.
''Kalau kita evaluasi memang benar dengan semakin banyaknya even-even internasional di Sumsel tentu akan menguntungkan bagi kita, terutama bagi atlet yang bisa melihat dan terinspirasi dari atlet-atlet internasional tersebut. Namun apa cukup dengan hanya menonton. Lebih bagus lagi kalau kita sebagai tuan rumah juga ada atlet Sumsel yang turun berlaga di kompetisi yang diselenggarakan,” tuturnya.
Memang untuk membentuk atlet yang berprestasi ini, kata Djumadin bukanlah hal gampang dan instan. Perlu usaha yang panjang dan berkesinambungan untuk dapat mencetak atlet-atlet yang berprestasi, dan ini bisa diwujudkan melalui program HPP yang telah dirancang sebelumnya.
''Hasil dari HPP ini memang tidak bisa dilihat dalam satu atau dua tahun. Sebab, HPP ini memang dirancang untuk program jangka panjang. Di mana atlet-atlet yang dibina adalah bakat-bakat muda yang umurnya benar-benar masih belia atau pelapis para seniornya,” ujarnya.
Keputusan pembekuan HPP sendiri diambil di awal tahun 2012 lalu. Menurut Ketua Umum KONI Sumsel, Muddai Madang, pembekuan sesuai dengan hasil evaluasi dan rapat kerja KONI Sumsel. ''Sesuai hasil evaluasi dan masukan dari Pengprov cabang olahraga, HPP memang ditiadakan tahun (2012) ini. Meski demikian, program pembinaan atlet utama tetap ada dan penanggungjawabnya diserahkan ke Wakil Ketua Umum II pak Aidit Aziz,” ujar Muddai.
Menurut Muddai, dengan ditiadakannya HPP, maka pelatih dan staf yang direkrut oleh konsultan pelaksana HPP secara otomatis ikut dibubarkan. Selanjutnya, pembinaan atlet utama akan langsung ditangani KONI Sumsel dengan memberdayakan pelatih lokal Sumsel dan juga pelatih nasional serta internasional yang direkrut kemudian.
Salah satunya datang dari Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Komite Olahraga Nasional Seluruh Indonesia (KONI) Sumsel, Djumadin Syafril. Menurut Djumadin, HPP dibutuhkan untuk membina atlet potensial Sumsel ke depan. Dia mengharapkan HPP dipertimbangkan bergulir kembali.
''Secara program sebenarnya HPP sangat baik menyiapkan atlet untuk berprestasi di masa mendatang. Tinggal lagi pola dan sistem pembinaannya yang perlu dibenahi agar cocok dengan situasi Sumsel,” katanya kepada wartawan di secretariat KONI Sumsel, Senin (22/10) sore.
Menurut Djumadin, pembibitan atlet-atlet potensial tidak akan berhasil jika Sumsel hanya mengandalkan dan disibukkan dari penyelenggaraan even-even nasional maupun internasional. Sementara program utama untuk mencetak atlet yang berprestasi dan mampu tampil di daerahnya sendiri malah tidak dioptimalkan.
''Kalau kita evaluasi memang benar dengan semakin banyaknya even-even internasional di Sumsel tentu akan menguntungkan bagi kita, terutama bagi atlet yang bisa melihat dan terinspirasi dari atlet-atlet internasional tersebut. Namun apa cukup dengan hanya menonton. Lebih bagus lagi kalau kita sebagai tuan rumah juga ada atlet Sumsel yang turun berlaga di kompetisi yang diselenggarakan,” tuturnya.
Memang untuk membentuk atlet yang berprestasi ini, kata Djumadin bukanlah hal gampang dan instan. Perlu usaha yang panjang dan berkesinambungan untuk dapat mencetak atlet-atlet yang berprestasi, dan ini bisa diwujudkan melalui program HPP yang telah dirancang sebelumnya.
''Hasil dari HPP ini memang tidak bisa dilihat dalam satu atau dua tahun. Sebab, HPP ini memang dirancang untuk program jangka panjang. Di mana atlet-atlet yang dibina adalah bakat-bakat muda yang umurnya benar-benar masih belia atau pelapis para seniornya,” ujarnya.
Keputusan pembekuan HPP sendiri diambil di awal tahun 2012 lalu. Menurut Ketua Umum KONI Sumsel, Muddai Madang, pembekuan sesuai dengan hasil evaluasi dan rapat kerja KONI Sumsel. ''Sesuai hasil evaluasi dan masukan dari Pengprov cabang olahraga, HPP memang ditiadakan tahun (2012) ini. Meski demikian, program pembinaan atlet utama tetap ada dan penanggungjawabnya diserahkan ke Wakil Ketua Umum II pak Aidit Aziz,” ujar Muddai.
Menurut Muddai, dengan ditiadakannya HPP, maka pelatih dan staf yang direkrut oleh konsultan pelaksana HPP secara otomatis ikut dibubarkan. Selanjutnya, pembinaan atlet utama akan langsung ditangani KONI Sumsel dengan memberdayakan pelatih lokal Sumsel dan juga pelatih nasional serta internasional yang direkrut kemudian.
(aww)