Suporter gerah PSIS Semarang tiarap
Senin, 22 Oktober 2012 - 20:57 WIB
Suporter gerah PSIS Semarang tiarap
A
A
A
Sindonews.com - Belum adanya pergerakan klub PSIS Semarang dalam mempersiapkan kompetisi musim depan membuat mulai membuat gerah suporter.Suporter ingin PSIS segera bangkit dari keterpurukan.
Ketua Umum Panser Biru, Mario Baskoro mengaku, suporter sudah kangen untuk mendukung dan melihat klub kebangganya merumput. "Kami ingin ikut memberikan kontribusi kepada klub. Kami ingin bertemu dengan tokoh-tokoh bola Semarang dan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi," katanya.
Dikatakannya, Suporter ingin dalam waktu dekat segera ada kejelasan nasib PSIS, mengingat kompetisi akan segera bergulir. Berkaca pada klub-klub lain sambungnya, sudah banyak klub yang sudah mulai melakukan pembentukan tim, bahkan beberapa klub bahkan sudah mulai pematangan.
Tengok saja, PSCS Cilacap yang notabenenya secara prestasi berada di bawah PSIS, saat ini sudah yang tengah melakukan seleksi pemain. Persiba Bantul, Persis Solo, Persibangga juga sudah melakukan persiapan."Klub-klub lain, sudah membentuk tim, tapi PSIS belum apa-apa," ujarnya.
Mario mengaku, Suporter sangat menyayangkan, PSIS sampai saat ini masih berkutat dengan penyakit lama yakni pembentukan manajemen yang tertunda-tunda, konflik internal dan lainnya.
Sedangkan perkembangan PSIS sampai saat ini, baru tahap pencarian investor lokal untuk mendapingi PT Ancora untuk membiayai klub selama satu musim ke depan. ”Kami berharap ada pengusaha-pengusaha lokal untuk ''nyengkuyung” (bersama-sama) membangun PSIS,” jelasnya.
Dia menilai, seyogyanya pembentukan tim dilakukan tiga bulan jelang bergulirnya kompetisi (baik PT Liga Prima Indonesia Sportindo atau LPIS maupun PT Liga Indonesia atau LI) sama berencana menggelar kompetisi di Bulan Januari) sehingga saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk membentuk tim.
Supoter berharap, dengan bertemu dengan tokoh-tokoh sepak bola di Kota Semarang, permasalahan yang saat ini dihadapi PSIS bisa segera diselesaikan, termasuk pencarian calon investor pendamping bisa segera di dapatkan.
''Untuk membangun PSIS memang dibutuhkan banyak pihak untuk sama-sama memikirkan PSIS. PSIS adalah klub milik warga Semarang jadi kami berharap warga Semarang juga memikirkan masa depan klub,” tandasnya.
Ketua Umum Panser Biru, Mario Baskoro mengaku, suporter sudah kangen untuk mendukung dan melihat klub kebangganya merumput. "Kami ingin ikut memberikan kontribusi kepada klub. Kami ingin bertemu dengan tokoh-tokoh bola Semarang dan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi," katanya.
Dikatakannya, Suporter ingin dalam waktu dekat segera ada kejelasan nasib PSIS, mengingat kompetisi akan segera bergulir. Berkaca pada klub-klub lain sambungnya, sudah banyak klub yang sudah mulai melakukan pembentukan tim, bahkan beberapa klub bahkan sudah mulai pematangan.
Tengok saja, PSCS Cilacap yang notabenenya secara prestasi berada di bawah PSIS, saat ini sudah yang tengah melakukan seleksi pemain. Persiba Bantul, Persis Solo, Persibangga juga sudah melakukan persiapan."Klub-klub lain, sudah membentuk tim, tapi PSIS belum apa-apa," ujarnya.
Mario mengaku, Suporter sangat menyayangkan, PSIS sampai saat ini masih berkutat dengan penyakit lama yakni pembentukan manajemen yang tertunda-tunda, konflik internal dan lainnya.
Sedangkan perkembangan PSIS sampai saat ini, baru tahap pencarian investor lokal untuk mendapingi PT Ancora untuk membiayai klub selama satu musim ke depan. ”Kami berharap ada pengusaha-pengusaha lokal untuk ''nyengkuyung” (bersama-sama) membangun PSIS,” jelasnya.
Dia menilai, seyogyanya pembentukan tim dilakukan tiga bulan jelang bergulirnya kompetisi (baik PT Liga Prima Indonesia Sportindo atau LPIS maupun PT Liga Indonesia atau LI) sama berencana menggelar kompetisi di Bulan Januari) sehingga saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk membentuk tim.
Supoter berharap, dengan bertemu dengan tokoh-tokoh sepak bola di Kota Semarang, permasalahan yang saat ini dihadapi PSIS bisa segera diselesaikan, termasuk pencarian calon investor pendamping bisa segera di dapatkan.
''Untuk membangun PSIS memang dibutuhkan banyak pihak untuk sama-sama memikirkan PSIS. PSIS adalah klub milik warga Semarang jadi kami berharap warga Semarang juga memikirkan masa depan klub,” tandasnya.
(aww)