Pat McQuaid tak rela lepas jabatan

Selasa, 23 Oktober 2012 - 14:47 WIB
Pat McQuaid tak rela...
Pat McQuaid tak rela lepas jabatan
A A A
Sindonews.com - Presiden Balap Sepeda Internasional (UCI), Pat McQuaid mengatakan olahraga sepada saat ini sedang dalam kondisi kritis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat (Usada) membeberkan keterkaitan Lance Armstrong dalam penggunaan doping. Meski demikian dengan terungkapnya ini dia mengaku bangga bahwa USADA bisa menyelamatkan dunia olahraga dari masalah doping.

"Kali ini, saya memastikan bahwa Armstrong tidak akan memiliki tempat lagi dalam dunia olahraga sepeda. Karena itu, sepantasnya dia melupakan karir bersepedanya itu dan saya muak dengan kejadian ini usai USADA membeberkan malasah doping," kata McQuaid setelah memutuskan mencabut tujuh gelar Armstrong seperti dilansir Reuters, Selasa (23/10/2012).

Sebelumnya, McQuaid sempat mendapatkan kritikan dari sejumlah kalangan mengenai penanganan UCI dalam dunia olahraga. Presiden UCI tersebut pernah berjanji untuk berbuat lebih banyak membersihkan doping dari dunia olahraga. Akibat kejadian yang menimpa pembalap sepeda berusia 41 tahun tersebut masyarakat dan pengamat meminta McQuaid untuk mundur dari jabatannya itu.

Namun, McQuaid mengatakan tidak akan melepaskan jabatannya begitu saja meski kasus doping Armstrong sudah terbukti kebenarannya. "Olahraga memiliki masa depan yang baik dan ini bukan pertama kalinya masalah doping yang menjerat atlet terbukti. Namun, saya harus yakin bahwa olahraga sepeda akan memulai kehidupan baru ke depannya," tambahnya.

"Saya minta maaf kami tidak bisa menangkap setiap atlet yang terbukti menggunakan doping dan mengeluarkannya dari olahraga ini. Justru dengan adanya pengungkapan yang dilakukan USADA itu saya merasa memiliki beban untuk menyelesaikan permasalahan ini mulai sekarang dan bukan malah menyerahkan jabatan saya," pungkasnya.

McQuaid mengatakan UCI akan melakukan pertemuan dengan sejumlah badan yang terkait pada (26/10) Jumat mendatang, untuk membahas apakah Armstrong harus membayar kerugian dalam bentuk uang yang diperolehnya ketika memenangkan Tour de France atau apakah gelar itu akan kembali diberikan kepada pengendara sepeda lain yang berada di posisi kedua.
(aww)
Berita Terkait
5 Jenis Doping Petinju...
5 Jenis Doping Petinju Top Dunia yang Guncang Ring Tinju
Paul Pogba Positif Doping,...
Paul Pogba Positif Doping, Terancam Hukuman 4 Tahun
3 Efek Negatif Doping...
3 Efek Negatif Doping Bagi Petinju: Dari Aspek Kesehatan hingga Konsekuensi Sosial
5 Fakta Brian Armstrong,...
5 Fakta Brian Armstrong, CEO Coinbase yang Ramai Dirumorkan Pernah Menikah dengan Raline Shah
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace
Di Tengah Ancaman Sanksi...
Di Tengah Ancaman Sanksi WADA, Tiga Turnamen di Bali Jalan Terus
Berita Terkini
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
5 jam yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
5 jam yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
6 jam yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
6 jam yang lalu
Jurnalis Argentina Dituding...
Jurnalis Argentina Dituding Jadi Pelakor, Istri Messi: Abaikan Omong Kosong Itu!
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved