Tunggu Naser, Persib pantau duo Iran
Rabu, 24 Oktober 2012 - 19:51 WIB
Tunggu Naser, Persib pantau duo Iran
A
A
A
Sindonews.com - Ketika berita pembatalan kontrak Michael James Coyne ramai beredar di media massa dan menjadi topik hangat nan massal di kalangan Bobotoh, mata sejumlah agen pemain asing seolah langsung terbuka.
Ibarat pemangsa yang sedang mencari mangsa, mereka melontarkan tawaran dan bujuk rayu yang bisa membuat pengurus teras PT. PBB dan pelatih Jajang Nurjaman luluh. Salah satu contohnya bisa dilihat dari perjuangan yang dilakukan dua agensi pemain asing yang berbeda.
Francis Yonga yang merasa memiliki ‘dosa’ dan ‘utang’ pascakepergian salah satu kliennya, James Coyne dari Persib, memberikan alternatif tawaran mendatangkan pemain asal Suriah yang bermain di klub Lebanon, SC Tripoli, Naser Al Sebai. Sayang, janji Yonga mendatangkan Naser awal pekan ini, gagal terlaksana karena Naser mengalami hambatan dalam pengurusan visa.
Sambil menuggu kedatangan Naser, Maung Bandung mencoba untuk melihat kemampuan bek asal Iran, Reza Ghanizadeh. Mantan pemain klub Divisi Utama Liga Iran, Sanat Mes Kerman FC itu, bahkan sudah datang ke Bandung beberapa hari sebelum menjalani tahap seleksi di lapangan Pusdik Armed, Cimahi, Rabu (24/10).
Reza yang berposisi sebagai bek tengah dan terkadang bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan itu, datang bersama rekan satu negaranya, Mohsen Abbasi yang juga berposisi sebagai stopper. Keduanya dikabarkan dibawa oleh Jaime Rojas, salah seorang agen pemain asing di Indonesia.
''Mereka berdua memang kita yang menawarkan kepada Persib. Keduanya berposisi sebagai stopper dan mudah-mudahan sesuai dengan yang diinginkan Persib,” ucap salah seorang wakil dari pihak agensi, Roger Laluasa kepada wartawan di lapangan Pusdik Armed, Cimahi.
Selain pemain dari kawasan Timur Tengah, Maung Bandung pun seperti diungkapkan manajer Persib, Umuh Muchtar, sejumlah agen pemain asing juga mengajukan penawaran mendatangkan pemain asal beberapa negara di kawasan Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, China dan Korea Utara. Serta ada juga yang menawarkan pemain dari kawasan ASEAN dan Ocenia, seperti Thailand dan Australia.
Umuh menegaskan akan melakukan koordinasi dengan pelatih Persib, Jajang Nurjaman. ''Kita juga harus hati-hati dalam merekrut pemain. Jangan sampai terulang lagi kasus seperti James Coyne. Itu jadi pelajaran buat kita,” terang Umuh.
Sikap hati-hati perlu dilakukan Persib, terutama untuk mencegah agen lick. Apalagi muncul kecurigaan ada permainan curang yang dilakukan agen dan ikut memengaruhi keputusan James Coyne membatalkan kontrak dengan Persib.
Umuh membantah jika pihaknya pernah berbicara langsung dengan pemain asal Australia, James Coyne terkait masalah nilai kontrak dan klausul lainnya. Menurutnya, pembicaraan nilai kontrak dan segala permintaan James Coyne langsung dibicarakan dengan agennya.
Dalam perjanjian awal lanjut Umuh, bahwa eks pemain Sriwijaya FC itu sudah sepakat menerima apartemen yang disediakan manajemen Persib dan kelengkapan surat-surat lainnya ditanggung agen. ''Cuma agennya mungkin saja yang nakal. Jadi, kalau ada pernyataan Coyne bahwa manajemen tidak menyediakan apartemen itu salah. Kita sudah sepakat dengan agennya,” tandas Umuh.
Ibarat pemangsa yang sedang mencari mangsa, mereka melontarkan tawaran dan bujuk rayu yang bisa membuat pengurus teras PT. PBB dan pelatih Jajang Nurjaman luluh. Salah satu contohnya bisa dilihat dari perjuangan yang dilakukan dua agensi pemain asing yang berbeda.
Francis Yonga yang merasa memiliki ‘dosa’ dan ‘utang’ pascakepergian salah satu kliennya, James Coyne dari Persib, memberikan alternatif tawaran mendatangkan pemain asal Suriah yang bermain di klub Lebanon, SC Tripoli, Naser Al Sebai. Sayang, janji Yonga mendatangkan Naser awal pekan ini, gagal terlaksana karena Naser mengalami hambatan dalam pengurusan visa.
Sambil menuggu kedatangan Naser, Maung Bandung mencoba untuk melihat kemampuan bek asal Iran, Reza Ghanizadeh. Mantan pemain klub Divisi Utama Liga Iran, Sanat Mes Kerman FC itu, bahkan sudah datang ke Bandung beberapa hari sebelum menjalani tahap seleksi di lapangan Pusdik Armed, Cimahi, Rabu (24/10).
Reza yang berposisi sebagai bek tengah dan terkadang bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan itu, datang bersama rekan satu negaranya, Mohsen Abbasi yang juga berposisi sebagai stopper. Keduanya dikabarkan dibawa oleh Jaime Rojas, salah seorang agen pemain asing di Indonesia.
''Mereka berdua memang kita yang menawarkan kepada Persib. Keduanya berposisi sebagai stopper dan mudah-mudahan sesuai dengan yang diinginkan Persib,” ucap salah seorang wakil dari pihak agensi, Roger Laluasa kepada wartawan di lapangan Pusdik Armed, Cimahi.
Selain pemain dari kawasan Timur Tengah, Maung Bandung pun seperti diungkapkan manajer Persib, Umuh Muchtar, sejumlah agen pemain asing juga mengajukan penawaran mendatangkan pemain asal beberapa negara di kawasan Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, China dan Korea Utara. Serta ada juga yang menawarkan pemain dari kawasan ASEAN dan Ocenia, seperti Thailand dan Australia.
Umuh menegaskan akan melakukan koordinasi dengan pelatih Persib, Jajang Nurjaman. ''Kita juga harus hati-hati dalam merekrut pemain. Jangan sampai terulang lagi kasus seperti James Coyne. Itu jadi pelajaran buat kita,” terang Umuh.
Sikap hati-hati perlu dilakukan Persib, terutama untuk mencegah agen lick. Apalagi muncul kecurigaan ada permainan curang yang dilakukan agen dan ikut memengaruhi keputusan James Coyne membatalkan kontrak dengan Persib.
Umuh membantah jika pihaknya pernah berbicara langsung dengan pemain asal Australia, James Coyne terkait masalah nilai kontrak dan klausul lainnya. Menurutnya, pembicaraan nilai kontrak dan segala permintaan James Coyne langsung dibicarakan dengan agennya.
Dalam perjanjian awal lanjut Umuh, bahwa eks pemain Sriwijaya FC itu sudah sepakat menerima apartemen yang disediakan manajemen Persib dan kelengkapan surat-surat lainnya ditanggung agen. ''Cuma agennya mungkin saja yang nakal. Jadi, kalau ada pernyataan Coyne bahwa manajemen tidak menyediakan apartemen itu salah. Kita sudah sepakat dengan agennya,” tandas Umuh.
(aww)