Sukses jadi atlet, ingin kuliah S-2
Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:23 WIB
Sukses jadi atlet, ingin kuliah S-2
A
A
A
Sindonews.com - Selain berprestasi di cabang olahraga atletik dan meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 nomor sapta lomba, atlet Jawa Barat Iddah Milawati juga berprestasi di cabang olahraga voli.
Sebagai masa transisi pasca PON XVIII lalu, gadis yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Bandung ini, memilih untuk beristirahat aktif namun tetap berprestasi. Cabang olahraga voli menjadi cabor yang Iddah pilih sebagai aktivitas fisik dalam mengisi waktu istirahatnya.
Atlet cantik kelahiran suka Sukabumi, 20 Februari 1988 itu mengaku sudah semenjak kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP) dirinya menyukai olahraga permainan itu selain olahraga atletik sebagai penunjang prestasinya ke depan. Saat itu dirinya langsung mengikuti kejuaraan tingkat SMP sekabupaten di daerah asalnya Sukabumi.
''Daripada saya diem setelah PON kemarin, mending sambil mengisi masa transisi, saya tetap bergerak dengan bermain voli. Kebetulan saat ini saya juga menjadi tim di Klub Prahyangan Bandung,”katanya.
Hobinya tersebut terus berlanjut sampai sekarang meskipun hanya sekadar hobi. Pasalnya Iddah juga sudah mengikuti kejuaraan-kejuaran di cabor atletik. Saat itu, dia selalu turun di nomor loncat dan sprint.
Atlet berjilbab ini pernah menjadi juara satu 100 meter di kejuaraan Panglima Open di Magelang, meraih perak pada nomor loncat tinggi Jatim open 2010, juara satu 100 meter di peresmian lapangan atletik sintetis Pajajaran, Bandung dan di Porda 2010 meraih medali dua medali emas dan mencetak rekor pada nomor estafet 4x100 dan 4x400, dua perak di nomor 100 dan 200 meter, dan satu perunggu di nomor loncat tinggi.
Meskipun begitu, kiprahnya di dunia voli tidak terlalu fokus seperti di cabor atletik. Meskipun tidak bisa menjadi atlet professional di cabor voli, dirinya bertekad akan terus memberikan dukungannya dan memberikan motivasi bagi atlet-atlet voli junior.
Atlet yang senang berfoto ini menilai, adik-adik nya di cabor voli membutuhkan sosoknya untuk menjadi motivator mereka untuk terus berprestasi. ''Kalau ada waktu luang , pelatih klub Parahyangan tidak menutut saya untuk seperti apa, dan kalau lagi ada waktu senggang bisa menjadi motivator untuk saya , karena mereka butuh sosok yang bisa mengayomi mereka dan memotivasi mereka di tim,”ujarnya.
Selain di bidang olahraga, atlet berjilbab yang saat ini menjadi salah satu pegawai honorer di Dinas Olahrga Daerah (Disorda) memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke S-2 untuk menunjang kesuksesan dirinya kedepan di dunia pendidikan.
''Insya Allah saya mau melanjutkan ke S-2, tapi saat ini istirahat dulu saja. Siapa sih yang tidak mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kalau memang ada rizki sama kesempatannya kenapa nggak,”tegasnya.
Memasuki awal tahun 2013, Iddah akan kembali fokus menjalani rutinitasnya sebagai atlet atletik untuk mempersiapkan diri di even Porda 2014 membela bendera Kabupaten Bekasi. Pasalnya, sejak tahun 2009, Dia sudah dikontrak oleh Kabupaten Bekasi untuk menjadi bagian dari kontingen daerah yang akan menjadi tuan rumah Porda 2014 itu.
''Saya akan kembali fokus di atletik mulai 2013 nanti, karena saya sudah harus bergabung dengan kontingen Kbaupaten Bekasi untuk melakukan pemusatan latih persiapan Porda, saya sudah di kontrak tuan rumah sejak 2009 lalu,”katanya.
Dia berharap, prestasinya di olahraga tidak terhenti sampai di situ saja. Cita-citanya untuk menjadi atlet profesional yang mendunia selalu tertanam kuat dalam dirinya. Karena dukungan yang diberikan kedua orang tuanya pun sangat besar. Iddah merasakan support yang diberikan sangat memotivasi dirinya untuk terus berprestasi.
Sebagai masa transisi pasca PON XVIII lalu, gadis yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Bandung ini, memilih untuk beristirahat aktif namun tetap berprestasi. Cabang olahraga voli menjadi cabor yang Iddah pilih sebagai aktivitas fisik dalam mengisi waktu istirahatnya.
Atlet cantik kelahiran suka Sukabumi, 20 Februari 1988 itu mengaku sudah semenjak kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP) dirinya menyukai olahraga permainan itu selain olahraga atletik sebagai penunjang prestasinya ke depan. Saat itu dirinya langsung mengikuti kejuaraan tingkat SMP sekabupaten di daerah asalnya Sukabumi.
''Daripada saya diem setelah PON kemarin, mending sambil mengisi masa transisi, saya tetap bergerak dengan bermain voli. Kebetulan saat ini saya juga menjadi tim di Klub Prahyangan Bandung,”katanya.
Hobinya tersebut terus berlanjut sampai sekarang meskipun hanya sekadar hobi. Pasalnya Iddah juga sudah mengikuti kejuaraan-kejuaran di cabor atletik. Saat itu, dia selalu turun di nomor loncat dan sprint.
Atlet berjilbab ini pernah menjadi juara satu 100 meter di kejuaraan Panglima Open di Magelang, meraih perak pada nomor loncat tinggi Jatim open 2010, juara satu 100 meter di peresmian lapangan atletik sintetis Pajajaran, Bandung dan di Porda 2010 meraih medali dua medali emas dan mencetak rekor pada nomor estafet 4x100 dan 4x400, dua perak di nomor 100 dan 200 meter, dan satu perunggu di nomor loncat tinggi.
Meskipun begitu, kiprahnya di dunia voli tidak terlalu fokus seperti di cabor atletik. Meskipun tidak bisa menjadi atlet professional di cabor voli, dirinya bertekad akan terus memberikan dukungannya dan memberikan motivasi bagi atlet-atlet voli junior.
Atlet yang senang berfoto ini menilai, adik-adik nya di cabor voli membutuhkan sosoknya untuk menjadi motivator mereka untuk terus berprestasi. ''Kalau ada waktu luang , pelatih klub Parahyangan tidak menutut saya untuk seperti apa, dan kalau lagi ada waktu senggang bisa menjadi motivator untuk saya , karena mereka butuh sosok yang bisa mengayomi mereka dan memotivasi mereka di tim,”ujarnya.
Selain di bidang olahraga, atlet berjilbab yang saat ini menjadi salah satu pegawai honorer di Dinas Olahrga Daerah (Disorda) memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke S-2 untuk menunjang kesuksesan dirinya kedepan di dunia pendidikan.
''Insya Allah saya mau melanjutkan ke S-2, tapi saat ini istirahat dulu saja. Siapa sih yang tidak mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kalau memang ada rizki sama kesempatannya kenapa nggak,”tegasnya.
Memasuki awal tahun 2013, Iddah akan kembali fokus menjalani rutinitasnya sebagai atlet atletik untuk mempersiapkan diri di even Porda 2014 membela bendera Kabupaten Bekasi. Pasalnya, sejak tahun 2009, Dia sudah dikontrak oleh Kabupaten Bekasi untuk menjadi bagian dari kontingen daerah yang akan menjadi tuan rumah Porda 2014 itu.
''Saya akan kembali fokus di atletik mulai 2013 nanti, karena saya sudah harus bergabung dengan kontingen Kbaupaten Bekasi untuk melakukan pemusatan latih persiapan Porda, saya sudah di kontrak tuan rumah sejak 2009 lalu,”katanya.
Dia berharap, prestasinya di olahraga tidak terhenti sampai di situ saja. Cita-citanya untuk menjadi atlet profesional yang mendunia selalu tertanam kuat dalam dirinya. Karena dukungan yang diberikan kedua orang tuanya pun sangat besar. Iddah merasakan support yang diberikan sangat memotivasi dirinya untuk terus berprestasi.
(aww)