Pertahanan Persib masih meragukan
Kamis, 25 Oktober 2012 - 11:01 WIB
Pertahanan Persib masih meragukan
A
A
A
Sindonews.com – Dua pemain seleksi asal Iran, Reza Ghanizadeh dan Mohsen Abbasi akhirnya harus gigit jari karena tak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjalani proses tes dan seleksi di Persib Bandung.
Meski sebelumnya sempat akan diberikan kesempatan berlatih dan menjalani tes kedua. Namun, pelatih Djadjang Nurdjaman memutuskan keduanya tidak cukup layak mendapatkan kesempatan lebih hanya sekitar beberapa jam setelah dua pemain yang sama-sama berposisi bek tersebut menjalani tes di Lapangan Pusdik Armed, Cimahi, Rabu (24/10) kemarin.
“Kualitasnya tidak bagus. Mereka langsung kita pulangkan setelah menjalani seleksi,” ujar Djanur.
Keputusan Djadjang mendepak keduanya, lebih cepat dari rencana semula. Sebelumnya, Djadjang berencana masih akan memberi kesempatan kepada kedua pemain Iran tersebut untuk menunjukan kemampuan pada sesi latihan Kamis (25/10) kemarin.
Kedatangan dua pemain asal Iran tersebut, dilakukan setelah Persib harus sabar menuggu kedatangan Naser Al Sebai. Pemain asal Suriah itu urung datang ke Bandung sesuai jadwal semula, Selasa (23/10) karena mengalami kendala visa.
Reza Ghanizadeh yang tercatat sebagai mantan pemain klub Divisi Utama Liga Iran, Sanat Mes Kerman FC dan rekan satu negaranya, Mohsen Abbasi mendapatkan kesempatan menjalani seleksi dan latihan bersama skuad Persib lainnya di Lapangan Pusdik Armed, Cimahi.
“Mereka berdua memang kita yang menawarkan kepada Persib. Keduanya berposisi sebagai stopper dan mudah-mudahan sesuai dengan yang diinginkan Persib,” ucap, Roger Laluasa mewakili agen yang mendatangkan kedua pemain tersebut ke Indonesia.
Djadjang menegaskan saat ini skuad besutannya memang sangat membutuhkan sosok pemain tangguh di posisi bek tengah setelah Michael James Coyne membatalkan kontrak dengan Persib. Menurutnya, meski saat ini Maung Bandung masih mempertahankan duet Abanda Herman dan Maman Abdurahman serta pemain anyar Aang Suparman, situasi dan kondisi menunjukan jika dirinya masih membutuhkan satu pemain lagi di lini belakang.
“Lini pertahanan harus segera dibenahi. Saya juga masih berharap Naser bisa segera merapat dan mudah-mudahan kualitasnya sesuai dengan harapan saya. Jika memang dia bagus, saya akan coba memainkan dia pada Celebes Cup, supaya kemampuannya bisa terasah langsung saat pertandingan,” tandasnya.
Sektor bek tengah Persib bisa dikatakan paling rawang mendapatkan masalah. Sebab untuk posisi center back, Djadjang tak memiliki banyak pilihan. Meski sejumlah pemain bisa di plot untuk melapis duet Abanda dan Maman. Jika melihat materi bek yang saat ini dimiliki, Maung Bandung praktis hanya memiliki empat bek tengah murni. Selain Abanda dan Maman, ada juga nama Aang Suparman dan M. Agung Pribadi.
Namun, khusus bagi Agung, mantan pemain Persib U-21 itu belakang lebih serimng diberikan peran sebagai gelandang bertahan. Diluar keempat pemain tersebut, Tony Sucipto juga bisa ditempatkan sebagai bek tengah. Namun, kemampuan Tony tentu akan lebih maksimal jika ditempatkan pada posisi aslinya yakni gelandang bertahan atau bek kiri.
Meski sebelumnya sempat akan diberikan kesempatan berlatih dan menjalani tes kedua. Namun, pelatih Djadjang Nurdjaman memutuskan keduanya tidak cukup layak mendapatkan kesempatan lebih hanya sekitar beberapa jam setelah dua pemain yang sama-sama berposisi bek tersebut menjalani tes di Lapangan Pusdik Armed, Cimahi, Rabu (24/10) kemarin.
“Kualitasnya tidak bagus. Mereka langsung kita pulangkan setelah menjalani seleksi,” ujar Djanur.
Keputusan Djadjang mendepak keduanya, lebih cepat dari rencana semula. Sebelumnya, Djadjang berencana masih akan memberi kesempatan kepada kedua pemain Iran tersebut untuk menunjukan kemampuan pada sesi latihan Kamis (25/10) kemarin.
Kedatangan dua pemain asal Iran tersebut, dilakukan setelah Persib harus sabar menuggu kedatangan Naser Al Sebai. Pemain asal Suriah itu urung datang ke Bandung sesuai jadwal semula, Selasa (23/10) karena mengalami kendala visa.
Reza Ghanizadeh yang tercatat sebagai mantan pemain klub Divisi Utama Liga Iran, Sanat Mes Kerman FC dan rekan satu negaranya, Mohsen Abbasi mendapatkan kesempatan menjalani seleksi dan latihan bersama skuad Persib lainnya di Lapangan Pusdik Armed, Cimahi.
“Mereka berdua memang kita yang menawarkan kepada Persib. Keduanya berposisi sebagai stopper dan mudah-mudahan sesuai dengan yang diinginkan Persib,” ucap, Roger Laluasa mewakili agen yang mendatangkan kedua pemain tersebut ke Indonesia.
Djadjang menegaskan saat ini skuad besutannya memang sangat membutuhkan sosok pemain tangguh di posisi bek tengah setelah Michael James Coyne membatalkan kontrak dengan Persib. Menurutnya, meski saat ini Maung Bandung masih mempertahankan duet Abanda Herman dan Maman Abdurahman serta pemain anyar Aang Suparman, situasi dan kondisi menunjukan jika dirinya masih membutuhkan satu pemain lagi di lini belakang.
“Lini pertahanan harus segera dibenahi. Saya juga masih berharap Naser bisa segera merapat dan mudah-mudahan kualitasnya sesuai dengan harapan saya. Jika memang dia bagus, saya akan coba memainkan dia pada Celebes Cup, supaya kemampuannya bisa terasah langsung saat pertandingan,” tandasnya.
Sektor bek tengah Persib bisa dikatakan paling rawang mendapatkan masalah. Sebab untuk posisi center back, Djadjang tak memiliki banyak pilihan. Meski sejumlah pemain bisa di plot untuk melapis duet Abanda dan Maman. Jika melihat materi bek yang saat ini dimiliki, Maung Bandung praktis hanya memiliki empat bek tengah murni. Selain Abanda dan Maman, ada juga nama Aang Suparman dan M. Agung Pribadi.
Namun, khusus bagi Agung, mantan pemain Persib U-21 itu belakang lebih serimng diberikan peran sebagai gelandang bertahan. Diluar keempat pemain tersebut, Tony Sucipto juga bisa ditempatkan sebagai bek tengah. Namun, kemampuan Tony tentu akan lebih maksimal jika ditempatkan pada posisi aslinya yakni gelandang bertahan atau bek kiri.
(wbs)