Bocah tanpa telapak kaki beraksi di depan Messi
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 06:10 WIB
Bocah tanpa telapak kaki beraksi di depan Messi
A
A
A
Sindonews.com - Mimpi Gabriel Muniz, pesepak bola Brasil berusia 11 tahun yang terlahir tanpa telapak kaki, bertemu Lionel Messi akhirnya terwujud. Setelah mengetahui sebagai penggemar Messi, manajemen Balugrana mengundang Gabriel berlatih di Ciutat Esportiva Joan Gamper.
Rabu 24 Oktober 2012 lalu, Gabriel bisa bermain bola bersama Messidona. Bertemu sang idola,Gabriel terlihat senang. Kesempatan bertatap muka langsung dengan pesepak bola terbaik dunia 2009, 2010,dan 2011 itu tidak disiasiakan bocah asal Campos dos Goytacazes, Rio de Janeiro, itu. Bagi Gabriel, Messi telah dianggap sebagai inspirasi yang membuatnya sangat senang menjalani aktivitas sebagai pesepak bola anak-anak, meski memiliki keterbatasan fisik.
Di tempat asalnya, Gabriel selalu berlatih bola mengenakan seragam merah marum biru tua bernomor punggung 10. Bermain di Barcelona dan bertemu Messi membuat Gabriel tidak sungkan memainkan bola. Meski beraksi tanpa sepasang sepatu dan hanya menggunakan kaus kaki yang membungkus engkel, Gabriel terlihat sangat menikmati saat-saat bersama Messi.
Di hadapan Messi dan sejumlah media Katalan, Gabriel mempertontonkan keterampilan mengolah bola .Bahkan,dalam sebuah kesempatan, dia terlihat “mengelabui” Messi lewat sebuah manuver yang menuai decak kagum dan tawa orang-orang di tempat itu.
“Koordinasi organ tubuh Gabriel luar biasa. Dia tidak memiliki tubuh yang lengkap, tapi bisa bermain sepakbola lebih baik dari orang normal seusianya. Ketika bola ada di kaki, dia bisa melakukan kontrol dan penetrasi yang sempurna. Dia sangat berani dan memiliki teknik bagus,” ujar salah satu pelatih di FCB Escola Josep Moratalla, kepada El Mundo Deportivo.
Gabriel mulai menjadi perbincangan ketika muncul di salah satu stasiun televisi Brasil. Dengan keterbatasan fisik, dia mampu bermain sepakbola layaknya orang normal. Dia menjadi bintang, kapten, sekaligus pencetak gol utama di tim sekolahnya. Keterampilan tekniknya yang berada di atas bocah-bocah normal berusia 11 tahun itu telah membuat Gabriel populer di Brasil.
Bahkan,dia memiliki cita-cita berkarier sebagai pesepak bola profesional dan membela Barcelona, mengikuti jejak sang idola Messi. Karena itu, selain mengundang ke Katalan untuk bertemu Messi, Adriano Correia, Daniel Alves, Thiago Alcantara, dan Victor Valdes, Barcelona berencana memberi Gabriel beasiswa belajar di FCB Escola (nama baru La Masia). Untuk yang satu ini, klub sedang mencarikan solusi terbaik agar Gabriel bisa mengembangkan karier.
Barcelona akan mencari cara agar Gabriel memiliki sepatu khusus yang bisa dikenakan. Selain itu, tempat Gabriel belajar sepakbola juga sedang dipertimbangkan, apakah belajar di Katalan atau Rio de Janeiro.
“Saya mendengar Xevi Marce (Direktur FCB Escola) ingin agar Gabriel melanjutkan karier di tempat ini.Tentu saja saya mendukung ide itu.Menurut saya,dia bukan bocah biasa.Selain itu,hal ini menunjukkan Barcelona adalah lebih dari sebuah klub.Hanya,kami memang harus mencarikan cara agar dia nyaman,” kata Jordi Mestre, manajer tim junior Azulgrana.
Rabu 24 Oktober 2012 lalu, Gabriel bisa bermain bola bersama Messidona. Bertemu sang idola,Gabriel terlihat senang. Kesempatan bertatap muka langsung dengan pesepak bola terbaik dunia 2009, 2010,dan 2011 itu tidak disiasiakan bocah asal Campos dos Goytacazes, Rio de Janeiro, itu. Bagi Gabriel, Messi telah dianggap sebagai inspirasi yang membuatnya sangat senang menjalani aktivitas sebagai pesepak bola anak-anak, meski memiliki keterbatasan fisik.
Di tempat asalnya, Gabriel selalu berlatih bola mengenakan seragam merah marum biru tua bernomor punggung 10. Bermain di Barcelona dan bertemu Messi membuat Gabriel tidak sungkan memainkan bola. Meski beraksi tanpa sepasang sepatu dan hanya menggunakan kaus kaki yang membungkus engkel, Gabriel terlihat sangat menikmati saat-saat bersama Messi.
Di hadapan Messi dan sejumlah media Katalan, Gabriel mempertontonkan keterampilan mengolah bola .Bahkan,dalam sebuah kesempatan, dia terlihat “mengelabui” Messi lewat sebuah manuver yang menuai decak kagum dan tawa orang-orang di tempat itu.
“Koordinasi organ tubuh Gabriel luar biasa. Dia tidak memiliki tubuh yang lengkap, tapi bisa bermain sepakbola lebih baik dari orang normal seusianya. Ketika bola ada di kaki, dia bisa melakukan kontrol dan penetrasi yang sempurna. Dia sangat berani dan memiliki teknik bagus,” ujar salah satu pelatih di FCB Escola Josep Moratalla, kepada El Mundo Deportivo.
Gabriel mulai menjadi perbincangan ketika muncul di salah satu stasiun televisi Brasil. Dengan keterbatasan fisik, dia mampu bermain sepakbola layaknya orang normal. Dia menjadi bintang, kapten, sekaligus pencetak gol utama di tim sekolahnya. Keterampilan tekniknya yang berada di atas bocah-bocah normal berusia 11 tahun itu telah membuat Gabriel populer di Brasil.
Bahkan,dia memiliki cita-cita berkarier sebagai pesepak bola profesional dan membela Barcelona, mengikuti jejak sang idola Messi. Karena itu, selain mengundang ke Katalan untuk bertemu Messi, Adriano Correia, Daniel Alves, Thiago Alcantara, dan Victor Valdes, Barcelona berencana memberi Gabriel beasiswa belajar di FCB Escola (nama baru La Masia). Untuk yang satu ini, klub sedang mencarikan solusi terbaik agar Gabriel bisa mengembangkan karier.
Barcelona akan mencari cara agar Gabriel memiliki sepatu khusus yang bisa dikenakan. Selain itu, tempat Gabriel belajar sepakbola juga sedang dipertimbangkan, apakah belajar di Katalan atau Rio de Janeiro.
“Saya mendengar Xevi Marce (Direktur FCB Escola) ingin agar Gabriel melanjutkan karier di tempat ini.Tentu saja saya mendukung ide itu.Menurut saya,dia bukan bocah biasa.Selain itu,hal ini menunjukkan Barcelona adalah lebih dari sebuah klub.Hanya,kami memang harus mencarikan cara agar dia nyaman,” kata Jordi Mestre, manajer tim junior Azulgrana.
(akr)