David Price serukan pengujian tes darah secara acak
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 18:31 WIB
David Price serukan pengujian tes darah secara acak
A
A
A
Sindonews.com - Juara kelas berat BBBofC British and Commonwealth, David Price, menyerukan untuk dilakukan pengujian tes doping yang lebih bagus. Kepada BBC Sports, ia meminta Dewan Tinju Inggris untuk melakukan tes darah secara acak.
Peraih perunggu Olimpiade Beijing itu bukan tanpa sebab mengutarakan pernyataan tersebut, ia merujuk adanya atlet yang terbukti positif menggunakan obat terlarang, termasuk salah satunya adalah Larry Olubamiwo, yang pada bulan Juni dilarang bertanding selama empat tahun karena beberapa pelanggaran anti- doping. Saat dilakukan tes doping, Olubamiwo dinyatakan positif melakukan peningkatan substansi darah EPO dan kemudian mengaku menggunakan 13 zat terlarang, termasuk hormon pertumbuhan dan steroid anabolik, selama periode enam tahun bersaing dalam dunia tinju amatir dan profesional.
Price menyatakan jika dirinya hingga kini masih belum pernah menjalani tes doping secara acak. "Saya belum pernah diuji secara acak sejak saya masuk ke dunia profesional. Tidak sama sekali dalam tiga setengah tahun ini," tegasnya kepada BBC, dikutip Boxing Scene, Sabtu (27/10).
"Saya hanya menjalani tes urine sebelum menjalani duel perebutan gelar, tapi saya menginginkan tes darah secara acak. Saya tahu biaya akan menjadi masalahnya, tetapi lebih baik untuk dilakukan, terutama untuk menemukan seperti apa yang terjadi pada Larry Olubamiwo," jelasnya.
"Itu akan membuat anda semakin berpikir, itu hanyalah puncak dari gunung es. Itulah kenapa saya akan menyambut pengujian yang lebih ketat, untuk menghapus tindakan yang menipu dalam dunia olahraga."
Peraih perunggu Olimpiade Beijing itu bukan tanpa sebab mengutarakan pernyataan tersebut, ia merujuk adanya atlet yang terbukti positif menggunakan obat terlarang, termasuk salah satunya adalah Larry Olubamiwo, yang pada bulan Juni dilarang bertanding selama empat tahun karena beberapa pelanggaran anti- doping. Saat dilakukan tes doping, Olubamiwo dinyatakan positif melakukan peningkatan substansi darah EPO dan kemudian mengaku menggunakan 13 zat terlarang, termasuk hormon pertumbuhan dan steroid anabolik, selama periode enam tahun bersaing dalam dunia tinju amatir dan profesional.
Price menyatakan jika dirinya hingga kini masih belum pernah menjalani tes doping secara acak. "Saya belum pernah diuji secara acak sejak saya masuk ke dunia profesional. Tidak sama sekali dalam tiga setengah tahun ini," tegasnya kepada BBC, dikutip Boxing Scene, Sabtu (27/10).
"Saya hanya menjalani tes urine sebelum menjalani duel perebutan gelar, tapi saya menginginkan tes darah secara acak. Saya tahu biaya akan menjadi masalahnya, tetapi lebih baik untuk dilakukan, terutama untuk menemukan seperti apa yang terjadi pada Larry Olubamiwo," jelasnya.
"Itu akan membuat anda semakin berpikir, itu hanyalah puncak dari gunung es. Itulah kenapa saya akan menyambut pengujian yang lebih ketat, untuk menghapus tindakan yang menipu dalam dunia olahraga."
(aww)