Uci : Tak berikan gelar kepada pembalap lain
Senin, 29 Oktober 2012 - 11:48 WIB
Uci : Tak berikan gelar kepada pembalap lain
A
A
A
Sindonews.com - Gelar tujuh kali juara dunia Tour de France, Lance Armstrong tidak akan diberikan kepada pembalap lain. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Balap Sepeda Internasional (UCI) dalam pernyataanya. Sementara akibat dampak yang diterima pembalap Sepeda lain ketika berada di dalam satu grup bersama Armstrong harus mengembalikan unag sebesar USD4 juta.
"Awan kecurigaan masih akan terus menggantung di periode gelap ini. Kendati masih terlihat keras bagi mereka yang membalap dengan bersih (tidak menggunakan doping), namun tampaknya mereka akan memahami bahwa ada kebanggaan kecil yang bisa dicapai dari realokasi,” pernyataan resmi Uci seperti dilansir ctvnews.ca, Senin (29/10/2012).
"Karena itu, kami memutuskan untuk tidak memberikan gelar tersebut kepada pebalap sepeda lainnya,” sambungnya.
Pertemuan dengan dewan UCI yang berlangsung pada Jumat (26/10) lalu di Jenewa merupakan langkah hukum yang diperlukan untuk memperbaiki olahraga ini leih baik di masa yang akan datang. "UCI bertekad untuk mengembalikan episode buruk dari olahraga yang telah kami jalankan selama ini. Kami akan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu oleh komisi independen dan kami akan menempatkan bersepeda kembali ke jalur yang sehat dan tidak tercemar dengan masalah doping," jelas Presiden UCI, Pat McQuaid.
"Bagian dari kewenangan komisi independen akan menemukan cara untuk memastikan bahwa orang-orang yang terlibat penggunaan doping tidak lagi dapat mengambil bagian dalam setiap olahraga, termasuk sebagai bagian dari grup," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Anti-Doping Amerika (USADA), Rabu (10/10), merilis laporan setebal 200 halaman yang menjadi argumen mereka mencabut ketujuh gelar Tour de France milik Armstrong dan melarangnya bertanding seumur hidup.
Laporan itu mencakup kesaksian 11 rekan Armstrong, termasuk atlet Levi Leipheimer yang juga mengaku menggunakan obat terlarang. Armstrong meraih medali perunggu dalam nomor time trial Olimpiade Sydney 2000, sementara Levi Leipheimer memenangi medali perunggu Olimpiade Beijing 2008.
"Awan kecurigaan masih akan terus menggantung di periode gelap ini. Kendati masih terlihat keras bagi mereka yang membalap dengan bersih (tidak menggunakan doping), namun tampaknya mereka akan memahami bahwa ada kebanggaan kecil yang bisa dicapai dari realokasi,” pernyataan resmi Uci seperti dilansir ctvnews.ca, Senin (29/10/2012).
"Karena itu, kami memutuskan untuk tidak memberikan gelar tersebut kepada pebalap sepeda lainnya,” sambungnya.
Pertemuan dengan dewan UCI yang berlangsung pada Jumat (26/10) lalu di Jenewa merupakan langkah hukum yang diperlukan untuk memperbaiki olahraga ini leih baik di masa yang akan datang. "UCI bertekad untuk mengembalikan episode buruk dari olahraga yang telah kami jalankan selama ini. Kami akan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu oleh komisi independen dan kami akan menempatkan bersepeda kembali ke jalur yang sehat dan tidak tercemar dengan masalah doping," jelas Presiden UCI, Pat McQuaid.
"Bagian dari kewenangan komisi independen akan menemukan cara untuk memastikan bahwa orang-orang yang terlibat penggunaan doping tidak lagi dapat mengambil bagian dalam setiap olahraga, termasuk sebagai bagian dari grup," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Anti-Doping Amerika (USADA), Rabu (10/10), merilis laporan setebal 200 halaman yang menjadi argumen mereka mencabut ketujuh gelar Tour de France milik Armstrong dan melarangnya bertanding seumur hidup.
Laporan itu mencakup kesaksian 11 rekan Armstrong, termasuk atlet Levi Leipheimer yang juga mengaku menggunakan obat terlarang. Armstrong meraih medali perunggu dalam nomor time trial Olimpiade Sydney 2000, sementara Levi Leipheimer memenangi medali perunggu Olimpiade Beijing 2008.
(aww)