Jabar bangun kolam renang berstandar internasional
Selasa, 30 Oktober 2012 - 19:32 WIB
Jabar bangun kolam renang berstandar internasional
A
A
A
Sindonews.com - Meraih prestasi dan mencetak sejarah baru di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 memang sangat membanggakan. Hal itulah yang dirasakan tim renang Jawa Barat. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari segala keterbatasan venue yang digunakan untuk berlatih belum maksimal.
Karena itu, sebagai langkah untuk mempertahankan dan memaksimalkan raihan tersebut di ajang bergengsi PON XIX 2016 mendatang di Jabar, saat ini KONI Jabar tengah melakukan pembangunan kolam renang bertarap internasional yang akan digunakan atlet cabang olahraga aquatic Jabar.
Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif mengungkapkan, pengerjaan kolam renang bertaraf internasional itu sedang dalam pengerjaan dan pembangunan semakin ngebut. Pasalnya, target di bulan keenam di tahun 2013, pembangunan venue renang bertarap internasional sudah rampung dan sudah bisa dipakai latihan untuk pembinaan yang lebih baik.
''Pembuatan kolam ini kan susah, jadi pengerjaannya mesti dipercepat, harus ngebut. Karena kami menargetkan bulan enam harus selesai dan langsung bisa digunakan untuk berlatih secara khusus para atlet,”ungkap Azis.
Menurutnya apabila target pembangunan ini tercapai di bulan ke enam tahun 2013, tim jabar memiliki waktu selama tiga tahun untuk fokus berlatih tanpa terganggu. Pembangunan kolam renang tersebut sesuai dengan standar internasional namun hanya bisa digunakan untuk latihan saja. Sebenarnya bisa saja kolam tersebut dipakai untuk pertandingan, namun tidak ada tribun untuk penonton.
Sebelumnya, tim renang Jabar tidak memiliki tempat latihan sendiri, latihan masih menggunakan fasilitas umum seperti di UPI Bandung, Karang Setra, Tirta Lega dan tempat renang lainnya. Sehingga Azis menilai pembinaan tidak maksimal. ''Selama ini kan latihan berpindah-pindah, itu pun kadang terganggu dengan pengunjung di kolam tersebut, jadi latihan tdak bisa maksimal,”singkatnya.
Namun, meskipun keadaannya seperti itu, tim renang Jabar sudah membuktikan prestasi yang sangat gemilang dengan membuat sejarah baru dengan menyabet 22 medali emas dari 32 yang diperebutkan di PON Riau lalu.
Saat ini, KONI Jabar akan terus memfokuskan dulu pembinaan atlet, salah satunya dengan pembangunan sarana dan prasarana untuk pembinaan atlet seperti kolam renang ini. Sementara, untuk sarana pertandingan biar pemerintah dalam hal ini Disorda Jabar yang memikirkannya.
''Pembangunan venues untuk latihan ini kan merupakan bagian dari pembinaan. Bagaimana kami bisa melakukan pembinaan yang baik apabila sarana dan prasarana tidak ada. Untuk venues pertandingan silahkan saja Disorda yang memiliki kebijakan, kami hanya memberikan masukan saja karena itu bukan kebijakan KONI Jabar,”kata Azis.
Selain kolam untuk arena renang, pada venue tersebut juga terdapat arena untuk loncat indah, renang indah, dan polo air bertarap internasional. Venue tersebut secara khusus untuk berlatih atlet Jabar.
Azis berharap dengan adanya fasilitas kolam renang bertarap internasional tersebut, bisa lebih memaksimalkan pembinaan untuk mencetak atlet yang benar-benar berprestasi. Pihaknya sangat yakin dengan memiliki fasilitas sendiri raihan prestasi bisa lebih dari sebelumnya.
''Insya Allah dengan dibangunnya kola mini semua bisa berlatih serius dan hasilnya akan lebih baik lagi, saya jamin itu,” tegasnya.
Karena itu, sebagai langkah untuk mempertahankan dan memaksimalkan raihan tersebut di ajang bergengsi PON XIX 2016 mendatang di Jabar, saat ini KONI Jabar tengah melakukan pembangunan kolam renang bertarap internasional yang akan digunakan atlet cabang olahraga aquatic Jabar.
Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif mengungkapkan, pengerjaan kolam renang bertaraf internasional itu sedang dalam pengerjaan dan pembangunan semakin ngebut. Pasalnya, target di bulan keenam di tahun 2013, pembangunan venue renang bertarap internasional sudah rampung dan sudah bisa dipakai latihan untuk pembinaan yang lebih baik.
''Pembuatan kolam ini kan susah, jadi pengerjaannya mesti dipercepat, harus ngebut. Karena kami menargetkan bulan enam harus selesai dan langsung bisa digunakan untuk berlatih secara khusus para atlet,”ungkap Azis.
Menurutnya apabila target pembangunan ini tercapai di bulan ke enam tahun 2013, tim jabar memiliki waktu selama tiga tahun untuk fokus berlatih tanpa terganggu. Pembangunan kolam renang tersebut sesuai dengan standar internasional namun hanya bisa digunakan untuk latihan saja. Sebenarnya bisa saja kolam tersebut dipakai untuk pertandingan, namun tidak ada tribun untuk penonton.
Sebelumnya, tim renang Jabar tidak memiliki tempat latihan sendiri, latihan masih menggunakan fasilitas umum seperti di UPI Bandung, Karang Setra, Tirta Lega dan tempat renang lainnya. Sehingga Azis menilai pembinaan tidak maksimal. ''Selama ini kan latihan berpindah-pindah, itu pun kadang terganggu dengan pengunjung di kolam tersebut, jadi latihan tdak bisa maksimal,”singkatnya.
Namun, meskipun keadaannya seperti itu, tim renang Jabar sudah membuktikan prestasi yang sangat gemilang dengan membuat sejarah baru dengan menyabet 22 medali emas dari 32 yang diperebutkan di PON Riau lalu.
Saat ini, KONI Jabar akan terus memfokuskan dulu pembinaan atlet, salah satunya dengan pembangunan sarana dan prasarana untuk pembinaan atlet seperti kolam renang ini. Sementara, untuk sarana pertandingan biar pemerintah dalam hal ini Disorda Jabar yang memikirkannya.
''Pembangunan venues untuk latihan ini kan merupakan bagian dari pembinaan. Bagaimana kami bisa melakukan pembinaan yang baik apabila sarana dan prasarana tidak ada. Untuk venues pertandingan silahkan saja Disorda yang memiliki kebijakan, kami hanya memberikan masukan saja karena itu bukan kebijakan KONI Jabar,”kata Azis.
Selain kolam untuk arena renang, pada venue tersebut juga terdapat arena untuk loncat indah, renang indah, dan polo air bertarap internasional. Venue tersebut secara khusus untuk berlatih atlet Jabar.
Azis berharap dengan adanya fasilitas kolam renang bertarap internasional tersebut, bisa lebih memaksimalkan pembinaan untuk mencetak atlet yang benar-benar berprestasi. Pihaknya sangat yakin dengan memiliki fasilitas sendiri raihan prestasi bisa lebih dari sebelumnya.
''Insya Allah dengan dibangunnya kola mini semua bisa berlatih serius dan hasilnya akan lebih baik lagi, saya jamin itu,” tegasnya.
(aww)