Perang le classique
Rabu, 31 Oktober 2012 - 10:16 WIB
Perang le classique
A
A
A
Sindonews.com - Duel sarat gengsi bertajuk le classique bakal tersaji di Stade Parc des Princes.Dua klub papan atas Prancis Paris Saint Germain (PSG) dan Olympique Marseille akan berhadapan pada babak 16 besar Coupe de la Ligue,dini hari nanti.
Sebagai tuan rumah,Les Parisienstentu ingin melanjutkan torehan positif di Ligue 1.Klub kebanggaan warga Ibu Kota Prancis tersebut tengah memperlihatkan performa bagus.Hal itu terbukti dengan keberhasilan mereka memuncaki klasemen sementara Ligue 1 dengan mengoleksi 22 poin dari 10 laga plus belum terkalahkan. Meski PSG sedang berada dalam puncak penampilan,bek Mamadou Sakho tetap mewaspadai Marseille.Pemain berusia 22 tahun tersebut menilai L’Oheme merupakan lawan yang sulit.
“Pertandingan melawan Marseille akan berjalan sulit.Mereka merupakan tim besar yang diperkuat pemain-pemain hebat.Saya berharap pertandingan akan berlangsung menarik,”kata Sakho,di situs resmi psg.fr. Sakho mengatakan,teman-temannya akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk meraih berbagai gelar,termasuk Coupe de la Ligue.
“Musim ini kami benarbenar bertekad memenangkan sesuatu. Kami sangat memimpikan gelar juara, termasuk Coupe de la Ligue.Kami akan memberikan seluruh kemampuan untuk memenangi pertandingan,”tutur punggawa Les Bleus itu.
Sementara itu,dari kubu lawan, Marseille bertekad mempertahankan Coupe de la Ligue yang diraih musim lalu. Marseille sangat pedekarena dalam kondisi yang lebih bugar jika dibandingkan PSG. Pasalnya,laga Ligue 1 kontra Olympique Lyon,akhir pekan lalu,mengalami penundaan akibat badai yang melanda Provinsi Cote d’Azur.
Meski kecewa dengan penundaan tersebut,kapten Steve Mandanda mengatakan timnya mempunyai waktu lebih untuk mempersiapkan diri dengan baik.Penjaga gawang cadangan tim nasional Prancis tersebut berharap Marseille mampu memanfaatkan keuntungan yang didapat untuk memenangi pertandingan melawan sang rival abadi.
“Penundaan pertandingan melawan Lyon memang sempat membuat kami frustrasi. Kami sebenarnya berharap pertandingan tetap berlangsung karena kami telah mempersiapkan diri dengan baik.Namun,kami tidak boleh mengeluh,”ujar Mandanda. “Melihat jadwal pertandingan, penundaan pertandingan tersebut justru memberikan keuntungan.
Kami mempunyai waktu istirahat yang lebih banyak ketimbang PSG.Semoga kami mampu memanfaatkan keuntungan tersebut dengan meraih kemenangan di kandang mereka,”pungkas pemain keturunan Republik Demokratik Kongo itu.
Sebagai tuan rumah,Les Parisienstentu ingin melanjutkan torehan positif di Ligue 1.Klub kebanggaan warga Ibu Kota Prancis tersebut tengah memperlihatkan performa bagus.Hal itu terbukti dengan keberhasilan mereka memuncaki klasemen sementara Ligue 1 dengan mengoleksi 22 poin dari 10 laga plus belum terkalahkan. Meski PSG sedang berada dalam puncak penampilan,bek Mamadou Sakho tetap mewaspadai Marseille.Pemain berusia 22 tahun tersebut menilai L’Oheme merupakan lawan yang sulit.
“Pertandingan melawan Marseille akan berjalan sulit.Mereka merupakan tim besar yang diperkuat pemain-pemain hebat.Saya berharap pertandingan akan berlangsung menarik,”kata Sakho,di situs resmi psg.fr. Sakho mengatakan,teman-temannya akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk meraih berbagai gelar,termasuk Coupe de la Ligue.
“Musim ini kami benarbenar bertekad memenangkan sesuatu. Kami sangat memimpikan gelar juara, termasuk Coupe de la Ligue.Kami akan memberikan seluruh kemampuan untuk memenangi pertandingan,”tutur punggawa Les Bleus itu.
Sementara itu,dari kubu lawan, Marseille bertekad mempertahankan Coupe de la Ligue yang diraih musim lalu. Marseille sangat pedekarena dalam kondisi yang lebih bugar jika dibandingkan PSG. Pasalnya,laga Ligue 1 kontra Olympique Lyon,akhir pekan lalu,mengalami penundaan akibat badai yang melanda Provinsi Cote d’Azur.
Meski kecewa dengan penundaan tersebut,kapten Steve Mandanda mengatakan timnya mempunyai waktu lebih untuk mempersiapkan diri dengan baik.Penjaga gawang cadangan tim nasional Prancis tersebut berharap Marseille mampu memanfaatkan keuntungan yang didapat untuk memenangi pertandingan melawan sang rival abadi.
“Penundaan pertandingan melawan Lyon memang sempat membuat kami frustrasi. Kami sebenarnya berharap pertandingan tetap berlangsung karena kami telah mempersiapkan diri dengan baik.Namun,kami tidak boleh mengeluh,”ujar Mandanda. “Melihat jadwal pertandingan, penundaan pertandingan tersebut justru memberikan keuntungan.
Kami mempunyai waktu istirahat yang lebih banyak ketimbang PSG.Semoga kami mampu memanfaatkan keuntungan tersebut dengan meraih kemenangan di kandang mereka,”pungkas pemain keturunan Republik Demokratik Kongo itu.
(wbs)