Kabupaten Bandung siap jadi penyelenggara cabor PON
Kamis, 01 November 2012 - 22:02 WIB
Kabupaten Bandung siap jadi penyelenggara cabor PON
A
A
A
Sindonews.com - Memiliki beberapa venue bertaraf internasional yang ada di sekitar Stadion Sijalak Harupat, Kab. Bandung siap menjadi tuan rumah sejumlah cabor yang akan dipertandingkan dalam PON XIX/2016.
Bupati Bandung Dadang M Naser meyakini, pihaknya siap menjadi tuan rumah sejumlah cabor yang akan dipertandingkan dalam PON XIX nanti. Bahkan KONI Kab. Bandung sudah melapor kepada Pemkab Bandung terkait cabor mana saja yang bisa dipertandingkan di wilayah Kab. Bandung.
"KONI sudah melaporkan hasil inventarisasi cabor mana saja yang bisa dipertandingkan di Kab. Bandung. Intinya kita siap jadi tuan rumah sejumlah cabor yang dipertandingkan dalam PON," katanya beberapa waktu lalu.
Menurut Dadang, selain Stadion Sijalak Harupat, di sekitar stadion tersebut ada beberapa venue yang sudah taraf internasional. Salah satunya venue panahan, panjat tebing, sofball dan hoki. "Untuk melakukan pembenahan venue, kita juga mengucurkan anggaran dari APBD, sehingga persiapan venue yang akan digunakan bisa lebih maksimal" ujarnya.
Sedangkan, untuk akses jalan Dadang berharap pembangunan tol Soroja selesai sebelum pelaksanaan PON. Untuk pengerjaan tol penghubung Kota Bandung dan Kab. Bandung ini, rencanannya akan mulai dilakukan di tahun 2013. ''Kami berharap pengerjaan tol Soraja bisa dilakukan diawal tahun 2013, sehingga bisa digunakan untuk akses jalan mneuju Stadion Sijalak Harupat,”katanya.
Jika pelaksanaan beberapa cabor di PON bisa dilakukan di Kab. Bandung, Dadang berharap bisa mendongkrak ekonomi masyarakat di Kab. Bandung dan memperkenalkan produk UKM Kab. Bandung. Karenanya tidak menutup kemungkinan nantinya akan dibuat tenda-tenda UKM di sekitar stadion tersebut.
"Produk UKM kita banyak. Kalau beberapa cabor PON bisa dilaksanakan di Kab. Bandung, kita sekalin promosikan produk tersebut sebagai oleh-oleh PON," katanya.
Selain Kab. Bandung, kesiapan juga diperlihatkan Kota Bandung. Bahkan KONI Kota Bandung sudah menginventarisir venue mana saja yang bisa digunakan. Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana mengaku, pihaknya sudah melakukan inventarisasi venue olahraga yang ada di Kota Bandung.
Bahkan dia berharap cabor dalam PON XIX Jabar 2016 nanti, mayoritas dipertandingkan di wilayah Kota Bandung. "Berkaca dari pelaksanaan PON sebelumnya, perhelatan PON di Jabar harus lebih sukses, baik dalam hal pelaksanaan, sarana dan prasarana. Sebab di PON sebelumnya dinilai masih ada berbagai kekurangan terutama dalam hal sarana pertandingan," katanya.
Tidak itu saja, Aan berharap SUS Gedebage yang nantinya akan diusulkan untuk pembukaan atau penutupan PON XIX 2016. Terlebih SUS Gedebage dibangun dengan standar internasional.
Menurutnya, untuk pembangunan venue, Pemkot Bandung akan ikut menganggarkan mulai tahun 2013. Nantinya anggaran itu akan dihitung hingga kalau terjadi kekurangan bisa sharing dengan Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat. "Anggaran dari Kota Bandung sendiri akan di mulai tahun 2013 dengan sistem tahun jamak," ujarnya.
Venue yang bisa dibangun di sekitar SUS Gedebage diantarannya, lintasan atletik, gedung pertandingan beladiri, aquatik, senam, hall indoor yang bisa digunakan untuk voli atau basket, panahan, futsal, lintasan balap motor, dan wisma atlet.
Sedangkan di luar lingkungan SUS Gedebage di antarannya boling, biliar, menembak dan lainnya. "Untuk boling maupun biliar, bisa dibangun di tempat-tempat keramaian seperti mal atau lainnya," pugkasnya.
Bupati Bandung Dadang M Naser meyakini, pihaknya siap menjadi tuan rumah sejumlah cabor yang akan dipertandingkan dalam PON XIX nanti. Bahkan KONI Kab. Bandung sudah melapor kepada Pemkab Bandung terkait cabor mana saja yang bisa dipertandingkan di wilayah Kab. Bandung.
"KONI sudah melaporkan hasil inventarisasi cabor mana saja yang bisa dipertandingkan di Kab. Bandung. Intinya kita siap jadi tuan rumah sejumlah cabor yang dipertandingkan dalam PON," katanya beberapa waktu lalu.
Menurut Dadang, selain Stadion Sijalak Harupat, di sekitar stadion tersebut ada beberapa venue yang sudah taraf internasional. Salah satunya venue panahan, panjat tebing, sofball dan hoki. "Untuk melakukan pembenahan venue, kita juga mengucurkan anggaran dari APBD, sehingga persiapan venue yang akan digunakan bisa lebih maksimal" ujarnya.
Sedangkan, untuk akses jalan Dadang berharap pembangunan tol Soroja selesai sebelum pelaksanaan PON. Untuk pengerjaan tol penghubung Kota Bandung dan Kab. Bandung ini, rencanannya akan mulai dilakukan di tahun 2013. ''Kami berharap pengerjaan tol Soraja bisa dilakukan diawal tahun 2013, sehingga bisa digunakan untuk akses jalan mneuju Stadion Sijalak Harupat,”katanya.
Jika pelaksanaan beberapa cabor di PON bisa dilakukan di Kab. Bandung, Dadang berharap bisa mendongkrak ekonomi masyarakat di Kab. Bandung dan memperkenalkan produk UKM Kab. Bandung. Karenanya tidak menutup kemungkinan nantinya akan dibuat tenda-tenda UKM di sekitar stadion tersebut.
"Produk UKM kita banyak. Kalau beberapa cabor PON bisa dilaksanakan di Kab. Bandung, kita sekalin promosikan produk tersebut sebagai oleh-oleh PON," katanya.
Selain Kab. Bandung, kesiapan juga diperlihatkan Kota Bandung. Bahkan KONI Kota Bandung sudah menginventarisir venue mana saja yang bisa digunakan. Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana mengaku, pihaknya sudah melakukan inventarisasi venue olahraga yang ada di Kota Bandung.
Bahkan dia berharap cabor dalam PON XIX Jabar 2016 nanti, mayoritas dipertandingkan di wilayah Kota Bandung. "Berkaca dari pelaksanaan PON sebelumnya, perhelatan PON di Jabar harus lebih sukses, baik dalam hal pelaksanaan, sarana dan prasarana. Sebab di PON sebelumnya dinilai masih ada berbagai kekurangan terutama dalam hal sarana pertandingan," katanya.
Tidak itu saja, Aan berharap SUS Gedebage yang nantinya akan diusulkan untuk pembukaan atau penutupan PON XIX 2016. Terlebih SUS Gedebage dibangun dengan standar internasional.
Menurutnya, untuk pembangunan venue, Pemkot Bandung akan ikut menganggarkan mulai tahun 2013. Nantinya anggaran itu akan dihitung hingga kalau terjadi kekurangan bisa sharing dengan Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat. "Anggaran dari Kota Bandung sendiri akan di mulai tahun 2013 dengan sistem tahun jamak," ujarnya.
Venue yang bisa dibangun di sekitar SUS Gedebage diantarannya, lintasan atletik, gedung pertandingan beladiri, aquatik, senam, hall indoor yang bisa digunakan untuk voli atau basket, panahan, futsal, lintasan balap motor, dan wisma atlet.
Sedangkan di luar lingkungan SUS Gedebage di antarannya boling, biliar, menembak dan lainnya. "Untuk boling maupun biliar, bisa dibangun di tempat-tempat keramaian seperti mal atau lainnya," pugkasnya.
(aww)