Si Nyonya Tua harus tahan emosi
Sabtu, 03 November 2012 - 08:34 WIB
Si Nyonya Tua harus tahan emosi
A
A
A
Sindonews.com - Kontroversi dan tensi panas yang menyelimuti Kota Turin jelang derby d’Italia Juventus kontra Inter Milan ditanggapi dingin manajemen I Bianconerri.
Demi menjaga emosi dan konsentrasi pemain,Juve pilih bungkam dari serbuan wartawan. Sejatinya,Juventus akan menggelar konferensi pers pada Jumat (2/11) untuk memberi keterangan soal pertandingan paling dinanti di Italia itu.
Namun,jadwal tersebut dibatalkan karena pertimbangan persiapan tim. Asisten Pelatih Juventus Angelo Alessio yang muncul di ruang konferensi mengatakan,Juve tak akan memberikan keterangan hingga pertandingan berlangsung pada Sabtu (3/11) atau Minggu (4/11) dini hari WIB.
Keputusan ini sengaja diambil manajemen Si Nyonya Tuauntuk menjaga emosi dan konsentrasi pemain jelang pertandingan. Selain itu,kontroversi yang dilekatkan pada Juventus tidak ingin diperburuk dengan munculnya komentar-komentar pemain berdasarkan pertanyaan wartawan,yang ujungnya malah memperburuk keadaan.
Dalam situs resminya,Juve hanya menegaskan sebuah pernyataan, “Change the record”atau perbaiki catatan rekor.Meski tak mencantumkan komentar resmi,pernyataan ini menegaskan bahwa Juve ingin mencapai catatan prestisius dengan menumbangkan Inter dan meraih kemenangan ke-50 di kompetisi liga lokal secara beruntun.
Menurut laporan Republik.it,suasana latihan rutin Le Zebre,julukan lain Juve, berjalan normal.Andrea Pirlo dan Arturo Vidal tampak melakukan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki bersama punggawa lainnya.
Seusai latihan, manajemen Juve yang diwakili pemilik klub Andrea Agneli tampak menghadiri latihan itu dan berbincang-bincang dengan pemain dan suksesor Pelatih Antonio Conte,Massimo Carrera. Menurut sejumlah media massa di Italia,kemungkinan besar Juve akan tetap menggunakan strategi dan teknis bermain sama seperti yang diwariskan Conte musim lalu,yaitu sebisa mungkin menguasai pertandingan dan tidak bergantung kepada penyerang.
Meski menjadi salah satu tim tersubur di Italia musim ini bersama AS Roma dengan kemasan 22 gol,Juve tak mencantumkan satu nama pemain dominan dalam daftar pencetak gol. Hampir seluruh lapisan punggawa Juve dituntut mencetak gol ke gawang lawan.Hanya Pirlo dan Vidal yang dituntut mengendalikan permainan secara bergantian.
Jika Pirlo menyerang, Vidal bertahan.Begitu juga sebaliknya. Berkat kolektivitas tim ini pula Juve mendapat keuntungan tak mengalami kebuntuan gol karena mandulnya pemain di lini depan.
Sayang,jelang pertandingan krusial ini,isu kurang harmonis menerpa Juve. Lucio,mantan pemain bertahan Inter berdarah Brasil,dikabarkan mengeluh dan memutuskan hengkang dari Juventus Stadium karena tidak kunjung mendapatkan posisi utama dalam skuad.
Meski begitu,Juventus tak terpengaruh.Mereka siap tampil solid demi mempertahankan reputasi mereka sebagai tim tak terkalahkan di 50 pertandingan. Terpenting,mereka tak mau kehilangan momen ini.
Mereka siap membungkam Inter dengan segenap kekuatan mereka. Sementara itu,terkait kontroversi kepemimpinan wasit di liga Inggris (Chelsea versus Manchester City) dan liga Italia (Juventus kontra Catania), Presiden UEFA Michel Platini menegaskan bahwa penggunaan alat bantu teknologi dalam lapangan masih akan diuji dan dipertimbangkan kembali.Sebab,dengan menggunakan lima wasit dalam satu pertandingan pun telah cukup menjanjikan.
“Jika kami akan menggunakan bantuan teknologi,kami juga harus memutuskan bantuan untuk offside, tendangan bebas,dan tendangan pojok. Sebab,wasit bisa saja salah dalam setiap saat,”pungkas Platini,dilansir Football Italia.
Demi menjaga emosi dan konsentrasi pemain,Juve pilih bungkam dari serbuan wartawan. Sejatinya,Juventus akan menggelar konferensi pers pada Jumat (2/11) untuk memberi keterangan soal pertandingan paling dinanti di Italia itu.
Namun,jadwal tersebut dibatalkan karena pertimbangan persiapan tim. Asisten Pelatih Juventus Angelo Alessio yang muncul di ruang konferensi mengatakan,Juve tak akan memberikan keterangan hingga pertandingan berlangsung pada Sabtu (3/11) atau Minggu (4/11) dini hari WIB.
Keputusan ini sengaja diambil manajemen Si Nyonya Tuauntuk menjaga emosi dan konsentrasi pemain jelang pertandingan. Selain itu,kontroversi yang dilekatkan pada Juventus tidak ingin diperburuk dengan munculnya komentar-komentar pemain berdasarkan pertanyaan wartawan,yang ujungnya malah memperburuk keadaan.
Dalam situs resminya,Juve hanya menegaskan sebuah pernyataan, “Change the record”atau perbaiki catatan rekor.Meski tak mencantumkan komentar resmi,pernyataan ini menegaskan bahwa Juve ingin mencapai catatan prestisius dengan menumbangkan Inter dan meraih kemenangan ke-50 di kompetisi liga lokal secara beruntun.
Menurut laporan Republik.it,suasana latihan rutin Le Zebre,julukan lain Juve, berjalan normal.Andrea Pirlo dan Arturo Vidal tampak melakukan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki bersama punggawa lainnya.
Seusai latihan, manajemen Juve yang diwakili pemilik klub Andrea Agneli tampak menghadiri latihan itu dan berbincang-bincang dengan pemain dan suksesor Pelatih Antonio Conte,Massimo Carrera. Menurut sejumlah media massa di Italia,kemungkinan besar Juve akan tetap menggunakan strategi dan teknis bermain sama seperti yang diwariskan Conte musim lalu,yaitu sebisa mungkin menguasai pertandingan dan tidak bergantung kepada penyerang.
Meski menjadi salah satu tim tersubur di Italia musim ini bersama AS Roma dengan kemasan 22 gol,Juve tak mencantumkan satu nama pemain dominan dalam daftar pencetak gol. Hampir seluruh lapisan punggawa Juve dituntut mencetak gol ke gawang lawan.Hanya Pirlo dan Vidal yang dituntut mengendalikan permainan secara bergantian.
Jika Pirlo menyerang, Vidal bertahan.Begitu juga sebaliknya. Berkat kolektivitas tim ini pula Juve mendapat keuntungan tak mengalami kebuntuan gol karena mandulnya pemain di lini depan.
Sayang,jelang pertandingan krusial ini,isu kurang harmonis menerpa Juve. Lucio,mantan pemain bertahan Inter berdarah Brasil,dikabarkan mengeluh dan memutuskan hengkang dari Juventus Stadium karena tidak kunjung mendapatkan posisi utama dalam skuad.
Meski begitu,Juventus tak terpengaruh.Mereka siap tampil solid demi mempertahankan reputasi mereka sebagai tim tak terkalahkan di 50 pertandingan. Terpenting,mereka tak mau kehilangan momen ini.
Mereka siap membungkam Inter dengan segenap kekuatan mereka. Sementara itu,terkait kontroversi kepemimpinan wasit di liga Inggris (Chelsea versus Manchester City) dan liga Italia (Juventus kontra Catania), Presiden UEFA Michel Platini menegaskan bahwa penggunaan alat bantu teknologi dalam lapangan masih akan diuji dan dipertimbangkan kembali.Sebab,dengan menggunakan lima wasit dalam satu pertandingan pun telah cukup menjanjikan.
“Jika kami akan menggunakan bantuan teknologi,kami juga harus memutuskan bantuan untuk offside, tendangan bebas,dan tendangan pojok. Sebab,wasit bisa saja salah dalam setiap saat,”pungkas Platini,dilansir Football Italia.
(wbs)