Lima berupaya membentuk atlet intelektual
Sabtu, 03 November 2012 - 18:47 WIB
Lima berupaya membentuk atlet intelektual
A
A
A
Sindonews.com – Gelaran Liga Mahasiswa (Lima) 2012 diharapkan dapat memberi angin segar bagi dunia olahraga Indonesia. Terlebih masih carut-marutnya beberapa cabang olahraga di negeri ini, baik dari segi kepengurusan, prestasi, pembinaan atlet usia dini, hingga pendukung. Diawali dengan olahragawan yang berasal dari kalangan mahasiswa, setiap pertandingan yang digelar, baik di Lima maupun event umum diharapkan lebih bermutu.
Atlet-atlet dari kalangan mahasiswa harus mampu membuktikan bahwa dengan status intelektual yang disandang, mereka dapat unggul dalam segi psikologis, termasuk pengendalian emosi. “Seorang atlet itu, idealnya tidak hanya memiliki skill olahraga yang bagus, tapi juga punya kemampuan intelektual yang mumpuni. Sebagai mahasiswa, saya percaya mereka memiliki kecerdasan tersendiri. Sehingga saat bertanding, para atlet ini tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tapi juga psikis. Tanpa bermaksud mengesampingkan atlet lain, itulah nilai tambah yang kami cari. Karena hal ini yang sepertinya dibutuhkan Indonesia untuk lebih memajukan dunia olahraganya,” ujar Operations Panitia Pelaksana Lima, Dwui Eriano di Bandung, Sabtu (3/11).
Melihat fenomena tersebut, ujar Dwui, Lima memiliki kesempatan untuk memberi sumbangsih pada dunia olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional. Para pengurus cabang olahraga, bisa mendapat tambahan referensi dalam memilih atlet untuk event-event olah raga yang diikutinya. Di sisi lain, kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi pun bisa unjuk kemampuan. “Jadi nantinya pemilihan atlet untuk Pekan Olah Raga Daerah (Porda), Pekan Olah Raga Nasional (PON), atau kejuaraan lainnya, bisa mempertimbangkan untuk merekrut atlet dari tim perguruan tinggi. Bukan hanya klub-klub umum seperti yang kebanyakan terjadi sekarang,” kata Dwui.
Manfaat yang diperoleh dari Lima, juga tidak hanya terasa dalam dunia olahraga saja. Kalangan pendidikan pun patut bersyukur dengan adanya kejuaraan ini. Salah satu permasalahan dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah tawuran antarpelajar. Problem tersebut juga diharapkan bisa terkurangi dengan semakin banyaknya kegiatan positif seperti event olah raga. “Di usia pelajar, termasuk mahasiswa, ada kelebihan energi dan semangat yang dimiliki. Jika tidak diolah dengan baik, justru akan disalurkan kepada hal-hal negatif seperti tawuran dan lain sebagainya. Di sisi lain, masih ada keterbatasan untuk mengelola potensi para pemuda ini, sehingga jika semakin banyak event olah raga, termasuk kegiatan positif lainnya, diharapkan masalah-masalah pendidikan juga ikut terkurangi,” tuturnya.
Sementara itu, pada lanjutan Liga Mahasiswa Bola Basket wilayah Jawa Barat, tim unggulan putera dari Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) semakin perkasa dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut. Di pekan kedua ini, sang juara musim lalu tersebut menekuk tim Universitas Padjadjaran dengan skor telak 92-31. Selama pertandingan, ITHB terus mengurung lawannya. Bahkan Unpad tidak mendapat kesempatan menang di empat kuarter yang dijalani.
Tim putera Universitas Kristen Maranatha juga berhasil mengalahkan Institut Teknologi (IT) Telkom dengan kedudukan akhir 101-48. Melalui hasil tersebut, Universitas Kristen Maranatha kokoh di puncak klasemen, diikuti ITHB di posisi kedua klasemen. Kedua perguruan tinggi tersebut sama-sama mengumpulkan tiga poin kemenangan. Hasil lainnya di putaran kedua ini, tim putera Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor akhirnya memperoleh kemenangan perdana mereka di ajang Lima Bola Basket 2012. Mereka mengalahkan tim bulldozer Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dengan kedudukan 57-47.
Sedangkan dari kelas puteri, tim Universitas Padjadjaran (Unpad) mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen. Mereka tercatat selalu menang di empat pertandingan yang dijalani. Di pekan kedua ini, Unpad mampu menghajar ITHB dengan skor 82-17. Di pertandingan lain, tim puteri STIE Kesatuan Bogor memenangi laga melawan The Miracle Team dari Unikom dengan kedudukan 88-15. Tim Aligator dari Universitas Katolik Parahyangan juga menang telak atas tim puteri Universitas Widyatama dengan skor 127-6. Sementara laga antara Universitas Kristen Maranatha melawan IT Telkom berakhir dengan kedudukan 59-29.
Atlet-atlet dari kalangan mahasiswa harus mampu membuktikan bahwa dengan status intelektual yang disandang, mereka dapat unggul dalam segi psikologis, termasuk pengendalian emosi. “Seorang atlet itu, idealnya tidak hanya memiliki skill olahraga yang bagus, tapi juga punya kemampuan intelektual yang mumpuni. Sebagai mahasiswa, saya percaya mereka memiliki kecerdasan tersendiri. Sehingga saat bertanding, para atlet ini tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tapi juga psikis. Tanpa bermaksud mengesampingkan atlet lain, itulah nilai tambah yang kami cari. Karena hal ini yang sepertinya dibutuhkan Indonesia untuk lebih memajukan dunia olahraganya,” ujar Operations Panitia Pelaksana Lima, Dwui Eriano di Bandung, Sabtu (3/11).
Melihat fenomena tersebut, ujar Dwui, Lima memiliki kesempatan untuk memberi sumbangsih pada dunia olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional. Para pengurus cabang olahraga, bisa mendapat tambahan referensi dalam memilih atlet untuk event-event olah raga yang diikutinya. Di sisi lain, kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi pun bisa unjuk kemampuan. “Jadi nantinya pemilihan atlet untuk Pekan Olah Raga Daerah (Porda), Pekan Olah Raga Nasional (PON), atau kejuaraan lainnya, bisa mempertimbangkan untuk merekrut atlet dari tim perguruan tinggi. Bukan hanya klub-klub umum seperti yang kebanyakan terjadi sekarang,” kata Dwui.
Manfaat yang diperoleh dari Lima, juga tidak hanya terasa dalam dunia olahraga saja. Kalangan pendidikan pun patut bersyukur dengan adanya kejuaraan ini. Salah satu permasalahan dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah tawuran antarpelajar. Problem tersebut juga diharapkan bisa terkurangi dengan semakin banyaknya kegiatan positif seperti event olah raga. “Di usia pelajar, termasuk mahasiswa, ada kelebihan energi dan semangat yang dimiliki. Jika tidak diolah dengan baik, justru akan disalurkan kepada hal-hal negatif seperti tawuran dan lain sebagainya. Di sisi lain, masih ada keterbatasan untuk mengelola potensi para pemuda ini, sehingga jika semakin banyak event olah raga, termasuk kegiatan positif lainnya, diharapkan masalah-masalah pendidikan juga ikut terkurangi,” tuturnya.
Sementara itu, pada lanjutan Liga Mahasiswa Bola Basket wilayah Jawa Barat, tim unggulan putera dari Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) semakin perkasa dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut. Di pekan kedua ini, sang juara musim lalu tersebut menekuk tim Universitas Padjadjaran dengan skor telak 92-31. Selama pertandingan, ITHB terus mengurung lawannya. Bahkan Unpad tidak mendapat kesempatan menang di empat kuarter yang dijalani.
Tim putera Universitas Kristen Maranatha juga berhasil mengalahkan Institut Teknologi (IT) Telkom dengan kedudukan akhir 101-48. Melalui hasil tersebut, Universitas Kristen Maranatha kokoh di puncak klasemen, diikuti ITHB di posisi kedua klasemen. Kedua perguruan tinggi tersebut sama-sama mengumpulkan tiga poin kemenangan. Hasil lainnya di putaran kedua ini, tim putera Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor akhirnya memperoleh kemenangan perdana mereka di ajang Lima Bola Basket 2012. Mereka mengalahkan tim bulldozer Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dengan kedudukan 57-47.
Sedangkan dari kelas puteri, tim Universitas Padjadjaran (Unpad) mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen. Mereka tercatat selalu menang di empat pertandingan yang dijalani. Di pekan kedua ini, Unpad mampu menghajar ITHB dengan skor 82-17. Di pertandingan lain, tim puteri STIE Kesatuan Bogor memenangi laga melawan The Miracle Team dari Unikom dengan kedudukan 88-15. Tim Aligator dari Universitas Katolik Parahyangan juga menang telak atas tim puteri Universitas Widyatama dengan skor 127-6. Sementara laga antara Universitas Kristen Maranatha melawan IT Telkom berakhir dengan kedudukan 59-29.
(nug)