Theresiana 1 gagal sadingkan gelar juara
Minggu, 04 November 2012 - 17:11 WIB
Theresiana 1 gagal sadingkan gelar juara
A
A
A
Sindonews.com - Tim basket Putri SMA Theresiana 1 tampil sebagai juara dalam kejuaraan basket antar SMA Rhema Cup 5, setelah berhasil menumbangkan tim putri SMA Tarcisius dengan skor akhir 55-8.
Pertandingan babak final yang digelar di Knight stadium Jalan Arteris Yos Sudarso Semarang, Sabtu (3/11) malam berlangsung cukup sengit.
Sejak menit awal pertandingan, Tim SMA Theresiana 1 yang dipimpin Martha langsung menggebrak dengan serangan ke jatung pertahanan lawan. Anak SMA Theresian 1 yang dengan pelatih Arif ini mengakhir quarter pertama dengan skot 1-13.
Memasuki quarter ke dua, anak-anak SMA Tarcisus mulai mampu mengembangkan permainan, namun, mereka tidak mampu berbuat banyak dan hanya mampu menutup quarter kedua dengan skor 6-27.
Pada quarter ketiga dan keempat, Putri Theresiana justru semakin trengginas. Martha Cs, terus melakukan serang cepat yang membuat anak-anak SMA Tarcisus yang dipimpin Silvia Puji, makin tenggelam.
Pada dua quarter akhir ini putri Theresiana bermain 0gemilang dengan skor menutup quarter ketiga dengan skor 6-51 dan memungkasi quarter keempat dengan skor 55-8.
Sementara itu, juara 3 kelompok putri diperoleh SMK YSKI, yang berhasil menumbangkan SMA Sedes, dengan skor akhir 21-18 untuk SMK YSKI.
Dipertandingan final putra, yang mempertemukan SMA Theresiana 1 dengan SMA Terang Bangsa mempertontonkan pertandingan cukup sengit. SMA Theresiana 1 yang berambisi mengawinkan gelar juara, tampil all out.
Namun, meski tampil all out, permainan anak-anak asuhan Arif ini kurang begitu gemilang.
Tim putra Theresiana 1 harus mengakui keunggulan SMA Terang Bangsa dengan skor akhir 84-51. Kekalahan itu memupuskan harapan anak-anak Theresiana 1 untuk mengawinkan gelar juara.
Selama empat quarter, permainan kedua tim tampak sama-sama ngotot untuk menjadi juara. Tingginya tensi pertandingan, mengakibatkan sering terjadi benturan-benturan keras antara pemain.
Kedua tim sebenarnya memiliki kualitas yang merata, hanya saja tim SMA Theresiana 1 yang dipimpin oleh Liem Indra lemah dalam penyelesaian akhirnya. Meski berkali-kali berhasil menerobos pertahanan SMA Terang Bangsa, namun sering gagal memanfaatkan peluang.
Berbeda dengan tim SMA Terang Bangsa, sejak quarter pertama mampu menunjukan permaian yang apik dengan penyelesaian akhir yang maksimal.
Pada quarter pertama SMA Terang Bangsa yang dipimpin Afung unggul dengan skor 20-8.
Afung yang merupakan spesialis tembakan tree point, berkali-kali sukses mengeksekusi bola dan semakin memperjauh jarak anggka dari tim lawan.
Meski kedua tim sama-sama saling menyerang, namun hingga quarter keempat berakhir anak-anak SMA Thresiana tak mampu menggungguli poin yang dikumpulkan Terang Bangsa. Quarter keempat ditutup dengan skor akhir 84-51 dan mengantarkan Terang Bangsa mengangkat tropi juara.
Pelatih SMA Terang Bangsa Frans Wisnu mengaku, meski timnya meraih kemenangan namun, permaian Afung dkk kurang memuaskan.
Menurutnya, anak-anak asuhnya masih sering melakukan kesalahan-kesalahan sehingga memberikan kesempatan tim lawan untuk meneroban benteng pertahanan dan berhasil mencetak angka.
“Saya bangga anak-anak mampu menjadi juara tetapi secara permainan kami belum puas karena anak-anak masih banyak kesalahan seperti turn over, dan komunikasi masih kurang,” katanya.
Manajer event Carmela Yuliawati mengatakan, event kejuaraan Basket antar SMA Rhema cup 5 sebenarnya digelar setiap tahun, namun sejak 2005 baru tahun ini bisa kembali dilaksanakan. "Kejuaraan kali ini cukup sukses meski sudah lama tidak digelar, terbukti cukup banyak SMA yang ambil bagian," katanya.
Dikatakan Carmela, menurut rencana Rhema cup akan kembali digelar setiap tahun, sebagai ajang pembinaan tiap sekolah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan timnya."Olah raga basket salah satu olah raga yang digemari anak-anak muda. Sehinga selain untuk pembinaan juga bisa dijadikan ajang untuk meningkatkan minat anak muda terhadap dunia olah raga," jelasnya.
Pertandingan babak final yang digelar di Knight stadium Jalan Arteris Yos Sudarso Semarang, Sabtu (3/11) malam berlangsung cukup sengit.
Sejak menit awal pertandingan, Tim SMA Theresiana 1 yang dipimpin Martha langsung menggebrak dengan serangan ke jatung pertahanan lawan. Anak SMA Theresian 1 yang dengan pelatih Arif ini mengakhir quarter pertama dengan skot 1-13.
Memasuki quarter ke dua, anak-anak SMA Tarcisus mulai mampu mengembangkan permainan, namun, mereka tidak mampu berbuat banyak dan hanya mampu menutup quarter kedua dengan skor 6-27.
Pada quarter ketiga dan keempat, Putri Theresiana justru semakin trengginas. Martha Cs, terus melakukan serang cepat yang membuat anak-anak SMA Tarcisus yang dipimpin Silvia Puji, makin tenggelam.
Pada dua quarter akhir ini putri Theresiana bermain 0gemilang dengan skor menutup quarter ketiga dengan skor 6-51 dan memungkasi quarter keempat dengan skor 55-8.
Sementara itu, juara 3 kelompok putri diperoleh SMK YSKI, yang berhasil menumbangkan SMA Sedes, dengan skor akhir 21-18 untuk SMK YSKI.
Dipertandingan final putra, yang mempertemukan SMA Theresiana 1 dengan SMA Terang Bangsa mempertontonkan pertandingan cukup sengit. SMA Theresiana 1 yang berambisi mengawinkan gelar juara, tampil all out.
Namun, meski tampil all out, permainan anak-anak asuhan Arif ini kurang begitu gemilang.
Tim putra Theresiana 1 harus mengakui keunggulan SMA Terang Bangsa dengan skor akhir 84-51. Kekalahan itu memupuskan harapan anak-anak Theresiana 1 untuk mengawinkan gelar juara.
Selama empat quarter, permainan kedua tim tampak sama-sama ngotot untuk menjadi juara. Tingginya tensi pertandingan, mengakibatkan sering terjadi benturan-benturan keras antara pemain.
Kedua tim sebenarnya memiliki kualitas yang merata, hanya saja tim SMA Theresiana 1 yang dipimpin oleh Liem Indra lemah dalam penyelesaian akhirnya. Meski berkali-kali berhasil menerobos pertahanan SMA Terang Bangsa, namun sering gagal memanfaatkan peluang.
Berbeda dengan tim SMA Terang Bangsa, sejak quarter pertama mampu menunjukan permaian yang apik dengan penyelesaian akhir yang maksimal.
Pada quarter pertama SMA Terang Bangsa yang dipimpin Afung unggul dengan skor 20-8.
Afung yang merupakan spesialis tembakan tree point, berkali-kali sukses mengeksekusi bola dan semakin memperjauh jarak anggka dari tim lawan.
Meski kedua tim sama-sama saling menyerang, namun hingga quarter keempat berakhir anak-anak SMA Thresiana tak mampu menggungguli poin yang dikumpulkan Terang Bangsa. Quarter keempat ditutup dengan skor akhir 84-51 dan mengantarkan Terang Bangsa mengangkat tropi juara.
Pelatih SMA Terang Bangsa Frans Wisnu mengaku, meski timnya meraih kemenangan namun, permaian Afung dkk kurang memuaskan.
Menurutnya, anak-anak asuhnya masih sering melakukan kesalahan-kesalahan sehingga memberikan kesempatan tim lawan untuk meneroban benteng pertahanan dan berhasil mencetak angka.
“Saya bangga anak-anak mampu menjadi juara tetapi secara permainan kami belum puas karena anak-anak masih banyak kesalahan seperti turn over, dan komunikasi masih kurang,” katanya.
Manajer event Carmela Yuliawati mengatakan, event kejuaraan Basket antar SMA Rhema cup 5 sebenarnya digelar setiap tahun, namun sejak 2005 baru tahun ini bisa kembali dilaksanakan. "Kejuaraan kali ini cukup sukses meski sudah lama tidak digelar, terbukti cukup banyak SMA yang ambil bagian," katanya.
Dikatakan Carmela, menurut rencana Rhema cup akan kembali digelar setiap tahun, sebagai ajang pembinaan tiap sekolah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan timnya."Olah raga basket salah satu olah raga yang digemari anak-anak muda. Sehinga selain untuk pembinaan juga bisa dijadikan ajang untuk meningkatkan minat anak muda terhadap dunia olah raga," jelasnya.
(wbs)