Kepercayaan diri Janowicz semakin bertambah
Senin, 05 November 2012 - 04:22 WIB
Kepercayaan diri Janowicz semakin bertambah
A
A
A
Sindonews.com - Turnamen Paris Masters tahun ini dikejutkan dengan penampilan fenomenal petenis kualifikasi Jerzy Janowicz dari Polandia. Meskipun gagal meraih gelar juara, setelah kalah dari David Ferrer di laga pamungkas, namun kiprah petenis dengan tinggi badan 203 cm selama minggu ini sungguh di luar dugaan.
Dua petenis peserta Final Tur ATP pun berhasil ia jungkalkan. Korban pertamanya adalah juara Olimpiade 2012 asal Inggris Raya, Andy Murray. Petenis peringkat tiga dunia itu disingkirkannya di babak ketiga. Selanjutnya, andalan Serbia peringkat sembilan dunia, Janko Tipsarevic, gagal melangkah ke semifinal setelah dikandaskan Janowicz, yang sebelumnya hanya menempati peringkat 69 dunia (namun kini sudah naik ke posisi 26 dunia).
"Setiap lawan dalam minggu ini benar-benar lawan yang sulit, namun hari ini (melawan Ferrer), tidak, saya sudah sangat kelelahan. Saya benar-benar hampir kehabisan tenaga. Seperti yang pernah saya katakan, tiga malam terakhir saya tidak tidur banyak, termasuk malam sebelum final," ungkap Janowicz, usai pertandingan final Paris Masters, seperti dikutip situs resmi Paris Masters, Senin dini hari (5/11).
Dia juga menambahkan bahwa dirinya kehilangan nafsu makan, sehingga pola makannnya tidak teratur. Namun, ia merasa sangat senang dengan hasil akhir yang ditorehkannya di turnamen ini.
"David (Ferrer) bermain dengan baik hari ini. Itu cukup baik untuk mengalahkan saya hari ini, tapi bagi dia sedikit lebih mudah karena dia menjalani pertandingan yang lebih sedikit. Ini adalah pertandingan kelimanya, sementara ini adalah pertandingan yang kedelapan yang harus saya jalani. Itulah letak perbedaanya," tutur petenis yang masuk ke babak utama Paris Masters melalui jalur kualifikasi ini.
Janowicz mengakui bahwa keberhasilannya mencapai babak final Paris Masters, membuatnya semakin percaya diri untuk menyongsong musim yang akan datang.
Sebelum pertandingan final digelar, terdapat prediksi yang menyatakan jika Janowicz bisa saja mengalahkan Ferrer, sebab Spanyol itu tidak sebagus Murray atau Djokovic. Namun, Janowicz menepis pendapat tersebut, ia memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Ferrer sangat merepotkannya, ia harus banyak berlari dan bergerak. "Dia sangat berpengalaman, tidak gugup sedikit pun. Dia terus bermain dengan cara yang sama di seluruh permainan," tegasnya.
Kesuksesan ini sepertinya akan menjadi hadiah ulang tahun yang paling istimewa bagi petenis kelahiran 31 November 1990 tersebut. Dan tentunya hadiah cek sebesar 235 ribu euro (sekitar Rp2,9 miliar) seharusnya bisa digunakan untuk merayakan hari ulang tahunnya, namun Janowicz lebih memilih beristirahat dan ia tidak tahu apakah akan merayakan ulang tahunnya atau tidak. "Saya pastinya akan beristirahat, dan dalam beberapa minggu saya sudah akan memulai mempersiapkan diri untuk musim baru," tandasnya.
Janowicz mengungkapkan bahwa dirinya akan lebih memilih berjuang memperbaiki peringkatnya. "Saya tidak akan perlu khawatir lagi dengan masalah uang, saya akan memiliki kesempatan untuk memperoleh ranking yang lebih baik."
Dua petenis peserta Final Tur ATP pun berhasil ia jungkalkan. Korban pertamanya adalah juara Olimpiade 2012 asal Inggris Raya, Andy Murray. Petenis peringkat tiga dunia itu disingkirkannya di babak ketiga. Selanjutnya, andalan Serbia peringkat sembilan dunia, Janko Tipsarevic, gagal melangkah ke semifinal setelah dikandaskan Janowicz, yang sebelumnya hanya menempati peringkat 69 dunia (namun kini sudah naik ke posisi 26 dunia).
"Setiap lawan dalam minggu ini benar-benar lawan yang sulit, namun hari ini (melawan Ferrer), tidak, saya sudah sangat kelelahan. Saya benar-benar hampir kehabisan tenaga. Seperti yang pernah saya katakan, tiga malam terakhir saya tidak tidur banyak, termasuk malam sebelum final," ungkap Janowicz, usai pertandingan final Paris Masters, seperti dikutip situs resmi Paris Masters, Senin dini hari (5/11).
Dia juga menambahkan bahwa dirinya kehilangan nafsu makan, sehingga pola makannnya tidak teratur. Namun, ia merasa sangat senang dengan hasil akhir yang ditorehkannya di turnamen ini.
"David (Ferrer) bermain dengan baik hari ini. Itu cukup baik untuk mengalahkan saya hari ini, tapi bagi dia sedikit lebih mudah karena dia menjalani pertandingan yang lebih sedikit. Ini adalah pertandingan kelimanya, sementara ini adalah pertandingan yang kedelapan yang harus saya jalani. Itulah letak perbedaanya," tutur petenis yang masuk ke babak utama Paris Masters melalui jalur kualifikasi ini.
Janowicz mengakui bahwa keberhasilannya mencapai babak final Paris Masters, membuatnya semakin percaya diri untuk menyongsong musim yang akan datang.
Sebelum pertandingan final digelar, terdapat prediksi yang menyatakan jika Janowicz bisa saja mengalahkan Ferrer, sebab Spanyol itu tidak sebagus Murray atau Djokovic. Namun, Janowicz menepis pendapat tersebut, ia memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Ferrer sangat merepotkannya, ia harus banyak berlari dan bergerak. "Dia sangat berpengalaman, tidak gugup sedikit pun. Dia terus bermain dengan cara yang sama di seluruh permainan," tegasnya.
Kesuksesan ini sepertinya akan menjadi hadiah ulang tahun yang paling istimewa bagi petenis kelahiran 31 November 1990 tersebut. Dan tentunya hadiah cek sebesar 235 ribu euro (sekitar Rp2,9 miliar) seharusnya bisa digunakan untuk merayakan hari ulang tahunnya, namun Janowicz lebih memilih beristirahat dan ia tidak tahu apakah akan merayakan ulang tahunnya atau tidak. "Saya pastinya akan beristirahat, dan dalam beberapa minggu saya sudah akan memulai mempersiapkan diri untuk musim baru," tandasnya.
Janowicz mengungkapkan bahwa dirinya akan lebih memilih berjuang memperbaiki peringkatnya. "Saya tidak akan perlu khawatir lagi dengan masalah uang, saya akan memiliki kesempatan untuk memperoleh ranking yang lebih baik."
(nug)