Skins gugat UCI Rp19,2 miliar
Senin, 05 November 2012 - 18:54 WIB
Skins gugat UCI Rp19,2 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Pemberitaan kasus doping yang melibatkan mantan juara tujuh kali Tour de France, Lance Arsmtrong tidak ada hentinya. Setelah sejumlah sponsor seperti Nike dan Oakley menghentikan gerojokan dana, kini giliran Skins (sebuah perusahaan pakaian dari Australia) menggugat UCI (Uni Balap Sepeda Internasional) untuk membayar denda sebesar USD2 juta atau setara dengan Rp19,2 miliar.
Keputusan itu dilakukan setelah Skins merasa tertipu dengan UCI mengenai kepercayaan masalah doping di dunia olahraga sepeda tersebut. Perusahaan pakaian itu telah lima tahun mensponsori Armstrong ketika merebut sejumlah gelar. Direktur Skins, Jaimie Fuller mengatakan Skins tidak akan lagi mendukung ketika mengetahui bahwa olahraga tersebut ternoda kasus doping.
"Kami tidak ingin mengambil risiko terlalu jauh ketika skandal doping di dunia olahraga sepeda telah tercemar dan saya merasa dikhianati oleh UCI terkait masalah tersebut. Pasalnya, UCI berusaha menyelamatkan kredibilitas," kata Fuller seperti dilansir ESPN, Senin (5/11/2012).
Sementara itu, pengacara Skins, Aguet mengakui bahwa presiden UCI Pat McQuaid dan mantan presiden Henricus Verbruggen berupaya untuk menyelesaikan kasus ini. Namun, pembalap sepeda asal Amerika Serikat tersebut telah menyebabkan hilangnya kepercayaan kepada dunia olahraga ini. Hal itu tentu saja sangat merugikan bagi para sponsor serta masyarakat yang menyukainya selama bertahun-tahun.
"Selain itu, laporan dari Badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA) telah membuktikan bahwa McQuaid dan Verbruggen telah gagal melindungi/memberantas masalah doping di dunia bersepeda ini,"pungkasnya seperti dikutip rte.ie.
Keputusan itu dilakukan setelah Skins merasa tertipu dengan UCI mengenai kepercayaan masalah doping di dunia olahraga sepeda tersebut. Perusahaan pakaian itu telah lima tahun mensponsori Armstrong ketika merebut sejumlah gelar. Direktur Skins, Jaimie Fuller mengatakan Skins tidak akan lagi mendukung ketika mengetahui bahwa olahraga tersebut ternoda kasus doping.
"Kami tidak ingin mengambil risiko terlalu jauh ketika skandal doping di dunia olahraga sepeda telah tercemar dan saya merasa dikhianati oleh UCI terkait masalah tersebut. Pasalnya, UCI berusaha menyelamatkan kredibilitas," kata Fuller seperti dilansir ESPN, Senin (5/11/2012).
Sementara itu, pengacara Skins, Aguet mengakui bahwa presiden UCI Pat McQuaid dan mantan presiden Henricus Verbruggen berupaya untuk menyelesaikan kasus ini. Namun, pembalap sepeda asal Amerika Serikat tersebut telah menyebabkan hilangnya kepercayaan kepada dunia olahraga ini. Hal itu tentu saja sangat merugikan bagi para sponsor serta masyarakat yang menyukainya selama bertahun-tahun.
"Selain itu, laporan dari Badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA) telah membuktikan bahwa McQuaid dan Verbruggen telah gagal melindungi/memberantas masalah doping di dunia bersepeda ini,"pungkasnya seperti dikutip rte.ie.
(aww)