Moggi: Inter pemenang yang buruk
Selasa, 06 November 2012 - 23:53 WIB
Moggi: Inter pemenang yang buruk
A
A
A
Sindonews.com - Luciano Moggi kembali menyuarakan kebencian k terhadap Inter Milan. Menurut mantan Direktur Umum Juventus itu menyindir kemenangan Inter 3-1 atas Juventus dalam laga Derby d'Italia, sebagai pemenang buruk.
Kekesalan Moggi terlontar kala pelatih Andrea Stramaccioni kurang menunjukkan rasa hormat kepada lawannya. Pria berusia 75 tahun itu menilai ucapan arogan Stramaccioni tak pantas apalagi dirinya belum memenangi gelar apa pun dalam karirnya.
’’Pada Sabtu malam, Juventus menunjukkan bahwa mereka mampu dikalahkan bahkan diakui bahwa Inter pantas untuk menang. Inter, di sisi lain, terbukti menjadi pemenang yang buruk. Mungkin mereka tidak terbiasa sebagai pemenang,” ujar Moggi dikutip Sportmole, Selasa (6/11/2012)
"(Andrea) Stramaccioni meninggalkan Stadion dan sudah berbicara tentang bagaimana Juventus telah memenangkan gelar ke- 28. Orang harus mengingatkan bahwa ia belum memenangkan sesuatu dan bahwa Juve tetap pertama dalam tabel Serie A,” paparnya.
Diketahui Moggi sendiri dikenal sebagai dalang dalam skandal yang terkuak pada 2006 atau yang terkenal dengan skandal Calciopoli. Dia divonis dengan larangan seumur hidup berkecimpung dalam dunia sepak bola karena perbuatannya yang menggegerkan dunia sepak bola Italia kala itu.
Kekesalan Moggi terlontar kala pelatih Andrea Stramaccioni kurang menunjukkan rasa hormat kepada lawannya. Pria berusia 75 tahun itu menilai ucapan arogan Stramaccioni tak pantas apalagi dirinya belum memenangi gelar apa pun dalam karirnya.
’’Pada Sabtu malam, Juventus menunjukkan bahwa mereka mampu dikalahkan bahkan diakui bahwa Inter pantas untuk menang. Inter, di sisi lain, terbukti menjadi pemenang yang buruk. Mungkin mereka tidak terbiasa sebagai pemenang,” ujar Moggi dikutip Sportmole, Selasa (6/11/2012)
"(Andrea) Stramaccioni meninggalkan Stadion dan sudah berbicara tentang bagaimana Juventus telah memenangkan gelar ke- 28. Orang harus mengingatkan bahwa ia belum memenangkan sesuatu dan bahwa Juve tetap pertama dalam tabel Serie A,” paparnya.
Diketahui Moggi sendiri dikenal sebagai dalang dalam skandal yang terkuak pada 2006 atau yang terkenal dengan skandal Calciopoli. Dia divonis dengan larangan seumur hidup berkecimpung dalam dunia sepak bola karena perbuatannya yang menggegerkan dunia sepak bola Italia kala itu.
(aww)