Marquez ingin belajar pada Pedrosa
Kamis, 08 November 2012 - 17:35 WIB
Marquez ingin belajar pada Pedrosa
A
A
A
Sindonews.com - Juara Moto2, Marc Marquez, berharap berbagi garasi di tim Honda dengan juara 21 seri MotoGP Dani Pedrosa bisa bermanfaat banyak bagi dirinya untuk menyesuaikan diri dengan cepat. Di musim 2013, Marquez akan pindah ke skuat Honda menggantikan Casey Stoner, yang menyatakan pensiun dari balap motor.
Marquez, yang memiliki kewarganegaraan Spanyol, tidak mau meremehkan tantangan melangkah ke dunia yang berbeda dari kelas utama. Selain harus beradaptasi dengan mesin yang lebih kuat dan pentingnya peningkatan strategi balapan, ia juga harus berkompetisi dengan Pedrosa dan juara tahun ini, Jorge Lorenzo.
Bermitra dengan rekan senegara seperti Pedrosa, Marquez, yang saat ini masih berusia 19 tahun, berharap hal itu bisa membantu mengurangi kekagetan di lingkungan baru. "Segera setelah saya memastikan diri ke MotoGP, itu akan menjadi keterkejutan tersendiri; untuk tenaga yang lebih besar, berat dan kompleks serta susunan elektronik yang lebih menonjol," tutur pembalap berusia 19 tahun itu kepada Motosprint, yang dikutip Autosport, kemarin (7/11).
"Saya akan mencoba untuk belajar dan tetap tenang. Saya beruntung karena saya akan bekerjasama dengan pembalap yang baik dan ahli. Dani (Pedrosa) telah menjadi idola saya dalam gaya menunggang motor balap."
Menurutnya, belakangan ini, Lorenzo dan Pedrosa benar-benar mengerikan ketika berada di trek balapan. "Kamu tidak boleh berkendara seperti yang anda lakukan di Moto2, di sana anda bertarung side-by-side sepanjang waktu."
"Di MotoGP setiap hal harus dilakukan pada waktu yang tepat. Jika kamu melakukan kesalahan, maka kamu membuang perlombaan. Strategi penting banyak diperlukan; kamu juga perlu memberikan yang terbaik dalam latihan, kamu jangan meninggalkan apapun dalam memperoleh kesempatan. Ini sangat serius, kamu perlu mempersiapkan diri dengan baik."
Marquez, yang memiliki kewarganegaraan Spanyol, tidak mau meremehkan tantangan melangkah ke dunia yang berbeda dari kelas utama. Selain harus beradaptasi dengan mesin yang lebih kuat dan pentingnya peningkatan strategi balapan, ia juga harus berkompetisi dengan Pedrosa dan juara tahun ini, Jorge Lorenzo.
Bermitra dengan rekan senegara seperti Pedrosa, Marquez, yang saat ini masih berusia 19 tahun, berharap hal itu bisa membantu mengurangi kekagetan di lingkungan baru. "Segera setelah saya memastikan diri ke MotoGP, itu akan menjadi keterkejutan tersendiri; untuk tenaga yang lebih besar, berat dan kompleks serta susunan elektronik yang lebih menonjol," tutur pembalap berusia 19 tahun itu kepada Motosprint, yang dikutip Autosport, kemarin (7/11).
"Saya akan mencoba untuk belajar dan tetap tenang. Saya beruntung karena saya akan bekerjasama dengan pembalap yang baik dan ahli. Dani (Pedrosa) telah menjadi idola saya dalam gaya menunggang motor balap."
Menurutnya, belakangan ini, Lorenzo dan Pedrosa benar-benar mengerikan ketika berada di trek balapan. "Kamu tidak boleh berkendara seperti yang anda lakukan di Moto2, di sana anda bertarung side-by-side sepanjang waktu."
"Di MotoGP setiap hal harus dilakukan pada waktu yang tepat. Jika kamu melakukan kesalahan, maka kamu membuang perlombaan. Strategi penting banyak diperlukan; kamu juga perlu memberikan yang terbaik dalam latihan, kamu jangan meninggalkan apapun dalam memperoleh kesempatan. Ini sangat serius, kamu perlu mempersiapkan diri dengan baik."
(nug)