Armstrong putus hubungan dengan Livestrong
Selasa, 13 November 2012 - 02:01 WIB
Armstrong putus hubungan dengan Livestrong
A
A
A
Sindonews.com - Lance Armstrong telah memutuskan hubungan formal dengan yayasan kanker yang didirikannya, Livestrong, untuk menghindari efek negatif dari seputar kontroversi tentang doping dalam karir bersepedanya, yang membuat tujuh gelar Tour De France miliknya dicabut. Demikian seperti yang diungkapkan Ketua Dewan Livestrong Jeff Garvey dalam pernyataannya baru-baru ini.
Armstrong diketahui mundur dari dewan direksi Livestrong pada 4 November lalu. Sebelumnya, ia juga sudah mengundurkan diri sebagai ketua yayasan amal untuk kanker itu pada 17 Oktober, namun ia masih duduk sebagai dewan. Meskipun demikian, juru bicara Livestrong, Katherine McLane, Senin (12/11), mengatakan bahwa Armstrong tetap menjadi inspirasi, dan masih sebagai pendonor terbesar dengan hampir USD7 juta atau sekitar Rp67,34 miliar sejak yayasan tersebut berdiri.
Sementara itu, menurut Garvey, Lance Armstrong memiliki peranan penting dalam mengubah cara dunia memandang orang yang terkena kanker. "Pengabdiannya dalam melayani korban kanker tetap tak tertandingi, dan selama 15 tahun, ia berkomitmen kepada dirinya untuk melayani para penderita kanker dengan segenap hatinya," tutur Garvey.
Armstrong diketahui mundur dari dewan direksi Livestrong pada 4 November lalu. Sebelumnya, ia juga sudah mengundurkan diri sebagai ketua yayasan amal untuk kanker itu pada 17 Oktober, namun ia masih duduk sebagai dewan. Meskipun demikian, juru bicara Livestrong, Katherine McLane, Senin (12/11), mengatakan bahwa Armstrong tetap menjadi inspirasi, dan masih sebagai pendonor terbesar dengan hampir USD7 juta atau sekitar Rp67,34 miliar sejak yayasan tersebut berdiri.
Sementara itu, menurut Garvey, Lance Armstrong memiliki peranan penting dalam mengubah cara dunia memandang orang yang terkena kanker. "Pengabdiannya dalam melayani korban kanker tetap tak tertandingi, dan selama 15 tahun, ia berkomitmen kepada dirinya untuk melayani para penderita kanker dengan segenap hatinya," tutur Garvey.
(nug)