Tanpa Ibrahimovic, PSG tak tajam
Selasa, 13 November 2012 - 09:43 WIB
Tanpa Ibrahimovic, PSG tak tajam
A
A
A
Sindonews.com - Absennya Zlatan Ibrahimovic karena menjalani hukuman kartu merah membuat daya dobrak Paris Saint Germain (PSG) jauh dari harapan. Bertamu ke Stade de la Mosson,markas Montpelllier,PSG ditahan imbang 1-1. Sialnya,PSG juga harus kehilangan Mamadou Sakho yang mendapat ”hadiah” kartu merah pada menit ke-10.
Meski bermain dengan 10 orang,PSG sempat memimpin pertandingan sejak menit ke-37 lewat lesakan gol bek sayap asal Brasil,Maxwell Andrade.Sayang,setelah itu,stamina dan faktor 10 pemain membuat Thiago Silva dkk tidak mampu mengembangkan permainan.Pada menit ke-60,gelandang serang Remy Cabella berhasil menyamakan skor.
Tepat pada menit ke-65,giliran pemain tengah Younes Belhanda yang diusir wasit. “Ini adalah permainan yang keras. Setelah kartu merah (Sakho),kami tetap menunjukkan banyak intensitas serangan, energi,dan organisasi permainan.Kami bermain sebagai sebuah tim.Hasilnya memang imbang.Namun,semangat tim sangat baik,”ungkap Carlo Ancelotti, dilansir Fox News.
Jika Ancelotti tidak menyoroti kinerja wasit yang memimpin pertandingan, Direktur Olahraga Leonardo mengungkapkan kekesalannya atas kinerja wasit Clement Turpin.Menurut Leonardo, kinerja wasit ini telah berkali-kali merusak pertandingan PSG.Pasalnya,Turpin adalah wasit yang pernah menghukum Ezequiel Lavezzi dan mengusir Ancelotti pada laga Ligue 1,beberapa waktu lalu. “Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan wasit.
Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan,jika mereka profesional. Saya hanya khawatir orang akan terlalu fokus kepada kami.Kami tidak meminta sesuatu yang istimewa.Kami hanya ingin mendapatkan wasit normal.Dia (Clement Turpin) adalah wasit yang mengusir Lavezzi dan Ancelotti saat melawan Ajaccio. Mungkin itu kebetulan,”tutur Leonardo.
Meski imbang dengan Les Paillades,PSG tetap bertengger di puncak klasemen sementara dengan poin 23 dari 12 pertandingan.Hal itu terjadi karena Olympique Marseille dan Olympique Lyon juga bermain imbang.Marseille ditahan imbang Nice 2-2 dan Lyon berbagi gol 1-1 dengan Sochaux. Di atas kertas,seharusnya Marseille mampu mengandaskan Nice.Namun, ternyata Nice memiliki semangat pantang menyerah.
Sempat unggul lewat gol Andre Ayew (40) dan Mathieu Valbuena (68),Nice mampu menyamakan kedudukan lewat Dario Cvitanich (51) dan Fabrice Abriel (88). Alhasil,Marseille harus puas di peringkat 2 dengan poin yang sama seperti Les Parisiens. Hanya,L’Ohememasih punya satu pertandingan tunda melawan Lyon. Satu pertandingan sisa inilah yang akan mengubah peta persaingan.Dengan minimal hasil imbang (apalagi menang), Marseille akan mengudeta posisi PSG.
Meski bermain dengan 10 orang,PSG sempat memimpin pertandingan sejak menit ke-37 lewat lesakan gol bek sayap asal Brasil,Maxwell Andrade.Sayang,setelah itu,stamina dan faktor 10 pemain membuat Thiago Silva dkk tidak mampu mengembangkan permainan.Pada menit ke-60,gelandang serang Remy Cabella berhasil menyamakan skor.
Tepat pada menit ke-65,giliran pemain tengah Younes Belhanda yang diusir wasit. “Ini adalah permainan yang keras. Setelah kartu merah (Sakho),kami tetap menunjukkan banyak intensitas serangan, energi,dan organisasi permainan.Kami bermain sebagai sebuah tim.Hasilnya memang imbang.Namun,semangat tim sangat baik,”ungkap Carlo Ancelotti, dilansir Fox News.
Jika Ancelotti tidak menyoroti kinerja wasit yang memimpin pertandingan, Direktur Olahraga Leonardo mengungkapkan kekesalannya atas kinerja wasit Clement Turpin.Menurut Leonardo, kinerja wasit ini telah berkali-kali merusak pertandingan PSG.Pasalnya,Turpin adalah wasit yang pernah menghukum Ezequiel Lavezzi dan mengusir Ancelotti pada laga Ligue 1,beberapa waktu lalu. “Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan wasit.
Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan,jika mereka profesional. Saya hanya khawatir orang akan terlalu fokus kepada kami.Kami tidak meminta sesuatu yang istimewa.Kami hanya ingin mendapatkan wasit normal.Dia (Clement Turpin) adalah wasit yang mengusir Lavezzi dan Ancelotti saat melawan Ajaccio. Mungkin itu kebetulan,”tutur Leonardo.
Meski imbang dengan Les Paillades,PSG tetap bertengger di puncak klasemen sementara dengan poin 23 dari 12 pertandingan.Hal itu terjadi karena Olympique Marseille dan Olympique Lyon juga bermain imbang.Marseille ditahan imbang Nice 2-2 dan Lyon berbagi gol 1-1 dengan Sochaux. Di atas kertas,seharusnya Marseille mampu mengandaskan Nice.Namun, ternyata Nice memiliki semangat pantang menyerah.
Sempat unggul lewat gol Andre Ayew (40) dan Mathieu Valbuena (68),Nice mampu menyamakan kedudukan lewat Dario Cvitanich (51) dan Fabrice Abriel (88). Alhasil,Marseille harus puas di peringkat 2 dengan poin yang sama seperti Les Parisiens. Hanya,L’Ohememasih punya satu pertandingan tunda melawan Lyon. Satu pertandingan sisa inilah yang akan mengubah peta persaingan.Dengan minimal hasil imbang (apalagi menang), Marseille akan mengudeta posisi PSG.
(wbs)