Uang tidak bisa beli tradisi dan sejarah sepakbola
Selasa, 13 November 2012 - 12:29 WIB
Uang tidak bisa beli tradisi dan sejarah sepakbola
A
A
A
Sindonews.com - Portiere nomor satu Juventus dan timnas Italia Gianluigi Buffon mencurahkan sedikit komentar mengenai fenomena Paris Saint-Germain. Menurutnya meskipun klub asal prancis itu mempunyai dana melimpah yang hamper tidak terbatas, tapi hal yang utama adalah bagaimana anda menghabiskannya untuk membangun skuad menjadi lebih baik.
Klub berjuluk Les Parisiens adalah salah satu kekuatan terkuat di dunia ekonomi dan menghabiskan sekitar hampir 100 juta euro sekira Rp 1,2 triliun di Italia musim panas ini. Dengan menandatangani Thiago Silva, Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi dan Marco Verratti.
Namun, Buffon menegaskan Parisien bahwa uang tidak dapat membeli anda tradisi dan sejarah dalam dunia sepakbola ini."PSG adalah klub beruntung, mereka memiliki banyak uang. Tapi, dalam sepak bola, yang terkaya tidak selalu menang,”terang dikutip football-italia, Selasa (13/11/2012)
"Beberapa klub memiliki lebih sedikit uang, namun mereka menghabiskan lebih baik dan sejarah klub juga menghitung. Mungkin dalam 50 tahun mereka akan berbicara tentang PSG lebih dari Barcelona, Real Madrid dan Juventus . Tapi tidak sekarang ,”ungkapnya.
Buffon dkk sendiri saat ini tengah mempersiapkan pertandingan melawan Perancis tengah pekan ini. Dia pun mengaku cukup bergairah bisa kembali berhadapan dengan mantan pelatih di Juventus yakni Didier Deschamps.
"Ini bukan kejutan untuk melihat dia sebagai manajer Perancis. Dia sudah mempunyai bakat menjadi pelatih saat masih aktif. Filosofi sepakbola tidak Italia, mengingat ia bermain di empat negara. Ia menempatkan yang terbaik dari pengalaman-pengalaman saat kini menjadi pelatih,”lanjutnya.
" Saya suka Karim Benzema dan Franck Ribery, tetapi mereka dapat melakukan lebih baik. Bagi saya, mereka memiliki kualitas dan potensi untuk mencapai tingkat Leo Messi dan Cristiano Ronaldo,”tandasnya.
Klub berjuluk Les Parisiens adalah salah satu kekuatan terkuat di dunia ekonomi dan menghabiskan sekitar hampir 100 juta euro sekira Rp 1,2 triliun di Italia musim panas ini. Dengan menandatangani Thiago Silva, Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi dan Marco Verratti.
Namun, Buffon menegaskan Parisien bahwa uang tidak dapat membeli anda tradisi dan sejarah dalam dunia sepakbola ini."PSG adalah klub beruntung, mereka memiliki banyak uang. Tapi, dalam sepak bola, yang terkaya tidak selalu menang,”terang dikutip football-italia, Selasa (13/11/2012)
"Beberapa klub memiliki lebih sedikit uang, namun mereka menghabiskan lebih baik dan sejarah klub juga menghitung. Mungkin dalam 50 tahun mereka akan berbicara tentang PSG lebih dari Barcelona, Real Madrid dan Juventus . Tapi tidak sekarang ,”ungkapnya.
Buffon dkk sendiri saat ini tengah mempersiapkan pertandingan melawan Perancis tengah pekan ini. Dia pun mengaku cukup bergairah bisa kembali berhadapan dengan mantan pelatih di Juventus yakni Didier Deschamps.
"Ini bukan kejutan untuk melihat dia sebagai manajer Perancis. Dia sudah mempunyai bakat menjadi pelatih saat masih aktif. Filosofi sepakbola tidak Italia, mengingat ia bermain di empat negara. Ia menempatkan yang terbaik dari pengalaman-pengalaman saat kini menjadi pelatih,”lanjutnya.
" Saya suka Karim Benzema dan Franck Ribery, tetapi mereka dapat melakukan lebih baik. Bagi saya, mereka memiliki kualitas dan potensi untuk mencapai tingkat Leo Messi dan Cristiano Ronaldo,”tandasnya.
(wbs)