Persiapan apa adanya, Indra rebut perak di Malaysia
Selasa, 13 November 2012 - 19:10 WIB
Persiapan apa adanya, Indra rebut perak di Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Atlet ski air andalan Sumatera Selatan Indra Hardinata kembali menorehkan prestasi Internasional pada Malaysia International Open 2012. Dia meraih perak di nomor slalom.
Dengan jumlah poin 39, Indra harus mengakui keunggulan Jarno, atlet dari Selandia Baru dengan selisih dua poin, 41 dan berhak atas medali emas. Sedangkan peringkat ketiga diperoleh Massaki, atlet dari Jepang dengan poin 30.
Dalam even yang digelar di Danau Tasik Putra Jaya, Malaysia, 9-11 November yang diikuti oleh 12 Negara di antaranya Selandia Baru, Kamboja dan Jepang itu, Indra beserta 12 atlet lainnya tersebut secara keseluruhan berhasil mempersembahkan 1 medali emas dari nomor trick putra atas nama Zaidi Putu, 2 medali perak dari Indra di nomor slalom dan Ade Hermana Kadir di nomor Jamping, serta 1 perunggu dari Umu Toyibatus Soliha di nomor slalom dan finish urutan ketiga.
Sedangkan untuk juara umum diraih atlet dari Selandia Baru dengan torehan 3 medali emas, 2 perak, 1 perak. Kemudian di posisi kedua direbut atlet dari Jepang dengan 2 emas, 3 perak, 2 perunggu.
Indra menjelaskan, dia dan Jarno memang sudah sering bertemu di berbagai ajang internasional. Dari tiga kali pertemuan, Jarno berhasil menang dua kali dalam kejuaraan di Malaysia. Tapi di Singapura, Indra berhasil membalasnya dan sukses menang atas Jarno.
"Persiapan kita memang kurang, karena turnamen kemarin itu terkesan mendadak dan baru dikasih tahu setelah PON. Tetapi saya bersyukur hanya selisih 2 poin saja. Apalagi jam terbang saya masih rendah dibandingkan Jarno, tapi dengan jadwal latihan yang lebih banyak, saya yakin ke depan bisa lebih baik lagi,"ungkapnya.
Selain persiapan yang kurang, pemuda asli Ogan Komering Ilir (OKI) Ini juga merasa sedikit kecewa dengan sikap PB PSAWI yang kurang memerhatikan mereka sebagai atlet baik itu saat akan berangkat hingga selesainya turnamen.
"Belum lagi kita hanya diberikan uang makan sebesar Rp500 Ribu selama di sana. Jadi kami makan sendiri-sendiri, dan harus sebisa mungkin berhemat agar uang makan itu cukup selama berada di Malaysia,"keluhnya.
Indra juga menuturkan, Ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti kejuaraan resmi IWWF, karena selama dia hanya sebatas mengikuti kejuaraan yang bersifat open turnamen saja. Jadi dari segi mental diakuinya lebih berat ketimbang turnamen open biasa.
Pelatih Ski Air Sumsel Imam Suadji, mengaku bangga dengan pencapaian yang berhasil diperoleh oleh Indra meskipun gagal meraih medali emas. Apalagi Indra mendapatkan medali tanpa adanya orientasi medan terlebih dahulu, sehingga tidak mengetahui dengan pasti spesifikasi lokasi tempat bertanding.
"Dengan latihan yang lebih giat, saya yakin kemampuan Indra akan terus meningkat. Hasil ini pastinya akan lebih menambah motivasi bagi dia untuk terus meningkatkan kualitasnya, apalagi dalam waktu dekat ini di Palembang akan diadakan kejuaraan dunia ski air dan wake board,"pungkasnya.
Dengan jumlah poin 39, Indra harus mengakui keunggulan Jarno, atlet dari Selandia Baru dengan selisih dua poin, 41 dan berhak atas medali emas. Sedangkan peringkat ketiga diperoleh Massaki, atlet dari Jepang dengan poin 30.
Dalam even yang digelar di Danau Tasik Putra Jaya, Malaysia, 9-11 November yang diikuti oleh 12 Negara di antaranya Selandia Baru, Kamboja dan Jepang itu, Indra beserta 12 atlet lainnya tersebut secara keseluruhan berhasil mempersembahkan 1 medali emas dari nomor trick putra atas nama Zaidi Putu, 2 medali perak dari Indra di nomor slalom dan Ade Hermana Kadir di nomor Jamping, serta 1 perunggu dari Umu Toyibatus Soliha di nomor slalom dan finish urutan ketiga.
Sedangkan untuk juara umum diraih atlet dari Selandia Baru dengan torehan 3 medali emas, 2 perak, 1 perak. Kemudian di posisi kedua direbut atlet dari Jepang dengan 2 emas, 3 perak, 2 perunggu.
Indra menjelaskan, dia dan Jarno memang sudah sering bertemu di berbagai ajang internasional. Dari tiga kali pertemuan, Jarno berhasil menang dua kali dalam kejuaraan di Malaysia. Tapi di Singapura, Indra berhasil membalasnya dan sukses menang atas Jarno.
"Persiapan kita memang kurang, karena turnamen kemarin itu terkesan mendadak dan baru dikasih tahu setelah PON. Tetapi saya bersyukur hanya selisih 2 poin saja. Apalagi jam terbang saya masih rendah dibandingkan Jarno, tapi dengan jadwal latihan yang lebih banyak, saya yakin ke depan bisa lebih baik lagi,"ungkapnya.
Selain persiapan yang kurang, pemuda asli Ogan Komering Ilir (OKI) Ini juga merasa sedikit kecewa dengan sikap PB PSAWI yang kurang memerhatikan mereka sebagai atlet baik itu saat akan berangkat hingga selesainya turnamen.
"Belum lagi kita hanya diberikan uang makan sebesar Rp500 Ribu selama di sana. Jadi kami makan sendiri-sendiri, dan harus sebisa mungkin berhemat agar uang makan itu cukup selama berada di Malaysia,"keluhnya.
Indra juga menuturkan, Ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti kejuaraan resmi IWWF, karena selama dia hanya sebatas mengikuti kejuaraan yang bersifat open turnamen saja. Jadi dari segi mental diakuinya lebih berat ketimbang turnamen open biasa.
Pelatih Ski Air Sumsel Imam Suadji, mengaku bangga dengan pencapaian yang berhasil diperoleh oleh Indra meskipun gagal meraih medali emas. Apalagi Indra mendapatkan medali tanpa adanya orientasi medan terlebih dahulu, sehingga tidak mengetahui dengan pasti spesifikasi lokasi tempat bertanding.
"Dengan latihan yang lebih giat, saya yakin kemampuan Indra akan terus meningkat. Hasil ini pastinya akan lebih menambah motivasi bagi dia untuk terus meningkatkan kualitasnya, apalagi dalam waktu dekat ini di Palembang akan diadakan kejuaraan dunia ski air dan wake board,"pungkasnya.
(aww)