KONI Jabar terima kembali si anak yang hilang
Selasa, 13 November 2012 - 20:19 WIB
KONI Jabar terima kembali si anak yang hilang
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat serius untuk menarik pulang atlet Jabar yang membela daerah lain. Syaratnya, si anak yang hilang ini harus memiliki tekad kuat membela dan memperkuat kontingen Jabar di PON XIX 2016.
Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina, menuturkan, bagi mereka yang tidak terbawa Pelatda Jabar maupun yang sempat membela provinsi lain, akan diberi kesempatan untuk kembali memperkuat Jabar dalam PON XIX Jabar 2016. Begitu juga denga Pengda-Pengda cabor di bawah naungan KONI Jabar juga harus proaktif menginventarisasi atletnya yang hengkang dari Jabar.
"Peluang dan kesempatan terbuka lebar untuk mereka atlet Jabar yang belum sempat membela Jabar. Kalau mereka ingin memperkuat Jabar, kenapa tidak. Kita tentu akan memberi kesempatan kepada mereka jika memang tekad mereka kuat untuk membela Jabar," tegasnya.
Menurut Lili, hingga saat ini sudah beberapa atlet dari sejumlah cabor yang sebelumnya memperkuat provinsi lain dan sekarang sudah menyatakan siap untuk kembali memperkuat Jabar dalam PON mendatang.
"Ada beberapa atlet dari beberapa cabor yang sudah datang ke sini untuk menyatakan kesiapan memperkuat Jabar dalam PON nanti. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada atlet Jabar yang masih ada di provinsi lain," ujarnya.
Dengan adanya dugaan tersebut, Lili berharap Pengda-Pengda setiap cabor ikut bergerak. Sebab Pengda yang lebih tahu kondisi dan seluk beluk atlet-atletnya tersebut. "Pengda lebih tahu atlet mana aja yang memperkuat provinsi lain, maupun atlet yang tidak terbawa ke Pelatda lalu, tapi memiliki tekad kuat untuk membela Jabar an berpotensi," ujarnya.
Sementara Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif menegaskan, pihaknya mengajak atlet Jabar yang memperkuat provinsi lain dalam PON sebelumnya, bukan suatu pembajakan. Namun lebih kepada atlet tersebut berdomisili atau bekerja di Jabar, apalagi atlet yang orang tuanya berada di Jabar.
"Program memanggil kembali atlet Jabar yang kemarin di PON membela daerah lain sangat beralasan. Mereka sejak dini dibina Jabar jadi tidak ada yang salah bila mereka kembali dan berprestasi untuk kampung halamannya," kata.
Menurut Azis, KONI Jabar menyambut baik siapapun atlet Jabar yang ingin kembali bergabung dan membela Jabar. Sebab sudah semestinya mereka memberikan prestasi untuk daerahnya sendiri.
Tapi Azis berharap atlet tersebut pindah dengan menempuh prosedur kepindahan dari daerah yang dibelanya di PON sebelumnya.
Meski mereka pernah tampil di PON lalu, Azis dengan tegas mengatakan para atlet tersebut tetap akan digembleng dan diseleksi lagi."Tidak ada jaminan bagi mereka jadi tim inti PON Jabar, mereka harus berjuang dulu melalui kejuaraan, seleksi dan penilaian lainnya," ujarnya.
Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina, menuturkan, bagi mereka yang tidak terbawa Pelatda Jabar maupun yang sempat membela provinsi lain, akan diberi kesempatan untuk kembali memperkuat Jabar dalam PON XIX Jabar 2016. Begitu juga denga Pengda-Pengda cabor di bawah naungan KONI Jabar juga harus proaktif menginventarisasi atletnya yang hengkang dari Jabar.
"Peluang dan kesempatan terbuka lebar untuk mereka atlet Jabar yang belum sempat membela Jabar. Kalau mereka ingin memperkuat Jabar, kenapa tidak. Kita tentu akan memberi kesempatan kepada mereka jika memang tekad mereka kuat untuk membela Jabar," tegasnya.
Menurut Lili, hingga saat ini sudah beberapa atlet dari sejumlah cabor yang sebelumnya memperkuat provinsi lain dan sekarang sudah menyatakan siap untuk kembali memperkuat Jabar dalam PON mendatang.
"Ada beberapa atlet dari beberapa cabor yang sudah datang ke sini untuk menyatakan kesiapan memperkuat Jabar dalam PON nanti. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada atlet Jabar yang masih ada di provinsi lain," ujarnya.
Dengan adanya dugaan tersebut, Lili berharap Pengda-Pengda setiap cabor ikut bergerak. Sebab Pengda yang lebih tahu kondisi dan seluk beluk atlet-atletnya tersebut. "Pengda lebih tahu atlet mana aja yang memperkuat provinsi lain, maupun atlet yang tidak terbawa ke Pelatda lalu, tapi memiliki tekad kuat untuk membela Jabar an berpotensi," ujarnya.
Sementara Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif menegaskan, pihaknya mengajak atlet Jabar yang memperkuat provinsi lain dalam PON sebelumnya, bukan suatu pembajakan. Namun lebih kepada atlet tersebut berdomisili atau bekerja di Jabar, apalagi atlet yang orang tuanya berada di Jabar.
"Program memanggil kembali atlet Jabar yang kemarin di PON membela daerah lain sangat beralasan. Mereka sejak dini dibina Jabar jadi tidak ada yang salah bila mereka kembali dan berprestasi untuk kampung halamannya," kata.
Menurut Azis, KONI Jabar menyambut baik siapapun atlet Jabar yang ingin kembali bergabung dan membela Jabar. Sebab sudah semestinya mereka memberikan prestasi untuk daerahnya sendiri.
Tapi Azis berharap atlet tersebut pindah dengan menempuh prosedur kepindahan dari daerah yang dibelanya di PON sebelumnya.
Meski mereka pernah tampil di PON lalu, Azis dengan tegas mengatakan para atlet tersebut tetap akan digembleng dan diseleksi lagi."Tidak ada jaminan bagi mereka jadi tim inti PON Jabar, mereka harus berjuang dulu melalui kejuaraan, seleksi dan penilaian lainnya," ujarnya.
(aww)