Forki kirim 10 atlet ke kejuaran dunia
Sabtu, 17 November 2012 - 10:37 WIB
Forki kirim 10 atlet ke kejuaran dunia
A
A
A
Sindonews.com - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) merencanakan untuk mengirim 10 atletnya ke Kejuaraan Dunia Karate (WKF), di Prancis, 21-24 November 2012. Kejuaraan ini dinilai sebagai salah satu sarana untuk mempersiapkan atlet jelang SEA Games Myanmar, 2013 mendatang.
"Para atlet yang mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) SEA Games akan bertanding dalam kejuaraan tersebut," tutur Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki, Djafar Djantang, seperti dilansir situs resmi Forki.
PB Forki sendiri sudah memulai Pelatnas sejak April 2012 lalu. Hal ini dianggap nekat karena belum ada dana dari pemerintah. Namun, hal itu tak terlalu dikhawatirkan oleh Ketua Umum PB Forki, Hendardji Soepandji. Justru, kata Hendardji, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program, termasuk menurunkan atlet untuk kejuaraan Piala Mendagri dan Piala Kasad yang akan digelar Februari 2013.
Hendardji juga mengatakan, atlet yang sudah ikut dalam pelatnas bukan berarti sudah pasti ikut ke SEA Games mendatang. "Kami menjalankan proses in-out, artinya ada tahap seleksi, bisa saja atlet pelatnas tergeser oleh non pelatnas, jika mereka kalah dalam kejuaraan,"jelasnya.
"Para atlet yang mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) SEA Games akan bertanding dalam kejuaraan tersebut," tutur Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki, Djafar Djantang, seperti dilansir situs resmi Forki.
PB Forki sendiri sudah memulai Pelatnas sejak April 2012 lalu. Hal ini dianggap nekat karena belum ada dana dari pemerintah. Namun, hal itu tak terlalu dikhawatirkan oleh Ketua Umum PB Forki, Hendardji Soepandji. Justru, kata Hendardji, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program, termasuk menurunkan atlet untuk kejuaraan Piala Mendagri dan Piala Kasad yang akan digelar Februari 2013.
Hendardji juga mengatakan, atlet yang sudah ikut dalam pelatnas bukan berarti sudah pasti ikut ke SEA Games mendatang. "Kami menjalankan proses in-out, artinya ada tahap seleksi, bisa saja atlet pelatnas tergeser oleh non pelatnas, jika mereka kalah dalam kejuaraan,"jelasnya.
(aww)