Bursa Ketum Pelti Jateng nihil peminat
Minggu, 18 November 2012 - 01:55 WIB
Bursa Ketum Pelti Jateng nihil peminat
A
A
A
Sindonews.com - Bursa pemilihan ketua umum (Ketum) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) Jawa Tengah tidak diminati. Terbukti pada Musyawarah Provinsi (Musprov), Sabtu (17/11), dengan agenda utama memilih ketua umum baru, tak ada satupun yang mengajukan diri sebagai ketua umum.
Dengan belum adanya calon ketua umum, Musprov tersebut akhirnya hanya bisa membetuk tim Formatur. Tim formatur inilah yang nantinya mencari figur Ketum Pelti Jateng menggantikan Kukrit Suryo Wicaksono. Wakil Ketua Pelti Jateng, Sukahar mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa calon yang akan diajukan untuk menjadi calon Ketum Pelti. Akan tetapi calon-calon tersebut kemudian mundur karena memiliki kesibukan yang cukup padat. “Beberapa yang dicalonkan terkendala waktu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga mereka mengundurkan diri,” katanya usai Musprov dikantor KONI Jateng, Sabtu (17/11).
Dia berharap, Ketum yang akan dipilih adalah sosok yang benar-benar peduli terhadap olahraga tenis, yang mau berjuang untuk memajukan olahraga itu. ”Kepengurusan lalu sudah baik, dan diharapkan, kedepan mampu membawa olah raga Tenis semakin baik,” imbuhnya.
Litbang Pelti Jateng, Tri Nurharsono, menambahkan, tim formatur yang sudah dibentuk terdiri dari tiga orang, yakni satu orang dari Pengda dan dua orang dari pengcab Kota Tegal dan Surakarta. “Tugas dari tim formatur ini adalah untuk mencari calon ketua umum yang bisa diandalkan,” jelasnya.
Dia menyebutkan ada beberapa syarat untuk calon ketua umum, diantarnya, diharapkan orang Jateng, berdinas di Kota Semarang (untuk memudahkan komunikasi), cinta terhadap tenis, bersedia membantu tenis. “Ketua yang sudah dipilih tim formatur ini akan dibawa ke siding formatur kemudian ditetapkan menjadi ketua umum,” tandasnya.
Dengan belum adanya calon ketua umum, Musprov tersebut akhirnya hanya bisa membetuk tim Formatur. Tim formatur inilah yang nantinya mencari figur Ketum Pelti Jateng menggantikan Kukrit Suryo Wicaksono. Wakil Ketua Pelti Jateng, Sukahar mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa calon yang akan diajukan untuk menjadi calon Ketum Pelti. Akan tetapi calon-calon tersebut kemudian mundur karena memiliki kesibukan yang cukup padat. “Beberapa yang dicalonkan terkendala waktu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga mereka mengundurkan diri,” katanya usai Musprov dikantor KONI Jateng, Sabtu (17/11).
Dia berharap, Ketum yang akan dipilih adalah sosok yang benar-benar peduli terhadap olahraga tenis, yang mau berjuang untuk memajukan olahraga itu. ”Kepengurusan lalu sudah baik, dan diharapkan, kedepan mampu membawa olah raga Tenis semakin baik,” imbuhnya.
Litbang Pelti Jateng, Tri Nurharsono, menambahkan, tim formatur yang sudah dibentuk terdiri dari tiga orang, yakni satu orang dari Pengda dan dua orang dari pengcab Kota Tegal dan Surakarta. “Tugas dari tim formatur ini adalah untuk mencari calon ketua umum yang bisa diandalkan,” jelasnya.
Dia menyebutkan ada beberapa syarat untuk calon ketua umum, diantarnya, diharapkan orang Jateng, berdinas di Kota Semarang (untuk memudahkan komunikasi), cinta terhadap tenis, bersedia membantu tenis. “Ketua yang sudah dipilih tim formatur ini akan dibawa ke siding formatur kemudian ditetapkan menjadi ketua umum,” tandasnya.
(nug)