Playoff IPL tidak jelas, PSIR kecam LPIS
Selasa, 20 November 2012 - 21:49 WIB
Playoff IPL tidak jelas, PSIR kecam LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen PSIR Rembang kecewa dengan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Mereka kecewa dengan tidak jelasnya jadwal babak playoff Indonesian Premier League (IPL). Meski pihak PT LPIS sudah mengumumkan jadwal playoff melalui media masa, yakni 26 November-2 Desember, namun hingga kini klub belum menerima pemberitahuan secara resmi.
Playoff IPL diikuti empat klub, yakni PSIR, Persbul Buol, PSLS Lhokseumawe, dan Bontang FC. Awalnya, playoff dijadwalkan pada 29 September. LPIS lalu mengundurkan jadwal menjadi 12-14 Oktober. Terakhir, jadwal playoff direncanakan 26 November, namun tempat penyelenggaraan juga belum jelas.
Manajer PSIR Rembang Siswanto mengaku cukup kecewa dengan pengelolaan IPL oleh PT LPIS. ”Sudah berapa kali babak playoff diundur, kali ini katanya 26 November mulai tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan secara resmi,” ujarnya.
Dia mengaku, dengan tidak adanya kejelasan dari PT LPIS terkait jadwal play off, sangat merugikan tim. Pasalnya, manajemen tidak bisa melakukan pembubabaran tim sejak kompetisi Divisi Utama yang berakhir Juli lalu. ”Padahal, selama persiapan juga menguras biaya yang tidak sedikit. Biaya untuk gaji dan operasional tim juga terus membengkak padahal musim ini mereka tak lagi memakai APBD,” katanya.
Menurutnya, di liga manapun seharusnya mekanisme promosi atau degradasi sudah ditetapkan sejak awal musim. Jika memang playoff digelar seharusnya ada mekanisme yang jelas.
Menurut Siswanto, pengelolaan liga yang dilakukan LPIS ini sangat aneh dan tidak efektif. “Jelas LPIS tidak efektif, tiga klub juara grup, yakni Persepar Kalteng, Pro Duta FC, dan Perseman Manokwari, sudah pasti mendapat tiket level satu, tetapi masih saja tetap dilakukan pertandingan,” tandasnya.
Terlepas dari buruknya manajemen LPIS, Siswanto mengaku masih berharap, kabar babak playoff yang rencanaya digelar 26 November tidak molor lagi. Diakuinya, PSIR saat ini hanya bisa menunggu regulasinya, yang jelas dari LPIS. ''Kami tidak bisa apa-apa, dan hanya bisa menunggu kejelasan,” katanya.
Playoff IPL diikuti empat klub, yakni PSIR, Persbul Buol, PSLS Lhokseumawe, dan Bontang FC. Awalnya, playoff dijadwalkan pada 29 September. LPIS lalu mengundurkan jadwal menjadi 12-14 Oktober. Terakhir, jadwal playoff direncanakan 26 November, namun tempat penyelenggaraan juga belum jelas.
Manajer PSIR Rembang Siswanto mengaku cukup kecewa dengan pengelolaan IPL oleh PT LPIS. ”Sudah berapa kali babak playoff diundur, kali ini katanya 26 November mulai tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan secara resmi,” ujarnya.
Dia mengaku, dengan tidak adanya kejelasan dari PT LPIS terkait jadwal play off, sangat merugikan tim. Pasalnya, manajemen tidak bisa melakukan pembubabaran tim sejak kompetisi Divisi Utama yang berakhir Juli lalu. ”Padahal, selama persiapan juga menguras biaya yang tidak sedikit. Biaya untuk gaji dan operasional tim juga terus membengkak padahal musim ini mereka tak lagi memakai APBD,” katanya.
Menurutnya, di liga manapun seharusnya mekanisme promosi atau degradasi sudah ditetapkan sejak awal musim. Jika memang playoff digelar seharusnya ada mekanisme yang jelas.
Menurut Siswanto, pengelolaan liga yang dilakukan LPIS ini sangat aneh dan tidak efektif. “Jelas LPIS tidak efektif, tiga klub juara grup, yakni Persepar Kalteng, Pro Duta FC, dan Perseman Manokwari, sudah pasti mendapat tiket level satu, tetapi masih saja tetap dilakukan pertandingan,” tandasnya.
Terlepas dari buruknya manajemen LPIS, Siswanto mengaku masih berharap, kabar babak playoff yang rencanaya digelar 26 November tidak molor lagi. Diakuinya, PSIR saat ini hanya bisa menunggu regulasinya, yang jelas dari LPIS. ''Kami tidak bisa apa-apa, dan hanya bisa menunggu kejelasan,” katanya.
(aww)