Tugas berat Satlak Jabar Kahiji
Selasa, 20 November 2012 - 23:45 WIB
Tugas berat Satlak Jabar Kahiji
A
A
A
Sindonews.com - KONI Jabar membentuk Satlak Jabar Kahiji. Tugas utama Satlak Jabar Kahiji itu untuk menyiapkan atlet pilihan untuk memenuhi ambisi membawa Jabar juara umum di PON XIX/2016.
Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina kepada menuturkan, satlak Jabar Kahiji sudah dibentuk beberapa waktu yang lalu. Meski anggotanya tidak sebanyak Satlak Prestasi sebelumnya. Namun menurutnya, saatnya nanti mendekati waktu gelaran PON XIX, kemungkinan akan ada penambahan personel sesuai dengan kebutuhan.
"Untuk saat ini Satlak dibentuk untuk kebutuhan teknis saja, tapi mendekati PON mungkin akan ditambah sesuai kebutuhan," katanya.
Menurut Lili, Satlak Jabar Kahiji yang dipimpin Djumara Frassad, sekarang sudah mulai bekerja dari mulai menyiapkan atlet hingga pembinaan. Untuk atlet yang akan masuk tim pelatda jabar, Pengda-Pengda sudah diminta menyeleksi atlet-atletnya.
"Pengda-Pengda sudah diminta segera menyeleksi atletnya. Apalagi KONI Jabar diawal tahun rencananya akan melakukan pelatda jangka panjang," ujarnya.
Selain kesiapan PON XIX Jabar, lanjut Lili, satlak ini juga kini tengah mempersiapkan para atlet yang akan turun di PON Remaja. Pasalnya keberhasilan Jabar meraih juara dua di perhelatan multi even itu tidak terlepas dari kerja keras tim Satlak.
"Satlak bertugas menyiapkan segala hal terkait PON remaja. Apalagi mereka yang berprestasi di PON remaja, bisa saja masuk ke tim pelatda PON XIX nanti. Keberhasilan Jabar menjadi runner up juga merupakan hasil kerja keras dari tim ini, " katanya.
Untuk mempersiapkan atletnya di ajang PON XIX 2016, KONI Jabar sudah melakukan gerakan dari sekarang. Selain melakukan program pelatda jangka panjang, KONI juga akan menambah pelatih Korsel untuk membina para atletnya nanti.
"Untuk pelatih Korea, bisa jadi akan melatih atlet untuk PON remaja. Para pelatih Korea rencananya datang dibulan Desember ini," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina menuturkan para pelatih Korsel rencanannya akan mulai datang bulan Desember 2012. Mereka akan langsung membuat program bersama para pelatih lokal.
"Programnya tentu disinkronisasikan dengan pelatih lokal. Makanya begitu datang, mereka akan membuat program bersama pelatih lokal hingga di awal tahun diharapkan pogram ini bisa berjalan," ujarnya.
Sedangkan Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif menuturkan, selepas PON XVIII/2012, pihaknya fokus untuk evaluasi dan inventarisasi atlet yang usianya masih memungkinkan bisa berlaga di PON 2016.
"Jumlah atlet muda yang masih bisa berlaga di PON 2016 masih cukup banyak, dan akan dipadu dengan atlet-atlet belia yang saat ini akan berlaga di PON Remaja 2013,"
Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina kepada menuturkan, satlak Jabar Kahiji sudah dibentuk beberapa waktu yang lalu. Meski anggotanya tidak sebanyak Satlak Prestasi sebelumnya. Namun menurutnya, saatnya nanti mendekati waktu gelaran PON XIX, kemungkinan akan ada penambahan personel sesuai dengan kebutuhan.
"Untuk saat ini Satlak dibentuk untuk kebutuhan teknis saja, tapi mendekati PON mungkin akan ditambah sesuai kebutuhan," katanya.
Menurut Lili, Satlak Jabar Kahiji yang dipimpin Djumara Frassad, sekarang sudah mulai bekerja dari mulai menyiapkan atlet hingga pembinaan. Untuk atlet yang akan masuk tim pelatda jabar, Pengda-Pengda sudah diminta menyeleksi atlet-atletnya.
"Pengda-Pengda sudah diminta segera menyeleksi atletnya. Apalagi KONI Jabar diawal tahun rencananya akan melakukan pelatda jangka panjang," ujarnya.
Selain kesiapan PON XIX Jabar, lanjut Lili, satlak ini juga kini tengah mempersiapkan para atlet yang akan turun di PON Remaja. Pasalnya keberhasilan Jabar meraih juara dua di perhelatan multi even itu tidak terlepas dari kerja keras tim Satlak.
"Satlak bertugas menyiapkan segala hal terkait PON remaja. Apalagi mereka yang berprestasi di PON remaja, bisa saja masuk ke tim pelatda PON XIX nanti. Keberhasilan Jabar menjadi runner up juga merupakan hasil kerja keras dari tim ini, " katanya.
Untuk mempersiapkan atletnya di ajang PON XIX 2016, KONI Jabar sudah melakukan gerakan dari sekarang. Selain melakukan program pelatda jangka panjang, KONI juga akan menambah pelatih Korsel untuk membina para atletnya nanti.
"Untuk pelatih Korea, bisa jadi akan melatih atlet untuk PON remaja. Para pelatih Korea rencananya datang dibulan Desember ini," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina menuturkan para pelatih Korsel rencanannya akan mulai datang bulan Desember 2012. Mereka akan langsung membuat program bersama para pelatih lokal.
"Programnya tentu disinkronisasikan dengan pelatih lokal. Makanya begitu datang, mereka akan membuat program bersama pelatih lokal hingga di awal tahun diharapkan pogram ini bisa berjalan," ujarnya.
Sedangkan Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif menuturkan, selepas PON XVIII/2012, pihaknya fokus untuk evaluasi dan inventarisasi atlet yang usianya masih memungkinkan bisa berlaga di PON 2016.
"Jumlah atlet muda yang masih bisa berlaga di PON 2016 masih cukup banyak, dan akan dipadu dengan atlet-atlet belia yang saat ini akan berlaga di PON Remaja 2013,"
(aww)