Pordasi Jabar geber kejurda berkuda
Selasa, 20 November 2012 - 23:57 WIB
Pordasi Jabar geber kejurda berkuda
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai bukti olahraga berkuda masih eksis di Jawa Barat, Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jabar rencananya akan menggelar Kejurda seri 1 di lapangan pacuan Kuda Arcamanik, 25 November 2012 mendatang.
Selain untuk eksistensi, kejuaraan itu juga digelar sebagai ajang seleksi untuk mempersiapkan Kejuaraan nasional dan tentunya dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jabar.
Sekum Pordasi Jabar, Jejen Rusdiyana menuturkan, even kejurda seri 1 ini akan diikuti semua Pengcab di bawah naungan Pordasi Jabar. Pengcab Pordasi yang berada di Jabar saat ini sebanyak 12 Pengcab.
"Kejuaraan ini akan diikuti semua Pengcab yang ada di Jabar, yaitu sekitar 12 Pengcab. Kita memprediksi jumlah pesertanya bisa mencapai lebih dari 100 peserta karena populasi bekuda kini semakin meningkat terutama didaerah-daerah," katanya.
Jejen menilai daerah yang paling berkembang dalam olahraga berkuda saat ini diantaranya Kab. Bandung Barat, Kota Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis dan Tasikmalaya. Menurut Jejen, kejurda ini dilakukan sebagai ajang seleksi bagi para atlet yang disiapkan untuk kejurnas tahun depan. Selain kejurda seri 1, untuk kejurda seri 2 rencananya akan digelar Di Pangandaran bulan Desember 2012 mendatang.
Selain ajang seleksi, lanjut Jejen, kejurda ini untuk menunjukan kepada pemerintah kalau olahraga berkuda masih eksis. Karenanya pemerintah memperhatikan rencana pembangunan Sport Jabar di Arcamanik sebelum ada sarana pengganti untuk berkuda.
"Makanya sebelum ada lahan pengganti, kita tetap pertahankan Arcamanik. Karena sarana berkuda bertarap nasional cuma ada di Arcamanik. Kalau Arcamanik dibangun tanpa ada lahan pengganti, para atlet latihan dimana," tegasya.
Sementara selain Kejurda, para atlet berkuda di Jabar, juga akan menghadapi Porda XII Bekasi 2014 cabor berkuda. Meski Porda di Bekasi, untuk cabor berkuda kemungkinan dilakukan di Kab. Bogor karena di Bekasi belum ada venue berkuda.
"Di Bekasi belum ada venue berkuda. Makanya kemungkinan akan dipindahkan ke Kab. Bogor. Kalaupun membangun venue berkuda di Bekasi, sepertinya tidak mungkin karena membutuhkan anggaran yang cukup besar," katanya.
Dalam Porda Bekasi nanti, lanjut Jejen, kemungkinan nomor yang dipertandingkan tidak akan tiga nomor. Rencananya di Porda Bekasi nanti akan ada penambahan nomor tiga sampai lima nomor karena banyak atlet junior yang akan tampil.
Jejen berharap dengan adanya kejuaraan ini pemerintah bisa melek terhadap antusias masyarakat berkuda untuk menjunjung prestasi. Sehingga pemerintah mengerti mengapa saat ini Pordasi Jabar tetap mempertahankan Arcamanik sebelum ada pengganti pacuan yang pasti untuk berkuda.
''Saya harapkan dengan adanya kejuaraan ini, melihat antusias atlet berkuda, pemerintah bisa melek terhadap eksistensi dan prestsi olahraga berkuda Jawa Barat,”teagsnya.
Selain untuk eksistensi, kejuaraan itu juga digelar sebagai ajang seleksi untuk mempersiapkan Kejuaraan nasional dan tentunya dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jabar.
Sekum Pordasi Jabar, Jejen Rusdiyana menuturkan, even kejurda seri 1 ini akan diikuti semua Pengcab di bawah naungan Pordasi Jabar. Pengcab Pordasi yang berada di Jabar saat ini sebanyak 12 Pengcab.
"Kejuaraan ini akan diikuti semua Pengcab yang ada di Jabar, yaitu sekitar 12 Pengcab. Kita memprediksi jumlah pesertanya bisa mencapai lebih dari 100 peserta karena populasi bekuda kini semakin meningkat terutama didaerah-daerah," katanya.
Jejen menilai daerah yang paling berkembang dalam olahraga berkuda saat ini diantaranya Kab. Bandung Barat, Kota Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis dan Tasikmalaya. Menurut Jejen, kejurda ini dilakukan sebagai ajang seleksi bagi para atlet yang disiapkan untuk kejurnas tahun depan. Selain kejurda seri 1, untuk kejurda seri 2 rencananya akan digelar Di Pangandaran bulan Desember 2012 mendatang.
Selain ajang seleksi, lanjut Jejen, kejurda ini untuk menunjukan kepada pemerintah kalau olahraga berkuda masih eksis. Karenanya pemerintah memperhatikan rencana pembangunan Sport Jabar di Arcamanik sebelum ada sarana pengganti untuk berkuda.
"Makanya sebelum ada lahan pengganti, kita tetap pertahankan Arcamanik. Karena sarana berkuda bertarap nasional cuma ada di Arcamanik. Kalau Arcamanik dibangun tanpa ada lahan pengganti, para atlet latihan dimana," tegasya.
Sementara selain Kejurda, para atlet berkuda di Jabar, juga akan menghadapi Porda XII Bekasi 2014 cabor berkuda. Meski Porda di Bekasi, untuk cabor berkuda kemungkinan dilakukan di Kab. Bogor karena di Bekasi belum ada venue berkuda.
"Di Bekasi belum ada venue berkuda. Makanya kemungkinan akan dipindahkan ke Kab. Bogor. Kalaupun membangun venue berkuda di Bekasi, sepertinya tidak mungkin karena membutuhkan anggaran yang cukup besar," katanya.
Dalam Porda Bekasi nanti, lanjut Jejen, kemungkinan nomor yang dipertandingkan tidak akan tiga nomor. Rencananya di Porda Bekasi nanti akan ada penambahan nomor tiga sampai lima nomor karena banyak atlet junior yang akan tampil.
Jejen berharap dengan adanya kejuaraan ini pemerintah bisa melek terhadap antusias masyarakat berkuda untuk menjunjung prestasi. Sehingga pemerintah mengerti mengapa saat ini Pordasi Jabar tetap mempertahankan Arcamanik sebelum ada pengganti pacuan yang pasti untuk berkuda.
''Saya harapkan dengan adanya kejuaraan ini, melihat antusias atlet berkuda, pemerintah bisa melek terhadap eksistensi dan prestsi olahraga berkuda Jawa Barat,”teagsnya.
(aww)