Gugup, dua karateka Indonesia gagal di hari pertama
Kamis, 22 November 2012 - 15:57 WIB
Gugup, dua karateka Indonesia gagal di hari pertama
A
A
A
Sindonews.com - Dua karateka Indonesia, Caesar Hutagalung dan Indah Mogia Angkat, langsung gugur di hari pertama Kejuaraan Dunia Karate Senior di Paris, Prancis, Kamis (22/11) dini hari WIB.
Caesar yang tampil di kelas +84 kg takluk di tangan karateka Montenegro A. Cecunjanin. Bahkan, dia nyaris tak bisa berbuat banyak sebelum menyerah 1-10. Sementara Indah yang tampil di kelas -68 kg kalah dari karateka Denmark, C. Foged. Meski hasil pertandingan 0-0, juara PON 2012 itu dinilai juri kalah agresif dari lawannya.
"Ini pengalaman pertama mereka di kejuaraan dunia. Jadi mereka sedikit gugup ketika bertanding. Kami harus akui kelas mereka dengan lawan-lawannya masih jauh,"ujar manajer tim, Djafar E Djantang, seperti dilansir situs resmi PB Forki.
Hal yang sama juga diakui oleh pelatih tim Indonesia, Omita Olga Ompi. Namun, dia tak kecewa karena ini bisa dijadikan pengamalan berharga untuk keduanya tampil di SEA Games 2013 Myanmar.
"Tentunya ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk karier ke depannya. Terpenting, kami tidak menargetkan mereka merebut medali. Kami hanya ingin memberi mereka kesempatan mendapatkan jam terbang yang banyak. Mudah-mudahan ini menjadi pemacu mereka untuk bisa tampil lebih baik di masa depan," ujar Omita.
Caesar yang tampil di kelas +84 kg takluk di tangan karateka Montenegro A. Cecunjanin. Bahkan, dia nyaris tak bisa berbuat banyak sebelum menyerah 1-10. Sementara Indah yang tampil di kelas -68 kg kalah dari karateka Denmark, C. Foged. Meski hasil pertandingan 0-0, juara PON 2012 itu dinilai juri kalah agresif dari lawannya.
"Ini pengalaman pertama mereka di kejuaraan dunia. Jadi mereka sedikit gugup ketika bertanding. Kami harus akui kelas mereka dengan lawan-lawannya masih jauh,"ujar manajer tim, Djafar E Djantang, seperti dilansir situs resmi PB Forki.
Hal yang sama juga diakui oleh pelatih tim Indonesia, Omita Olga Ompi. Namun, dia tak kecewa karena ini bisa dijadikan pengamalan berharga untuk keduanya tampil di SEA Games 2013 Myanmar.
"Tentunya ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk karier ke depannya. Terpenting, kami tidak menargetkan mereka merebut medali. Kami hanya ingin memberi mereka kesempatan mendapatkan jam terbang yang banyak. Mudah-mudahan ini menjadi pemacu mereka untuk bisa tampil lebih baik di masa depan," ujar Omita.
(aww)