Christo tumbang di tangan juara dunia
Kamis, 22 November 2012 - 17:19 WIB
Christo tumbang di tangan juara dunia
A
A
A
Sindonews.com - Satu lagi karateka Indonesia yang gagal di Kejuaraan Dunia Karate Senior 2012. Setelah sebelumnya Caesar Hutagalung dan Indah Mogia Angkat harus tergusur oleh lawan-lawannya, kini giliran Christo Mondolu yang terhenti langkahnya.
Christo harus mengakui keunggulan juara dunia asal Azerbaijan, Raphael Aghayev, pada babak ketiga. Aghayev menang dengan skor telak 10-0.
Meski demikian, perjuangan Christo patut diberi apresiasi. Dia rela bercucuran darah demi memberikan prestasi. Christo mendapat luka sejak menjalani babak pertama menghadapi karateka Rumania P Popa. Hebatnya, karateka yang ikut kejuaraan dunia sejak 2006 ini mampu bertahan dan menang meski harus berbalut perban di kepala.
Hal sama terjadi pada babak kedua. Dia juga mampu mengendalikan pertandingan meski harus berkali-kali memperbaiki ikatan perban di kepala lewat bantuan tim medis. Dengan mental kuat dan spirit fighting yang besar, dia akhirnya melewati babak kedua dengan cemerlang setelah mengalahkan karateka Inggris A. Brown.
Sayang pada babak ketiga, langkahnya terhenti oleh Aghayev yang dikenal lentur dan memiliki teknik-teknik luar biasa. Dalam laga ini pun Christo hanya jadi bulan-bulanan sang juara dunia.
"Dia bermain sangat luar biasa. Saya benar-benar tidak bisa mengimbangi kecepatan dan variasi teknik yang dimilikinya. Apalagi, kondisi luka saya juga sangat mengganggu,"ujar Christo seperti dilansir situs resmi PB Forki.
"Saya bangga bisa kalah di tangan juara dunia. Jelas, ini pengalaman dan pelajaran berharga bagi karier karate saya. Ini juga menjadi kejadian yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya,"ia menambahkan.
Pujian pun dilontarkan oleh seniornya, Umar Syarief. Dia menilai juniornya sudah menunjukkan kualitasnya sebagai karateka dunia.
"Mungkin kalau lawannya bukan Aghayev, peluang Christo masih terbuka lebar. Jadi, saya salut terhadap Christo,"jelas Umar.
Christo harus mengakui keunggulan juara dunia asal Azerbaijan, Raphael Aghayev, pada babak ketiga. Aghayev menang dengan skor telak 10-0.
Meski demikian, perjuangan Christo patut diberi apresiasi. Dia rela bercucuran darah demi memberikan prestasi. Christo mendapat luka sejak menjalani babak pertama menghadapi karateka Rumania P Popa. Hebatnya, karateka yang ikut kejuaraan dunia sejak 2006 ini mampu bertahan dan menang meski harus berbalut perban di kepala.
Hal sama terjadi pada babak kedua. Dia juga mampu mengendalikan pertandingan meski harus berkali-kali memperbaiki ikatan perban di kepala lewat bantuan tim medis. Dengan mental kuat dan spirit fighting yang besar, dia akhirnya melewati babak kedua dengan cemerlang setelah mengalahkan karateka Inggris A. Brown.
Sayang pada babak ketiga, langkahnya terhenti oleh Aghayev yang dikenal lentur dan memiliki teknik-teknik luar biasa. Dalam laga ini pun Christo hanya jadi bulan-bulanan sang juara dunia.
"Dia bermain sangat luar biasa. Saya benar-benar tidak bisa mengimbangi kecepatan dan variasi teknik yang dimilikinya. Apalagi, kondisi luka saya juga sangat mengganggu,"ujar Christo seperti dilansir situs resmi PB Forki.
"Saya bangga bisa kalah di tangan juara dunia. Jelas, ini pengalaman dan pelajaran berharga bagi karier karate saya. Ini juga menjadi kejadian yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya,"ia menambahkan.
Pujian pun dilontarkan oleh seniornya, Umar Syarief. Dia menilai juniornya sudah menunjukkan kualitasnya sebagai karateka dunia.
"Mungkin kalau lawannya bukan Aghayev, peluang Christo masih terbuka lebar. Jadi, saya salut terhadap Christo,"jelas Umar.
(aww)