Tuan rumah pesimistis juara umum
Jum'at, 23 November 2012 - 14:36 WIB
Tuan rumah pesimistis juara umum
A
A
A
Sindonews.com - Biasanya tuan rumah gelaran even olah raga menargetkan bisa menjadi juara umum. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Kabupaten Banyumas saat ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, 8012 Oktober 2013 mendatang. Di pesta multiolahraga terbesar di Jateng itu, Banyumas hanya mengincar posisi runner up.
Padahal, pada Porprov Jateng 2005, Banyumas mampu menjadi juara umum dengan mengungguli pundi-pundi medali yang dikemas tuan rumah Kota Semarang. Namun, kali ini pertimbangan minimnya anggaran menjadi penyebab utama kabupaten beribukota Purwokerto itu tidak mematok target juara umum.
Ketua KONI Kabupaten Banyumas Sukardi mengatakan, sebenarnya bertindak sebagai tuan rumah menjadi momen yang tepat untuk menjadi juara umum. Namun, anggaran yang terbatas membuat Banyumas kurang percaya diri menjadi yang terbaik di Jawa Tengah. "Anggaran kita minim. Ini berpengaruh pada program pemusatan latihan untuk persiapan Porprov. Jadi kami hanya mengincar runner up di rumah sendiri," katanya, Jumat (23/11/2012).
Menjadi tuan rumah membutuhkan anggaran yang besar. Selain untuk persiapan seperti perbaikan dan pembangunan venue, juga untuk kebutuhan akomodasi para peserta. Untuk venue, Banyumas sudah menggelontorkan Rp14,8 miliar. Sedangkan untuk keperluan persiapan kontingen sudah dikucurkan Rp17 miliar, termasuk untuk bonus atlet berprestasi sebesar Rp6 miliar.
Sukardi mengakui, meski sudah puluhan miliar rupiah digelontorkan, namun tetap sulit menggapai juara umum. "Kita berharap tetap bisa masuk peringkat tiga besar, syukur bisa runner up. Rencana awal, targetnya adalah juara umum dengan mengemas 101 medali emas. Namun, karena terkendala dana akhirnya target kita turunkan menjadi 95 medali emas," jelasnya.
Dia memprediksi, Kota Semarang yang akan menjadi juara umum pada Porprov Jateng 2013 ini. Kabupaten Banyumas di posisi kedua atau di atas Kota Solo yang berada posisi ketiga. "Sejak Porprov 1991 sampai 2001, Banyumas selalu masuk tiga besar di bawah Semarang. Dengan Kota Solo selalu bergantian sebagai runner up. Pada 2005 lalu di Semarang, Banyumas berhasil menjadi juara umum. Di Porprov 2013, kami optimis bisa di atas Kota Solo," paparnya.
Padahal, pada Porprov Jateng 2005, Banyumas mampu menjadi juara umum dengan mengungguli pundi-pundi medali yang dikemas tuan rumah Kota Semarang. Namun, kali ini pertimbangan minimnya anggaran menjadi penyebab utama kabupaten beribukota Purwokerto itu tidak mematok target juara umum.
Ketua KONI Kabupaten Banyumas Sukardi mengatakan, sebenarnya bertindak sebagai tuan rumah menjadi momen yang tepat untuk menjadi juara umum. Namun, anggaran yang terbatas membuat Banyumas kurang percaya diri menjadi yang terbaik di Jawa Tengah. "Anggaran kita minim. Ini berpengaruh pada program pemusatan latihan untuk persiapan Porprov. Jadi kami hanya mengincar runner up di rumah sendiri," katanya, Jumat (23/11/2012).
Menjadi tuan rumah membutuhkan anggaran yang besar. Selain untuk persiapan seperti perbaikan dan pembangunan venue, juga untuk kebutuhan akomodasi para peserta. Untuk venue, Banyumas sudah menggelontorkan Rp14,8 miliar. Sedangkan untuk keperluan persiapan kontingen sudah dikucurkan Rp17 miliar, termasuk untuk bonus atlet berprestasi sebesar Rp6 miliar.
Sukardi mengakui, meski sudah puluhan miliar rupiah digelontorkan, namun tetap sulit menggapai juara umum. "Kita berharap tetap bisa masuk peringkat tiga besar, syukur bisa runner up. Rencana awal, targetnya adalah juara umum dengan mengemas 101 medali emas. Namun, karena terkendala dana akhirnya target kita turunkan menjadi 95 medali emas," jelasnya.
Dia memprediksi, Kota Semarang yang akan menjadi juara umum pada Porprov Jateng 2013 ini. Kabupaten Banyumas di posisi kedua atau di atas Kota Solo yang berada posisi ketiga. "Sejak Porprov 1991 sampai 2001, Banyumas selalu masuk tiga besar di bawah Semarang. Dengan Kota Solo selalu bergantian sebagai runner up. Pada 2005 lalu di Semarang, Banyumas berhasil menjadi juara umum. Di Porprov 2013, kami optimis bisa di atas Kota Solo," paparnya.
(wbs)