Animo klub peserta Krapda Jatim turun
Jum'at, 23 November 2012 - 20:05 WIB
Animo klub peserta Krapda Jatim turun
A
A
A
Sindonews.com - Tamparan telak kembali harus diterima Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim. Setelah gagal meraih medali emas di PON XVIII/2012, PRSI juga tidak mampu meningkatkan gairah pembinaan di tingkat daerah.
Buktinya, animo peserta Kejuaran Renang Antar Perkumpulan Daerah (KRAPDA) 2012 yang digelar di Kolam Renang KONI Jatim, Jumat (23/11) menurun. Sebab, hanya diiikuti 700 perenang dari 39 Perkumpulan Renang (PR) di Jatim. Padahal ada lebih dari 100 perkumpulan renang di Jatim.
Sebelumnya, Pengprov PRSI Jatim yakin dari 60 persen klub renang yang ada di Jatim akan ikut ambil bagian. Namun kenyataannya hanya ada 39 perkumpulan renang yang ambil bagian. Sedangkan tahun sebelumnya, peserta Krapda juga mencapai lebih dari 700 perenang.
Sementara dalam sambutan pembukaan, Sekum KONI Jatim Suwonto juga kembali mengingatkan agar PRSI Jatim membenahi pola manajemen agar tidak kembali menaui malu seperti di PON XVIII/Riau lalu. "Kegagalan renang di PON, karena buruknya kinerja manajemen, dan tidak boleh di ulang kembali," pesanya.
Suwanto berharap, ajang Krapda menjadi momen kebangkitan dunia renang Jatim. "Krapda ini sebagai ajang kembali melahirkan perenang-perenang andal Jatim di masa mendatang. Prestasinya tidak hanya untuk Jatim tapi juga prestasinya membawa nama harum bangsa Indonesia, " pintanya.
Wajar jika KONI Jatim mengigatkan PRSI agar berbenah. Sebab, di PON XVIII/2012 menjadi catatan terburuk sepajang sejarah dunia renang Jatim. Bayangkan, Jatim yang dikenal sebagai lumbung perenang andal itu gagal mendapatkan emas dari total 32 emas yang diperbutkan, Jatim hanya mampu membawa pulang 8 perak dan 7 perunggu.
Padahal di PON sebelumnya, Jatim menjadi juara umum renang dengan memboyong 12 medali emas. "Kegagalan di PON buat cambuk untuk meraih prestasi. Ajang Krapda ini untuk membuktikan prestasi renang Jatim tidak menurun. Mulai saat ini kita saling instropeksi jangan saling menyalahkan kalau saling menyalahkan tidak akan meraih prestasi tapi malah hancur, " ucap Suwanto.
Terpisah Wakil Ketua Pengprov PRSI Jatim Herlambang Widjaya mengatakan jika antusis perenang masih tinggi karena jumlah peserta masih di atas 700 perenang. "Ini merupakan modal bagus bagi Jatim untuk bangkit dari keterpurukan prestasi di PON Riau. Dari even ini bibit baru pasti akan muncul. Sehingga nantinya bibit-bibit baru bisa disiapkan Jatim untuk event nasional, termasuk PON 2016 di Jabar," katanya.
Selain itu Krapda sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi perenang Jatim sebelum tampil di Krapsi yang akan digelar di Bandung, Desember mendatang mendatang. "Krapda ini menjadi pemanasan bagi atlet sebelum mengikuti Krapsi," sambung Herlambang.
Pada Krapda 2011 lalu, Petrokimia Gresik keluar sebagai juara umum. Mereka mengungguli HIU Surabaya yang selalu mendominasi pada kejuaraan renang di Jatim. Tahun ini persaingan akan lebih ketat karena klub seperi Suryanaga Surabaya dan Sidoarjo Aquatik Club (SAC) juga memiliki perenang-perenang berkualitas, terutama di kelompok kelompok pemula.
Buktinya, animo peserta Kejuaran Renang Antar Perkumpulan Daerah (KRAPDA) 2012 yang digelar di Kolam Renang KONI Jatim, Jumat (23/11) menurun. Sebab, hanya diiikuti 700 perenang dari 39 Perkumpulan Renang (PR) di Jatim. Padahal ada lebih dari 100 perkumpulan renang di Jatim.
Sebelumnya, Pengprov PRSI Jatim yakin dari 60 persen klub renang yang ada di Jatim akan ikut ambil bagian. Namun kenyataannya hanya ada 39 perkumpulan renang yang ambil bagian. Sedangkan tahun sebelumnya, peserta Krapda juga mencapai lebih dari 700 perenang.
Sementara dalam sambutan pembukaan, Sekum KONI Jatim Suwonto juga kembali mengingatkan agar PRSI Jatim membenahi pola manajemen agar tidak kembali menaui malu seperti di PON XVIII/Riau lalu. "Kegagalan renang di PON, karena buruknya kinerja manajemen, dan tidak boleh di ulang kembali," pesanya.
Suwanto berharap, ajang Krapda menjadi momen kebangkitan dunia renang Jatim. "Krapda ini sebagai ajang kembali melahirkan perenang-perenang andal Jatim di masa mendatang. Prestasinya tidak hanya untuk Jatim tapi juga prestasinya membawa nama harum bangsa Indonesia, " pintanya.
Wajar jika KONI Jatim mengigatkan PRSI agar berbenah. Sebab, di PON XVIII/2012 menjadi catatan terburuk sepajang sejarah dunia renang Jatim. Bayangkan, Jatim yang dikenal sebagai lumbung perenang andal itu gagal mendapatkan emas dari total 32 emas yang diperbutkan, Jatim hanya mampu membawa pulang 8 perak dan 7 perunggu.
Padahal di PON sebelumnya, Jatim menjadi juara umum renang dengan memboyong 12 medali emas. "Kegagalan di PON buat cambuk untuk meraih prestasi. Ajang Krapda ini untuk membuktikan prestasi renang Jatim tidak menurun. Mulai saat ini kita saling instropeksi jangan saling menyalahkan kalau saling menyalahkan tidak akan meraih prestasi tapi malah hancur, " ucap Suwanto.
Terpisah Wakil Ketua Pengprov PRSI Jatim Herlambang Widjaya mengatakan jika antusis perenang masih tinggi karena jumlah peserta masih di atas 700 perenang. "Ini merupakan modal bagus bagi Jatim untuk bangkit dari keterpurukan prestasi di PON Riau. Dari even ini bibit baru pasti akan muncul. Sehingga nantinya bibit-bibit baru bisa disiapkan Jatim untuk event nasional, termasuk PON 2016 di Jabar," katanya.
Selain itu Krapda sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi perenang Jatim sebelum tampil di Krapsi yang akan digelar di Bandung, Desember mendatang mendatang. "Krapda ini menjadi pemanasan bagi atlet sebelum mengikuti Krapsi," sambung Herlambang.
Pada Krapda 2011 lalu, Petrokimia Gresik keluar sebagai juara umum. Mereka mengungguli HIU Surabaya yang selalu mendominasi pada kejuaraan renang di Jatim. Tahun ini persaingan akan lebih ketat karena klub seperi Suryanaga Surabaya dan Sidoarjo Aquatik Club (SAC) juga memiliki perenang-perenang berkualitas, terutama di kelompok kelompok pemula.
(aww)