PB Forki canangkan TC di Eropa
Sabtu, 24 November 2012 - 16:37 WIB
PB Forki canangkan TC di Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Tim karateka Indonesia bisa dibilang gagal total pada Kejuaraan Dunia Karate Senior ke-21 di Paris, Prancis. Tak satu pun wakilnya yang masuk ke dalam partai puncak.
Meski gagal, Ketua Umum PB Forki, Hendardji Soepandji, mengaku tak kecewa. Pasalnya, mereka memang tak memasang target medali dalam turnamen itu.
"Kegagalan Paris tidak ridak menjadi masalah. Dari awal kami tidak menargetkan medali. Target utama kami adalah juara umum SEA Games 2013. Dan, kami masih punya waktu memperbaiki diri demi merebut kembali juara umum,"ujar Hendardji.
Meski gagal, ada beberapa hal yang bisa dipetik dari keikutsertaan tim Indonesia kali ini. Bahkan, muncul gagasan untuk tim Indonesia menggelar training camp ke Eropa demi mematangkan kesiapan karatekanya menghadapi SEA Games 2013 Myanmar.
Hendardji sendiri menilai Eropa pantas menjadi kiblat karate Indonesia karena perkembangannya yang signifikan. Terbukti, juara dunianya tidak lagi menjadi milik Jepang, tapi mulai menyebar ke wilayah Eropa seperti Italia, Prancis, Spanyol, dll.
"Tim Indonesia harus melakukan kompetisi lebih banyak lagi. Training camp di Eropa akan menjadi pilihan utama Forki dalam mematangkan kesiapan atlet menghadapi SEA Games 2013 Myanmar. Soal tempat akan dibahas pada rapat kerja sepulang dari Paris," ujar Hendardji seperti dilansir situs resmi PB Forki.
Hendardji mengakui pihaknya akan mengevaluasi tim seusai kejuaraan ini. Penanaman teknik menjadi salah satu fokus utama pembenahan. "Para pelatih harus memperhatikan itu sekembali dari Paris," tambah Presiden Federasi Karate Asia Tenggara itu.
Meski gagal, Ketua Umum PB Forki, Hendardji Soepandji, mengaku tak kecewa. Pasalnya, mereka memang tak memasang target medali dalam turnamen itu.
"Kegagalan Paris tidak ridak menjadi masalah. Dari awal kami tidak menargetkan medali. Target utama kami adalah juara umum SEA Games 2013. Dan, kami masih punya waktu memperbaiki diri demi merebut kembali juara umum,"ujar Hendardji.
Meski gagal, ada beberapa hal yang bisa dipetik dari keikutsertaan tim Indonesia kali ini. Bahkan, muncul gagasan untuk tim Indonesia menggelar training camp ke Eropa demi mematangkan kesiapan karatekanya menghadapi SEA Games 2013 Myanmar.
Hendardji sendiri menilai Eropa pantas menjadi kiblat karate Indonesia karena perkembangannya yang signifikan. Terbukti, juara dunianya tidak lagi menjadi milik Jepang, tapi mulai menyebar ke wilayah Eropa seperti Italia, Prancis, Spanyol, dll.
"Tim Indonesia harus melakukan kompetisi lebih banyak lagi. Training camp di Eropa akan menjadi pilihan utama Forki dalam mematangkan kesiapan atlet menghadapi SEA Games 2013 Myanmar. Soal tempat akan dibahas pada rapat kerja sepulang dari Paris," ujar Hendardji seperti dilansir situs resmi PB Forki.
Hendardji mengakui pihaknya akan mengevaluasi tim seusai kejuaraan ini. Penanaman teknik menjadi salah satu fokus utama pembenahan. "Para pelatih harus memperhatikan itu sekembali dari Paris," tambah Presiden Federasi Karate Asia Tenggara itu.
(aww)