IPL bakal lebih membosankan

Minggu, 25 November 2012 - 00:15 WIB
IPL bakal lebih membosankan
IPL bakal lebih membosankan
A A A
Sindonews.com — Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) belum menunjukkan adanya perubahan besar musim depan. Hingga kini PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) belum melakukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kualitas kompetisi resmi milik PSSI ini.

Tidak adanya inovasi, minim kreatifitas, sekaligus rendahnya komitmen meningkatkan mutu kompetisi membuat IPL tenggelam dalam bayang-bayang liga tetangga, Indonesia Super League (ISL). Dipandang dari berbagai aspek, sejauh ini IPL jelas masih berada di bawah ISL.

Jika sampai jelang kompetisi nanti tidak ada terobosan-terobosan strategis, saya memprediksi IPL musim depan bakal semakin membosankan. Kompetisi yang rencananya diikuti 16 klub, musim lalu 12 klub, sama sekali tak menjanjikan dari sisi bisnis.

Rendahnya kualitas klub kontestan menjadi garansi awal bahwa IPL tidak begitu disukai publik. Coba hitung, berapa klub yang layak simak di IPL? Mungkin hanya klub besar macam Persebaya Surabaya atau PSM Makassar. Atau Arema FC yang secara finansial mampu membuat tim kompetitif.

Persaingan musim depan kemungkinan hanya antara tiga klub itu setelah Semen Padang boyongan ke ISL. Sedangkan pertandingan-pertandingan lain hanya menyajikan pertemuan klub-klub kecil dengan pendanaan seret serta kualitas pemain yang begitu-begitu saja.

Jika kondisinya seperti itu, sudah jelas dari sisi bisnis IPL mempunyai prospek suram. Tanpa ada peningkatan kualitas, PT LPIS bakal kesulitan mendapatkan televisi yang mau menyiarkan kompetisi. MNC Grup sudah merasakan bagaimana duka menjadi pemegang hak siar IPL.

Musim lalu, menurut saya MNC telah melakukan blunder dengan menjadi pemegang hak siar IPL. Dari berbagai aspek, televisi harus berhitung ulang seribu kali sebelum menyiarkan kompetisi yang kontestannya nyaris bangkrut semua ini. Pertimbangan pertama adalah supporter.

Hanya segelintir klub IPL yang memiliki supporter besar, paling hanya Persebaya Surabaya yang mendominasi. Di Indonesia, penonton siaran sepakbola mayoritas adalah supporter klub tertentu. Tak seperti sepakbola Eropa yang dinikmati berbagai kalangan, bahkan oleh orang yang awam sepakbola sekalipun.

Minim supporter, stadion sepi, kualitas kompetisi rendah. Tiga aspek itu sudah cukup untuk membuat pemegang hak siar bangkrut. Situasi stadion yang senyap saat pertandingan secara tak langsung akan mengurangi gengsi pertandingan, termasuk menurunkan 'gairah' penonton yang menyaksikan melalui televisi.

Saya kurang tahu pasti, apakah IPL ini diproyeksikan lebih bermutu atau cukup digelar apa adanya sambil menunggu penyatuan dengan ISL. Yang pasti saya belum melihat adanya langkah atau kebijakan yang mengarah pada peningkatan kualitas kompetisi. Molornya jadwal kompetisi hingga Februari sudah menjadi bukti.

PT LPIS juga masih banyak memiliki hutang musim lalu terkait kualitas kompetisi. Hutang paling besar adalah penyusunan jadwal kompetisi yang porak poranda musim lalu, serta kualitas wasit yang rendah. Dua aspek itu harusnya menjadi daftar pekerjaan rumah (PR) paling atas yang diselesaikan.

Tak kalah menarik adalah menunggu bagaimana komitmen konsorsium dalam pendanaan sebagian klub-klub IPL. Setelah musim lalu klub 'dibangkrutkan', musim depan kembali menjadi pertanyaan besar, apalagi kebutuhan klub jelas meningkat dengan lebih banyaknya kontestan liga.

Belum lagi klub-klub Divisi Utama yang kini tidak memiliki pemain setelah terminasi kontrak pada September silam. Kompetisi kasta kedua ini bahkan belum sempat dipikirkan dan tidak jelas bagaimana kualitasnya musim depan dengan banyaknya klub yang pailit.

Logikanya, dengan kompetisi yang tak layak jual, berapa lama lagi konsorsium mampu menanggung kerugian besar dengan mendanai klub-klub yang tidak menghasilkan itu. Akankah klub dibiarkan terlantar di tengah musim yang lagi-lagi mengorbankan pemain? Kita lihat saja nanti.
(wbs)
Berita Terkait
Raih Pendanaan Seri...
Raih Pendanaan Seri E USD2,3 Miliar, MPL Ekspansi ke AS
Platform Esports MPL...
Platform Esports MPL Dapat Suntikan Dana
MPL Makin Gencar Promosikan...
MPL Makin Gencar Promosikan Esports di Indonesia
Mau Pulsa dan Token...
Mau Pulsa dan Token Listrik, Rasakan Sensasi Main Game MPL
Wolverhampton Wanderers...
Wolverhampton Wanderers Dipastikan Degradasi dari Premier League
Premier League Trophy...
Premier League Trophy Tour Bersama Legend Sepak Bola Inggris Robbie Fowler
Berita Terkini
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
2 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
2 jam yang lalu
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Siap Tampil di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
2 jam yang lalu
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
3 jam yang lalu
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
5 jam yang lalu
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
14 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved