Maung Bandung masih lapar
Minggu, 25 November 2012 - 21:41 WIB
Maung Bandung masih lapar
A
A
A
Sindonews.com – Todd Howarth bukan pemain terakhir yang masuk direkomendasikan untuk dikontrak oleh pelatih Djadjang Nurdjaman. Maung Bandung masih lapar dalam memburu pemain.
Djadjang sendiri menyatakan masih menunggu satu nama berikutnya yang sudah sejak lama diisukan bakal digaet Persib yakni striker berdarah Indonesia-Belanda, Sergio van Dijk. Apalagi saat ini, lini depan Persib hanya memiliki empat striker atau tergolong paling minim komposisinya dibandingkan lini lainnya.
Namun, untuk proses transfer SVD, Maung Bandung masih harus menunggu kepastian proses naturalisasi pemain yang kini membela Adelaide United tersebut. “Jika memungkinkan kita akan upayakan ambil van Dijk. Selebihnya lihat perkembangan dan kebutuhan tim, idealnya memiliki 24-25 pemain,” ujar Djadjang.
Selain itu, untuk menggaet SVD, Persib pun harus bisa memastikan pemain berkepala plontos ini bisa digaet pada bulan Januari mendatang atau ketika kompetisi domestik di Australia memasuki masa jeda sekaligus memasuki fase transfer tahap II.
Dengan kata lain jika mengacu pada jadwal pelaksanaan kompetisi musim depan yang rencananya dilaksanakan bulan Januari 2013. Sekalipun Persib bisa mendapatkan SVD pada Januari mendatang, kemungkinan besar Persib baru bisa memakai SVD di putaran II.
Terlepas dari itu, atas berbagai pertimbangan, Persib memang butuh suntikan tenaga anyar. Memiliki jumlah pemain yang lebih banyak memang tidak menjamin Persib bakal tampil kokoh. Namun, dengan jumlah pemain yang lebih banyak bisa memberi banyak pilihan buat Djadjang.
Apalagi menurut Djadjang, peserta Indonesia Super League (ISL) musim depan persaingan akan lebih ketat seiring dengan bertambahnya jumlah peserta dari 18 klub menjadi 20 klub, setelah Semen Padang dan Persijap Jepara memutuskan kembali berkiprah di ISL setelah musim lalu berlaga di IPL.
“Kalau melihat pada jumlah klub peserta yang menjadi 20 pemain, komposisi 22 pemain ini bisa dikatakan belum ideal dan takut ada apa-apa seperti cedera pemain. Harapan kita sih sebenarnya semua pemain selalu dalam kondisi prima, tapi mengantisipasi sejak awal tentu lebih baik,” terang Djadjang.
Djadjang sendiri menyatakan masih menunggu satu nama berikutnya yang sudah sejak lama diisukan bakal digaet Persib yakni striker berdarah Indonesia-Belanda, Sergio van Dijk. Apalagi saat ini, lini depan Persib hanya memiliki empat striker atau tergolong paling minim komposisinya dibandingkan lini lainnya.
Namun, untuk proses transfer SVD, Maung Bandung masih harus menunggu kepastian proses naturalisasi pemain yang kini membela Adelaide United tersebut. “Jika memungkinkan kita akan upayakan ambil van Dijk. Selebihnya lihat perkembangan dan kebutuhan tim, idealnya memiliki 24-25 pemain,” ujar Djadjang.
Selain itu, untuk menggaet SVD, Persib pun harus bisa memastikan pemain berkepala plontos ini bisa digaet pada bulan Januari mendatang atau ketika kompetisi domestik di Australia memasuki masa jeda sekaligus memasuki fase transfer tahap II.
Dengan kata lain jika mengacu pada jadwal pelaksanaan kompetisi musim depan yang rencananya dilaksanakan bulan Januari 2013. Sekalipun Persib bisa mendapatkan SVD pada Januari mendatang, kemungkinan besar Persib baru bisa memakai SVD di putaran II.
Terlepas dari itu, atas berbagai pertimbangan, Persib memang butuh suntikan tenaga anyar. Memiliki jumlah pemain yang lebih banyak memang tidak menjamin Persib bakal tampil kokoh. Namun, dengan jumlah pemain yang lebih banyak bisa memberi banyak pilihan buat Djadjang.
Apalagi menurut Djadjang, peserta Indonesia Super League (ISL) musim depan persaingan akan lebih ketat seiring dengan bertambahnya jumlah peserta dari 18 klub menjadi 20 klub, setelah Semen Padang dan Persijap Jepara memutuskan kembali berkiprah di ISL setelah musim lalu berlaga di IPL.
“Kalau melihat pada jumlah klub peserta yang menjadi 20 pemain, komposisi 22 pemain ini bisa dikatakan belum ideal dan takut ada apa-apa seperti cedera pemain. Harapan kita sih sebenarnya semua pemain selalu dalam kondisi prima, tapi mengantisipasi sejak awal tentu lebih baik,” terang Djadjang.
(wbs)