Perbasi Jabar miskin lapangan basket
Senin, 26 November 2012 - 19:00 WIB
Perbasi Jabar miskin lapangan basket
A
A
A
Sindonews.com - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jabar berharap venue basket selesai setahun sebelum berlangsungnya PON XIX/2016. Itu diperlukan sebagai bukti bahwa Jabar harus bisa menjadi tuan rumah yang baik. Selain dalam pelaksanaan sarana dan prasarana, Jabar dinilai harus memiliki gedung baru yang strategis yang bisa dipakai latihan dan pertandingan.
Sekum Pengprov Perbasi Jabar, Tedi Haryadi mengatakan, sampai saat ini di wilayah Kota Bandung belum ada venue basket yang memadai untuk pertandingan. Karenanya venue ini segera dibangun hingga setahun sebelum pelaksanaan PON, venue tersebut PON bisa digunakan untuk menggelar pertandingan.
"Selama ini kita kesulitan untuk mengadakan even karena belum punya venue yang memadai. Untuk pertandingan setingkat kejurnas saja sekarang, kita kesulitan mencari tempat karena GOR-GOR lain digunakan. Sekarang kita bisa di GOR Tunas, untuk lapangan memang cukup bagus, tapi aksesnya cukup sulit dijangkau. Sebab itu untuk kesiapan PON pembangunan venue basket harus segera terealisasi," katanya.
Selain venue bertanding, lanjut Tedi, sarana yang perlu diperhatikan pemerintah, yaitu membangun fasilitas lain seperti untuk latihan para atlet sebelum bertanding. Hal ini berkaca pada PON Riau, saat para atlet kesulitan untuk latihan.
"Waktu di Riau tidak ada sarana latihan dan kalaupun ada outdoor hingga ketika hujan, pemain terpaksa bubar. Latihan sebelum pertanding ini sangat diperlukan, karena kejuaraan sekelas NBL saja, sore hari akan bertanding, pagi harinya mereka melakukan latihan. Makanya untuk PON Jabar, sarana latihan juga perlu," tuturnya.
Dalam membangun venue basket, Tedi berharap, lokasinya cukup strategis seperti di Saparua yang berada di tengah kota. Selain akses jalan, fasilitas pendukung juga harus dipikirkan seperti penginapan dan lainnya.
Setidaknya, kata Tedi, pembangunan sarana baik untuk latihan dan pertandingan itu bisa diselesaikan maksimal tahun 2015. Pasalnya event yang akan digelar nantinya sebelum PON merupakan ajang pengenalan venue juga kepada kontingen-kontingen dari daerah lain.
''Iya, tahun 2015 harus sudah bereslah. Karena kan kita mau memperkenalkan juga bahwa inilah venue basket yang akan dipakai untuk PON XIX nanti. Mudah-mudahan hal ini bisa direalisasikan untuk kemajuan olahraga Jabar khususnya cabor basket,” katanya.
Dia juga menambahkan, melihat potensi atlet-atlet muda di Jabar untuk cabor basket ini sudah terlihat bagus. Sehingga dalam mempersiapkan baik untuk PON Remaja maupun PON XIX di Jabar, pihaknya harus sudah memiliki database atlet-atlet potensial yang bisa membawa Jabar kembali meraih medali emas di multi event tersebut.
''Saya lihat atlet-atlet muda sudah lumayan bagus tinggal nanti ada pemolesan-pemolesan kita gembleng mereka. Kami ingin cabor basket kembali meraih medali emas di PON nanti, bukan hanya putra tapi juga tim putri,”pungkasnya.
Sekum Pengprov Perbasi Jabar, Tedi Haryadi mengatakan, sampai saat ini di wilayah Kota Bandung belum ada venue basket yang memadai untuk pertandingan. Karenanya venue ini segera dibangun hingga setahun sebelum pelaksanaan PON, venue tersebut PON bisa digunakan untuk menggelar pertandingan.
"Selama ini kita kesulitan untuk mengadakan even karena belum punya venue yang memadai. Untuk pertandingan setingkat kejurnas saja sekarang, kita kesulitan mencari tempat karena GOR-GOR lain digunakan. Sekarang kita bisa di GOR Tunas, untuk lapangan memang cukup bagus, tapi aksesnya cukup sulit dijangkau. Sebab itu untuk kesiapan PON pembangunan venue basket harus segera terealisasi," katanya.
Selain venue bertanding, lanjut Tedi, sarana yang perlu diperhatikan pemerintah, yaitu membangun fasilitas lain seperti untuk latihan para atlet sebelum bertanding. Hal ini berkaca pada PON Riau, saat para atlet kesulitan untuk latihan.
"Waktu di Riau tidak ada sarana latihan dan kalaupun ada outdoor hingga ketika hujan, pemain terpaksa bubar. Latihan sebelum pertanding ini sangat diperlukan, karena kejuaraan sekelas NBL saja, sore hari akan bertanding, pagi harinya mereka melakukan latihan. Makanya untuk PON Jabar, sarana latihan juga perlu," tuturnya.
Dalam membangun venue basket, Tedi berharap, lokasinya cukup strategis seperti di Saparua yang berada di tengah kota. Selain akses jalan, fasilitas pendukung juga harus dipikirkan seperti penginapan dan lainnya.
Setidaknya, kata Tedi, pembangunan sarana baik untuk latihan dan pertandingan itu bisa diselesaikan maksimal tahun 2015. Pasalnya event yang akan digelar nantinya sebelum PON merupakan ajang pengenalan venue juga kepada kontingen-kontingen dari daerah lain.
''Iya, tahun 2015 harus sudah bereslah. Karena kan kita mau memperkenalkan juga bahwa inilah venue basket yang akan dipakai untuk PON XIX nanti. Mudah-mudahan hal ini bisa direalisasikan untuk kemajuan olahraga Jabar khususnya cabor basket,” katanya.
Dia juga menambahkan, melihat potensi atlet-atlet muda di Jabar untuk cabor basket ini sudah terlihat bagus. Sehingga dalam mempersiapkan baik untuk PON Remaja maupun PON XIX di Jabar, pihaknya harus sudah memiliki database atlet-atlet potensial yang bisa membawa Jabar kembali meraih medali emas di multi event tersebut.
''Saya lihat atlet-atlet muda sudah lumayan bagus tinggal nanti ada pemolesan-pemolesan kita gembleng mereka. Kami ingin cabor basket kembali meraih medali emas di PON nanti, bukan hanya putra tapi juga tim putri,”pungkasnya.
(aww)