Pacuan berkuda Arcamanik kok dibinasakan
Senin, 26 November 2012 - 19:24 WIB
Pacuan berkuda Arcamanik kok dibinasakan
A
A
A
Sindonews.com - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Barat menunjukkan eksistensi dengan menggelar Kejurda. Aksi itu merupakan sikap atas rencana digusurnya lapangan pacuan berkuda di Arcamanik.
Ketua Tim Kajian Pengda Pordasi Jabar, Bagus Haryanto mengatakan, hingga kini belum ada komunikasi lanjutan dengan Disorda, tentang lahan pengganti pacuan kuda Arcamanik. Padahal, pihaknya sudah menyodorkan pilihan kepada Disorda, lokasi pengganti untuk sarana kuda pacu itu. "Sesuai dengan kapasitas kita sebagai Pembina olahraga berkuda, kita ajukan dua daerah di Purwakarta, tapi hingga kini belum ada sikap dari Disorda,” ungkapnya.
Dengan sikap Disorda ini, Bagus mengaku aneh. Pasalnya, dari sisi anggaran, sebesar Rp 68 Milliar sebenarnya sudah ada melalui tahun aggaran 2011/2012, namun kejelasan untuk lahannya sampai mau habis tahun ini belum ada kejelasan. Sebenarnya, lahan arcamanik seluas 65 Ha, sedangkan yang dijadikan lintasan oleh Pordasi sekitar 15-20 Ha. "Jelas ini tanda tanya besar. Makanya, sesuai dengan amanat Rakorda, Pordasi tidak akan meninggalkan Arcamanik sebelum ada lahan pengganti yang jelas."
Meskipun begitu, eksistensi olahraga berkuda masih tetap berjalan, dibuktikan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pacuan Kuda Seri I 2012 di lapangan pacuan kuda Minggu, (25/11) beberapa waktu lalu di Arcamanik.
Di kejuaraan itu, melibatkan kurang lebih seratus kuda pacu dari dalam dan luar Jawa Barat, dengan menggelar 21 balapan. Bukan hanya melibatkan masyarakat berkuda, ribuan masyarakat dari perbagai daerah pun menikmati tiap balapan di kejuaraan tahunan ini. Bahkan saking membeludaknya penonton, panggung penonton sempat runtuh. Beruntung, para penonton yang berada di panggung ini hanya menderita luka ringan saja.
Melihat keadaan ini, Ketua Panitia Pelaksana Kejurda Pacuan Berkuda, Alex Asmasoebrata, menyayangkan bila pacuan berkuda Arcamanik ini, akan dihilangkan pemerintah Provinsi Jabar, dengan alasan akan diganti menjadi Sport Center Jabar. Pasalnya, animo masnyarakat terhadap olahraga berkuda sangat tinggi. "Cabang olahraga yang berada di bawah pemerintah, seharusnya kan dibina, bukan dibinasakan,”katanya.
Sebagai insan olahraga berkuda, Alex juga mengaku kapok dengan janji pemerintah yang akan mengganti sarana pacuan berkuda ini, apabila dibangun Sport Center. Indikasi akan dilanggar janji itu, kata Alex, hingga kini pemerintah melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, belum menyediakan sarana pengganti lahan pacuan berkuda. Padahal, pihak Disorda sudah mengantongi Izin Membangun Bangunan (IMB).
"Saya kesal, Disorda belum memberikan kejelasan tentang pengganti Arcamanik, tapi Disorda sudah mulai saja akan membangun, ini kan melanggar janji Disorda,”tegasnya.
Ketua Tim Kajian Pengda Pordasi Jabar, Bagus Haryanto mengatakan, hingga kini belum ada komunikasi lanjutan dengan Disorda, tentang lahan pengganti pacuan kuda Arcamanik. Padahal, pihaknya sudah menyodorkan pilihan kepada Disorda, lokasi pengganti untuk sarana kuda pacu itu. "Sesuai dengan kapasitas kita sebagai Pembina olahraga berkuda, kita ajukan dua daerah di Purwakarta, tapi hingga kini belum ada sikap dari Disorda,” ungkapnya.
Dengan sikap Disorda ini, Bagus mengaku aneh. Pasalnya, dari sisi anggaran, sebesar Rp 68 Milliar sebenarnya sudah ada melalui tahun aggaran 2011/2012, namun kejelasan untuk lahannya sampai mau habis tahun ini belum ada kejelasan. Sebenarnya, lahan arcamanik seluas 65 Ha, sedangkan yang dijadikan lintasan oleh Pordasi sekitar 15-20 Ha. "Jelas ini tanda tanya besar. Makanya, sesuai dengan amanat Rakorda, Pordasi tidak akan meninggalkan Arcamanik sebelum ada lahan pengganti yang jelas."
Meskipun begitu, eksistensi olahraga berkuda masih tetap berjalan, dibuktikan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pacuan Kuda Seri I 2012 di lapangan pacuan kuda Minggu, (25/11) beberapa waktu lalu di Arcamanik.
Di kejuaraan itu, melibatkan kurang lebih seratus kuda pacu dari dalam dan luar Jawa Barat, dengan menggelar 21 balapan. Bukan hanya melibatkan masyarakat berkuda, ribuan masyarakat dari perbagai daerah pun menikmati tiap balapan di kejuaraan tahunan ini. Bahkan saking membeludaknya penonton, panggung penonton sempat runtuh. Beruntung, para penonton yang berada di panggung ini hanya menderita luka ringan saja.
Melihat keadaan ini, Ketua Panitia Pelaksana Kejurda Pacuan Berkuda, Alex Asmasoebrata, menyayangkan bila pacuan berkuda Arcamanik ini, akan dihilangkan pemerintah Provinsi Jabar, dengan alasan akan diganti menjadi Sport Center Jabar. Pasalnya, animo masnyarakat terhadap olahraga berkuda sangat tinggi. "Cabang olahraga yang berada di bawah pemerintah, seharusnya kan dibina, bukan dibinasakan,”katanya.
Sebagai insan olahraga berkuda, Alex juga mengaku kapok dengan janji pemerintah yang akan mengganti sarana pacuan berkuda ini, apabila dibangun Sport Center. Indikasi akan dilanggar janji itu, kata Alex, hingga kini pemerintah melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, belum menyediakan sarana pengganti lahan pacuan berkuda. Padahal, pihak Disorda sudah mengantongi Izin Membangun Bangunan (IMB).
"Saya kesal, Disorda belum memberikan kejelasan tentang pengganti Arcamanik, tapi Disorda sudah mulai saja akan membangun, ini kan melanggar janji Disorda,”tegasnya.
(aww)