KONI apresiasi terobosan Percasi Bandung
Selasa, 27 November 2012 - 16:06 WIB
KONI apresiasi terobosan Percasi Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung secara khusus mengapresiasi perkembangan cabang catur. Hal itu terkait pendirian pengurus Persatuan Catur Indonesia (Percasi) level kecamatan di Kota Bandung. Langkah tersebut dinilai efektif untuk memancing peran aktif masyarakat dalam mengembangkan prestasi olahraga.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana, menuturkan, program kerja yang dicanangkan Percasi Kota Bandung sangat berkontribusi meningkatkan prestasi dan iklim olahraga daerah. Bahkan, pendirian pengurus kecamatan pun diikuti dengan adanya kejuaraan catur beregu antarkecamatan di Kota Bandung. Sehingga program yang dilakukan Percasi bukan hanya langkah sesaat. "Ada beberapa program Percasi Kota Bandung yang sangat saya apresiasi. Diantaranya adalah pendirian pengurus di tingkat kecamatan, dan kemudian mempertandingkannya. Saya rasa, mungkin baru Percasi Kota Bandung yang melangsungkan program seperti ini," tutur Aan.
Dia berharap, hal ini bisa memberi motivasi kepada pengurus cabang olahraga lain untuk menciptakan inovasi-inovasi program lainnya. Sehingga dapat menghasilkan peningkatan prestasi yang lebih signifikan di Kota Bandung. Meski begitu, ujar Aan, bukan berarti hanya pengurus catur yang berhasil melaksanakan programnya. Beberapa pengurus cabang olahraga lain pun memiliki banyak kelebihan dalam kepengurusannya. "Langkah-langkah seperti ini yang nantinya akan memberi kontribusi positif untuk olahraga Kota Bandung. Dan inovasi program kerja juga tampak sudah dilakukan oleh beberapa pengurus di cabang olahraga lain. Mereka sudah menjalankan kepengurusannya sesuai harapan," ujar Aan.
Sementara itu, Sekretaris Umum Percasi Kota Bandung Solehudin Al Ayubi mengatakan, berbagai inovasi program kerja tersebut dibuat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap olahraga catur. Menurutnya, jika semakin banyak warga Kota Bandung yang berminat pada catur, maka semakin banyak pula variasi pemilihan atlet olahraga ini. Sedangkat terkait program pembentukan pengurus tingkat kecamatan, saat ini sudah mencapai 80 persen dari yang diinginkan.
"Dari 30 kecamatan di Kota Bandung, hingga kini telah terbentuk 26 pengurus. Kami harapkan sebelum menginjak tahun 2013, kepengurusan di empat kecamatan yang tersisa sudah bisa dibentuk. Pengurus kecamatan ini bertugas merangkul dan mensosialisasikan program ke tingkat kelurahan, bahkan sampai RW dan RT. Sehingga potensi catur akan terwadahi sepenuhnya," ujar pria yang akrab disapa Ayub ini.
Seluruh pengurus kecamatan, kata Ayub, telah menjalani beberapa kejuaraan tingkat Kota. Tahun ini saja, setidaknya tiga kompetisi sudah digelar Percasi Kota Bandung untuk seluruh kepengurusan yang terbilang baru ini. Sehingga organisasi yang didirikan tidak hanya formalitas. "Tahun ini saja tiga kompetisi antarkecamatan sudah digelar, masing-masing kejuaraan diadakan dengan kriteria berbeda. Dan hasil yang diperoleh ternyata memuaskan. Ada kompetisi nomor perorangan, tingkat junior, dan yang terakhir ini nomor beregu dengan Kecamatan Andir yang tampil sebagai juaranya," kata Ayub.
Ayub berharap, kompetisi ini bisa melahirkan bibit-bibit pecatur andal untuk Kota Bandung. Bahkan tidak menutup kemungkinan para juara kompetisi dibina untuk mengikuti berbagai event olahraga besar.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana, menuturkan, program kerja yang dicanangkan Percasi Kota Bandung sangat berkontribusi meningkatkan prestasi dan iklim olahraga daerah. Bahkan, pendirian pengurus kecamatan pun diikuti dengan adanya kejuaraan catur beregu antarkecamatan di Kota Bandung. Sehingga program yang dilakukan Percasi bukan hanya langkah sesaat. "Ada beberapa program Percasi Kota Bandung yang sangat saya apresiasi. Diantaranya adalah pendirian pengurus di tingkat kecamatan, dan kemudian mempertandingkannya. Saya rasa, mungkin baru Percasi Kota Bandung yang melangsungkan program seperti ini," tutur Aan.
Dia berharap, hal ini bisa memberi motivasi kepada pengurus cabang olahraga lain untuk menciptakan inovasi-inovasi program lainnya. Sehingga dapat menghasilkan peningkatan prestasi yang lebih signifikan di Kota Bandung. Meski begitu, ujar Aan, bukan berarti hanya pengurus catur yang berhasil melaksanakan programnya. Beberapa pengurus cabang olahraga lain pun memiliki banyak kelebihan dalam kepengurusannya. "Langkah-langkah seperti ini yang nantinya akan memberi kontribusi positif untuk olahraga Kota Bandung. Dan inovasi program kerja juga tampak sudah dilakukan oleh beberapa pengurus di cabang olahraga lain. Mereka sudah menjalankan kepengurusannya sesuai harapan," ujar Aan.
Sementara itu, Sekretaris Umum Percasi Kota Bandung Solehudin Al Ayubi mengatakan, berbagai inovasi program kerja tersebut dibuat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap olahraga catur. Menurutnya, jika semakin banyak warga Kota Bandung yang berminat pada catur, maka semakin banyak pula variasi pemilihan atlet olahraga ini. Sedangkat terkait program pembentukan pengurus tingkat kecamatan, saat ini sudah mencapai 80 persen dari yang diinginkan.
"Dari 30 kecamatan di Kota Bandung, hingga kini telah terbentuk 26 pengurus. Kami harapkan sebelum menginjak tahun 2013, kepengurusan di empat kecamatan yang tersisa sudah bisa dibentuk. Pengurus kecamatan ini bertugas merangkul dan mensosialisasikan program ke tingkat kelurahan, bahkan sampai RW dan RT. Sehingga potensi catur akan terwadahi sepenuhnya," ujar pria yang akrab disapa Ayub ini.
Seluruh pengurus kecamatan, kata Ayub, telah menjalani beberapa kejuaraan tingkat Kota. Tahun ini saja, setidaknya tiga kompetisi sudah digelar Percasi Kota Bandung untuk seluruh kepengurusan yang terbilang baru ini. Sehingga organisasi yang didirikan tidak hanya formalitas. "Tahun ini saja tiga kompetisi antarkecamatan sudah digelar, masing-masing kejuaraan diadakan dengan kriteria berbeda. Dan hasil yang diperoleh ternyata memuaskan. Ada kompetisi nomor perorangan, tingkat junior, dan yang terakhir ini nomor beregu dengan Kecamatan Andir yang tampil sebagai juaranya," kata Ayub.
Ayub berharap, kompetisi ini bisa melahirkan bibit-bibit pecatur andal untuk Kota Bandung. Bahkan tidak menutup kemungkinan para juara kompetisi dibina untuk mengikuti berbagai event olahraga besar.
(nug)