Herfesa Shafira Devi, Pecatur Muda Indonesia Lolos Piala Dunia 2025
Jum'at, 02 Mei 2025 - 02:12 WIB
loading...
Master Nasional (MN) Herfesa Shafira Devi, pecatur putri junior Indonesia, menciptakan sensasi dengan tampil sebagai juara kategori Putri Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 / Foto: PB Percasi
A
A
A
Master Nasional (MN) Herfesa Shafira Devi, pecatur putri junior Indonesia, menciptakan sensasi dengan tampil sebagai juara kategori Putri Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025. Kemenangan dramatis ini tak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga mengantarkan Shafira meraih tiket bergengsi menuju Piala Dunia Catur 2025.
Drama menegangkan tersaji hingga babak terakhir (babak 9) yang berlangsung di Holiday Inn, Ulaanbaatar, Kamis (1/5/2025). Dalam situasi yang nyaris mustahil, Shafira dengan buah hitam di tangan, secara gemilang menaklukkan pemuncak klasemen asal Mongolia, WGM Turmunkh Munkhzul (elo rating 2301). Memainkan pembukaan Ruy Lopez: Morphy Defense Exchange Variation, Shafira tampil dominan dan menghentikan perlawanan Turmunkh di langkah ke-44 dengan keunggulan satu perwira Gajah.
Namun, kemenangan sensasional ini belum secara otomatis memastikan gelar juara dan tiket Piala Dunia bagi Shafira. Nasibnya masih bergantung pada hasil pertandingan dua pecatur Mongolia lainnya yang menduduki peringkat kedua dan ketiga klasemen.
Baca Juga: Hasil Piala Sudirman 2025: Fikri/Daniel Sumbang Poin, Indonesia ke Perempat Final sebagai Juara Grup D
Keberuntungan berpihak pada Shafira. Pesaing terdekatnya, WCM Khishigbaatar Bayasgalan (6,5 poin), secara mengejutkan ditaklukkan oleh WGM Janelle Mae Frayna dari Filipina. Namun, satu pesaing lain dari Mongolia, WFM Amgalan Enkh Enkhrii (6 poin), berhasil meraih kemenangan atas Hoang Tu Linh Luong (Vietnam), membuat perolehan poinnya sama dengan Shafira, yaitu 7 poin.
Alhasil, penentuan juara dan pemilik tiket tunggal ke Piala Dunia Catur 2025 harus ditentukan melalui perhitungan Tie Break yang dramatis. Hingga babak kedelapan, Shafira tertinggal 40 poin (Tie Break 2206 berbanding 2246) dari Amgalan. Namun, kemenangan heroiknya atas WGM Turmunkh Munkhzul (elo 2301) di babak 9, berbanding kemenangan Amgalan atas pecatur dengan elo lebih rendah (1939), serta keunggulan rata-rata rating lawan yang dihadapi Shafira sejak babak 1-8, akhirnya membalikkan keadaan.
Shafira unggul tipis dalam perhitungan Tie Break dengan skor 2218 berbanding 2208, hanya terpaut 10 poin. Prestasi luar biasa ini menjadikan Shafira sebagai pecatur Indonesia keempat yang berhasil menembus Piala Dunia Catur.
Drama menegangkan tersaji hingga babak terakhir (babak 9) yang berlangsung di Holiday Inn, Ulaanbaatar, Kamis (1/5/2025). Dalam situasi yang nyaris mustahil, Shafira dengan buah hitam di tangan, secara gemilang menaklukkan pemuncak klasemen asal Mongolia, WGM Turmunkh Munkhzul (elo rating 2301). Memainkan pembukaan Ruy Lopez: Morphy Defense Exchange Variation, Shafira tampil dominan dan menghentikan perlawanan Turmunkh di langkah ke-44 dengan keunggulan satu perwira Gajah.
Namun, kemenangan sensasional ini belum secara otomatis memastikan gelar juara dan tiket Piala Dunia bagi Shafira. Nasibnya masih bergantung pada hasil pertandingan dua pecatur Mongolia lainnya yang menduduki peringkat kedua dan ketiga klasemen.
Baca Juga: Hasil Piala Sudirman 2025: Fikri/Daniel Sumbang Poin, Indonesia ke Perempat Final sebagai Juara Grup D
Keberuntungan berpihak pada Shafira. Pesaing terdekatnya, WCM Khishigbaatar Bayasgalan (6,5 poin), secara mengejutkan ditaklukkan oleh WGM Janelle Mae Frayna dari Filipina. Namun, satu pesaing lain dari Mongolia, WFM Amgalan Enkh Enkhrii (6 poin), berhasil meraih kemenangan atas Hoang Tu Linh Luong (Vietnam), membuat perolehan poinnya sama dengan Shafira, yaitu 7 poin.
Alhasil, penentuan juara dan pemilik tiket tunggal ke Piala Dunia Catur 2025 harus ditentukan melalui perhitungan Tie Break yang dramatis. Hingga babak kedelapan, Shafira tertinggal 40 poin (Tie Break 2206 berbanding 2246) dari Amgalan. Namun, kemenangan heroiknya atas WGM Turmunkh Munkhzul (elo 2301) di babak 9, berbanding kemenangan Amgalan atas pecatur dengan elo lebih rendah (1939), serta keunggulan rata-rata rating lawan yang dihadapi Shafira sejak babak 1-8, akhirnya membalikkan keadaan.
Shafira unggul tipis dalam perhitungan Tie Break dengan skor 2218 berbanding 2208, hanya terpaut 10 poin. Prestasi luar biasa ini menjadikan Shafira sebagai pecatur Indonesia keempat yang berhasil menembus Piala Dunia Catur.
Lihat Juga :