Arcamanik kisruh, komunitas berkuda resah
Selasa, 27 November 2012 - 16:43 WIB
Arcamanik kisruh, komunitas berkuda resah
A
A
A
Sindonews.com - Komunitas pecinta olahraga berkuda Bandung dan Jawa Barat tetap menolak rencana pemerintah mengubah Lintasan Pacuan Kuda Arcamanik menjadi sport center. Hal itu dilakukan mengingat belum pastinya lahan pengganti untuk pendirian fasilitas serupa.
Hingga kini, Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Barat masih berusaha mempertahankan lahan dengan luas sekitar 65 Ha tersebut.
Ketua Tim Kajian Pordasi Jawa Barat Bagus Haryanto mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjaga kelangsungan olah raga berkuda di Indonesia. Terlebih selama ini, Lintasan Arcamanik merupakan salah satu pilar utama tumbuh-kembangnya olahraga pacuan kuda.
"Dari 65 Ha tersebut, yang digunakan sebagai lintasan pacuan kuda sekitar 15 sampai 20 Ha. Dari perkembangannya, lintasan Arcamanik itu penyangga olahraga pacuan kuda di Indonesia, setelah lintasan Pulo Mas Jakarta. Jadi, jika lintasan ini diubah menjadi Sport Centre tanpa pengganti, akan berpengaruh pada kelangsungan hidup olahraga pacuan kuda, terutama Bandung dan Jawa Barat," ujar Bagus.
Pordasi Jawa Barat juga menagih realisasi rancangan dana yang telah disahkan pada 2011/2012. Bagus menyebutkan, pada tahun anggaran tersebut disediakan Rp 68 miliar untuk pengadaan lintasan berkuda yang baru. Namun, pihaknya mengaku belum melihat kejelasan pembangunannya, terutama terkait lahan mana yang nantinya akan didirikan sarana pengganti.
"Sebenarnya dananya sudah ada sejak rancangan anggaran 2011/2012. Tapi sampai habis tahun ini, belum juga ada kejelasan di mana akan dibangun lintasan pacuan kuda untuk mengganti sarana Arcamanik. Ya, kalau tidak ada lintasan pengganti, Pordasi akan mempertahankan lintasan Arcamanik sampai kapan pun," kata Bagus.
Hingga kini, Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Barat masih berusaha mempertahankan lahan dengan luas sekitar 65 Ha tersebut.
Ketua Tim Kajian Pordasi Jawa Barat Bagus Haryanto mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjaga kelangsungan olah raga berkuda di Indonesia. Terlebih selama ini, Lintasan Arcamanik merupakan salah satu pilar utama tumbuh-kembangnya olahraga pacuan kuda.
"Dari 65 Ha tersebut, yang digunakan sebagai lintasan pacuan kuda sekitar 15 sampai 20 Ha. Dari perkembangannya, lintasan Arcamanik itu penyangga olahraga pacuan kuda di Indonesia, setelah lintasan Pulo Mas Jakarta. Jadi, jika lintasan ini diubah menjadi Sport Centre tanpa pengganti, akan berpengaruh pada kelangsungan hidup olahraga pacuan kuda, terutama Bandung dan Jawa Barat," ujar Bagus.
Pordasi Jawa Barat juga menagih realisasi rancangan dana yang telah disahkan pada 2011/2012. Bagus menyebutkan, pada tahun anggaran tersebut disediakan Rp 68 miliar untuk pengadaan lintasan berkuda yang baru. Namun, pihaknya mengaku belum melihat kejelasan pembangunannya, terutama terkait lahan mana yang nantinya akan didirikan sarana pengganti.
"Sebenarnya dananya sudah ada sejak rancangan anggaran 2011/2012. Tapi sampai habis tahun ini, belum juga ada kejelasan di mana akan dibangun lintasan pacuan kuda untuk mengganti sarana Arcamanik. Ya, kalau tidak ada lintasan pengganti, Pordasi akan mempertahankan lintasan Arcamanik sampai kapan pun," kata Bagus.
(aww)