Komunitas keukeuh minta lahan pengganti Arcamanik
Selasa, 27 November 2012 - 17:44 WIB
Komunitas keukeuh minta lahan pengganti Arcamanik
A
A
A
Sindonews.com - Tokoh olahraga berkuda Indonesia Alex Asmasoebrata mulai jenuh dengan sikap Pemprov Jawa Barat yang lamban menyikapi kisruh Lapangan Pacuan Berkuda Arcamanik. Dia mengaku bosa dengan tak kunjung jelasnya ketersediaan sarana pengganti lahan Pacuan Berkuda di Arcamanik tersebut.
Jika lahan lahan pengganti lintasan Arcamanik telah tersedia, pada dasarnya masyarakat berkuda Indonesia tidak keberatan dengan program pemerintah membangun Sport Center. Terlebih jika rencana tersebut bisa memajukan prestasi olahraga nasional, terutama Jawa Barat.
"Sebenarnya tidak masalah bagi kami kalau pun lintasan pacuan kuda Arcamanik diubah dan dibangun menjadi sport Centre. Tapi kami minta sarana pengganti terlebih dahulu, itu saja," ujarnya di sela Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pacuan Kuda Arcamanik Cup, di Lintasan Arcamanik, Kota Bandung.
Alex menyebutkan, bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, pacuan kuda tidak sekadar cabang olahraga. Di dalam perlombaannya, selalu ada penampilan kesenian tradisional, terutama saat pengumuman pemenang lomba. Sehingga olahraga ini juga dapat menjadi aset budaya daerah.
Menurutnya, kelebihan yang dimiliki pacuan kuda tersebut seharusnya membuat pemerintah memberi dukungan penuh, bahkan mengembangkan olah raga ini. Bukan malah membiarkan sarana pacuan kuda yang saat ini jumlahnya sangat minim, musnah begitu saja.
"Kejurda ini pun kami gelar untuk menunjukkan betapa besarnya animo masyarakat terhadap pacuan kuda. Dan bisa dilihat sendiri, unsur budaya sangat kental ada di olahraga ini. Bahkan setiap kejuaraan pacuan kuda, kerap menjadi pesta rakyat bagi masyarakat sekitar. Di tengah serba keterbatasan, kami ingin menghidupkan kembali kejayaan pacuan kuda. Tapi sangat disayangkan jika dalam kenyataannya, lintasan yang kini tersisa justru akan dimusnahkan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat Iyus Rojali mengatakan, pihaknya telah menyediakan terminal sementara pacuan kuda yang terletak di Pangandaran. Sementara sarana pengganti lintasan Arcamanik akan dibangun di kawasan Plered, Kabupaten Purwakarta.
"Lahan yang di Purwakarta, itu diproyeksikan untuk mengganti lintasan Arcamanik, kami masih mengurusi sertifikat tanahnya. Dan untuk sementara, kami persilakan olahraga berkuda untuk menggunakan lahan di Pangandaran sebagai terminal sementara," ujar Iyus kepada SINDO, di kantornya, Jalan Doktor Rajiman, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Jika lahan lahan pengganti lintasan Arcamanik telah tersedia, pada dasarnya masyarakat berkuda Indonesia tidak keberatan dengan program pemerintah membangun Sport Center. Terlebih jika rencana tersebut bisa memajukan prestasi olahraga nasional, terutama Jawa Barat.
"Sebenarnya tidak masalah bagi kami kalau pun lintasan pacuan kuda Arcamanik diubah dan dibangun menjadi sport Centre. Tapi kami minta sarana pengganti terlebih dahulu, itu saja," ujarnya di sela Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pacuan Kuda Arcamanik Cup, di Lintasan Arcamanik, Kota Bandung.
Alex menyebutkan, bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, pacuan kuda tidak sekadar cabang olahraga. Di dalam perlombaannya, selalu ada penampilan kesenian tradisional, terutama saat pengumuman pemenang lomba. Sehingga olahraga ini juga dapat menjadi aset budaya daerah.
Menurutnya, kelebihan yang dimiliki pacuan kuda tersebut seharusnya membuat pemerintah memberi dukungan penuh, bahkan mengembangkan olah raga ini. Bukan malah membiarkan sarana pacuan kuda yang saat ini jumlahnya sangat minim, musnah begitu saja.
"Kejurda ini pun kami gelar untuk menunjukkan betapa besarnya animo masyarakat terhadap pacuan kuda. Dan bisa dilihat sendiri, unsur budaya sangat kental ada di olahraga ini. Bahkan setiap kejuaraan pacuan kuda, kerap menjadi pesta rakyat bagi masyarakat sekitar. Di tengah serba keterbatasan, kami ingin menghidupkan kembali kejayaan pacuan kuda. Tapi sangat disayangkan jika dalam kenyataannya, lintasan yang kini tersisa justru akan dimusnahkan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat Iyus Rojali mengatakan, pihaknya telah menyediakan terminal sementara pacuan kuda yang terletak di Pangandaran. Sementara sarana pengganti lintasan Arcamanik akan dibangun di kawasan Plered, Kabupaten Purwakarta.
"Lahan yang di Purwakarta, itu diproyeksikan untuk mengganti lintasan Arcamanik, kami masih mengurusi sertifikat tanahnya. Dan untuk sementara, kami persilakan olahraga berkuda untuk menggunakan lahan di Pangandaran sebagai terminal sementara," ujar Iyus kepada SINDO, di kantornya, Jalan Doktor Rajiman, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
(aww)