Anggaran seret, PSIS Semarang ngirit
Selasa, 27 November 2012 - 17:54 WIB
Anggaran seret, PSIS Semarang ngirit
A
A
A
Sindonews.com - Kompetisi Divisi Utama musim depan bagi PSIS Semarang adalah musim terberat dalam sejarah sepak bola Kota Semarang. Musim ini pun dijadikan manajemen adalah musim perjuangan untuk mengembalikan kepercayaan investor dan kepercayaan publik.
PT Setia Binanusa sebagai investor PSIS musim ini, hanya menggelontorkan dan sebesar Rp5 milliar kepada tim untuk melakoni satu musim. Tentu dana tersebut tidaklah banyak untuk mengelola sebuah klub. Dana tersebut juga sudah termasuk untuk belanja pemain dan operasional selama satu musim.
Dengan dana terbatas, manajemen harus ”ngirit” penggunaan anggaran, sehingga dengan dana terbatas tim tetap terbentuk dan mampu melakoni kompetisi musim depan. Sebab itu, minimnya anggaran pada musim ini manajemen juga berkomitmen untuk tidak digaji selama satu musim. Manajemen pun dibuat seramping mungkin.
”60% atau sekitar Rp3 milliar kita anggarkan untuk belanja pemain dan sisanya untuk operasional,” kata General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto.
Menurut Ferdinand meski dana yang dikucurkan, oleh investor terbatas, namun itu bukan halangan bagi manajemen untuk membentuk tim yang bermaterikan pemain-pemain berkelas.
”Kalau boleh saya katakan, musim ini adalah musim perjuangan bagi PSIS. Kita harus mampu mengembalikan kepercayaan investor, dan masyarakat. Karena itu, dengan dana terbatas, kami harus tetap bisa menjadikan PSIS klub yang tetap memiliki taring di persepak bolaan tanah air,” jelasnya.
Dijelaskannya manajemen akan terbuka dengan para pemain, terutama terkait dengan kontrak. Negosiasi akan dilakukan terbuka dengan pemain, disesuaikan dengan dana. Yang menjadi hak pemain, akan diberikan kepada pemain.
”Kami akan buka dihadapan pemain, soal kondisi keuangan tim, sehingga satu sama lain bisa menerima. Kami berharap nego berjalan lancar,” katanya.
Oleh sebab itu manajemen saat ini juga gentol untuk mencari sponsor pendamping PSIS sebagai pemasukan tim selain dari pemasukan penjualan tiket.
Untuk diketahui saat ini sudah ada dua perusahaan Apparel saat ini sedang melakukan pendekatan dengan manajemen PSIS. Keduanya adalah Umbro dan Stobi. Dua perusahaan ini bahkan sudah mengajukan proposal kesepakatan kepada manajemen.
Dengan berminatnya dua perusahaan milik Apparel tersebut tentu akan semakin memuluskan PSIS untuk melakoni musim depan terutama dalam hal masalah pendanaan.
Manajer Tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho menambahkan minimnya dana bukan menjadi halangan. Dengan keuangan yang ada untuk bisa mengontrak pemain sesuai dengan kriteria pelatih. ”Ini justru menjadi tantangan bagi kami,”tambahnya.
Dikatakannya, dengan anggaran yang terbatas rencana perekrutan tiga pemain asing, akan dikaji lebih dalam. Pemain hanya akan ditempatkan pada posisi yang krusial seperti depan dan belakang.”Kita serahkan ke pelatih, kira-kira membutuhkan berapa pemain asing,” katanya.
PT Setia Binanusa sebagai investor PSIS musim ini, hanya menggelontorkan dan sebesar Rp5 milliar kepada tim untuk melakoni satu musim. Tentu dana tersebut tidaklah banyak untuk mengelola sebuah klub. Dana tersebut juga sudah termasuk untuk belanja pemain dan operasional selama satu musim.
Dengan dana terbatas, manajemen harus ”ngirit” penggunaan anggaran, sehingga dengan dana terbatas tim tetap terbentuk dan mampu melakoni kompetisi musim depan. Sebab itu, minimnya anggaran pada musim ini manajemen juga berkomitmen untuk tidak digaji selama satu musim. Manajemen pun dibuat seramping mungkin.
”60% atau sekitar Rp3 milliar kita anggarkan untuk belanja pemain dan sisanya untuk operasional,” kata General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto.
Menurut Ferdinand meski dana yang dikucurkan, oleh investor terbatas, namun itu bukan halangan bagi manajemen untuk membentuk tim yang bermaterikan pemain-pemain berkelas.
”Kalau boleh saya katakan, musim ini adalah musim perjuangan bagi PSIS. Kita harus mampu mengembalikan kepercayaan investor, dan masyarakat. Karena itu, dengan dana terbatas, kami harus tetap bisa menjadikan PSIS klub yang tetap memiliki taring di persepak bolaan tanah air,” jelasnya.
Dijelaskannya manajemen akan terbuka dengan para pemain, terutama terkait dengan kontrak. Negosiasi akan dilakukan terbuka dengan pemain, disesuaikan dengan dana. Yang menjadi hak pemain, akan diberikan kepada pemain.
”Kami akan buka dihadapan pemain, soal kondisi keuangan tim, sehingga satu sama lain bisa menerima. Kami berharap nego berjalan lancar,” katanya.
Oleh sebab itu manajemen saat ini juga gentol untuk mencari sponsor pendamping PSIS sebagai pemasukan tim selain dari pemasukan penjualan tiket.
Untuk diketahui saat ini sudah ada dua perusahaan Apparel saat ini sedang melakukan pendekatan dengan manajemen PSIS. Keduanya adalah Umbro dan Stobi. Dua perusahaan ini bahkan sudah mengajukan proposal kesepakatan kepada manajemen.
Dengan berminatnya dua perusahaan milik Apparel tersebut tentu akan semakin memuluskan PSIS untuk melakoni musim depan terutama dalam hal masalah pendanaan.
Manajer Tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho menambahkan minimnya dana bukan menjadi halangan. Dengan keuangan yang ada untuk bisa mengontrak pemain sesuai dengan kriteria pelatih. ”Ini justru menjadi tantangan bagi kami,”tambahnya.
Dikatakannya, dengan anggaran yang terbatas rencana perekrutan tiga pemain asing, akan dikaji lebih dalam. Pemain hanya akan ditempatkan pada posisi yang krusial seperti depan dan belakang.”Kita serahkan ke pelatih, kira-kira membutuhkan berapa pemain asing,” katanya.
(aww)