Semoga bisa menginspirasi atlet Tionghoa
Selasa, 27 November 2012 - 18:07 WIB
Semoga bisa menginspirasi atlet Tionghoa
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia kembali akan menggelar The 28th World Chinese BasketBall Tournament pada 27-30 November 2012 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng, merasa senang Indonesia bisa kembali terpilih menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Sebelumnya pada 1995, Indonesia pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen basket yang digelar sejak 1985.
Turnamen itu akan diikuti 207 tim basket dari Amerika, Inggris, Taiwan, Korea, China, dan beberapa negara di Asia Tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Tim tuan rumah sendiri akan mengirimkan 26 tim. Bahkan, 181 tim basket yang berasal dari luar negeri juga akan meramaikan kejuaran tersebut. Apalagi, turnamen ini sangat didukung oleh pemerintah dan antusian dengan penyelenggaraan turnamen tersebut.
"Tentu saja, saya sangat menyambut apresiasi kejuaran dunia basket ini. Apalagi, ini merupakan kesempatan kita menjadi tuan rumah dan memberikan pelayanan yang sangat baik untuk para peserta," kata Andi.
Dukungan yang diperlihatkan Menpora itu, sangat jelas. Meski hanya keturunan tiongho yang bertanding, ini bisa menjadi inpirasi bagi atlet-atlet keturunan Tionghoa bisa memberikan prestasi seperti para peserta di turnamen tersebut dan bisa menjadi atlet nasional .
"Sejak dulu banyak putra-purti Indonesia yang keturunan Tionghoa menjadi atlet nasional. Berbagai macam olahraga dari judo, wushu, tenis, dan beberapa olahraga lainnya. Ini bisa menginspirasi masyarakat Tionghoa menjadi atlet,"ujar Andi.
Selain itu, kejuaran ini juga akan membantu dari segi pariwisata. Sebab, diharapkan ajang ini dapat menjadi turnamen dengan jumlah peserta terbanyak. Tercatat jumlah pemain dan anggota tim pendukung yang berpartisipasi di turnamen ini sebanyak 2.596 orang. Jumlah tersebut berasal dari 329 orang dari Indonesia dan 2.267 orang dari luar negeri.
Dengan peserta yang sangat banyak ini, Turnamen ini dibagi segmen pertandingan pria dan wanita berdasarkan kelompok usia. Untuk tim pria dibagi enam kelompok usia mulai 40 tahun, 45 tahun, 50 tahun, 55 tahun, 60 tahun, dan 70 tahun ke atas. Sementara kategori wanita dibagi kelompok usia mulai 35 tahun, 40 tahun, 45 tahun, 50 tahun, dan 60 tahun ke atas.
Untuk mengakomodasi seluruh pertandingan, Murdaya Widyawimarta selaku ketua umum penyelenggara, akan menyediakan 13 lapangan basket standart Internasional di arena Jakarta Expo.
"Ini akan menjadi satu-satunya pertandingan basket di dunia yang unik karena menyelenggarakan delapan pertandingan sekaligus dalam satu lokasi. Sebab, dalam penyelenggaran sebelumnya digelar di tempat tetpisah,” ucap Murdaya.
''Pertandingan ini bukan hanya menjadi sebuah event olahraga tetapi sekaligus menjadi momentum dan ajang untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia, baik dari segi pariwisata maupun peluang investasin," pungkasnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng, merasa senang Indonesia bisa kembali terpilih menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Sebelumnya pada 1995, Indonesia pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen basket yang digelar sejak 1985.
Turnamen itu akan diikuti 207 tim basket dari Amerika, Inggris, Taiwan, Korea, China, dan beberapa negara di Asia Tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Tim tuan rumah sendiri akan mengirimkan 26 tim. Bahkan, 181 tim basket yang berasal dari luar negeri juga akan meramaikan kejuaran tersebut. Apalagi, turnamen ini sangat didukung oleh pemerintah dan antusian dengan penyelenggaraan turnamen tersebut.
"Tentu saja, saya sangat menyambut apresiasi kejuaran dunia basket ini. Apalagi, ini merupakan kesempatan kita menjadi tuan rumah dan memberikan pelayanan yang sangat baik untuk para peserta," kata Andi.
Dukungan yang diperlihatkan Menpora itu, sangat jelas. Meski hanya keturunan tiongho yang bertanding, ini bisa menjadi inpirasi bagi atlet-atlet keturunan Tionghoa bisa memberikan prestasi seperti para peserta di turnamen tersebut dan bisa menjadi atlet nasional .
"Sejak dulu banyak putra-purti Indonesia yang keturunan Tionghoa menjadi atlet nasional. Berbagai macam olahraga dari judo, wushu, tenis, dan beberapa olahraga lainnya. Ini bisa menginspirasi masyarakat Tionghoa menjadi atlet,"ujar Andi.
Selain itu, kejuaran ini juga akan membantu dari segi pariwisata. Sebab, diharapkan ajang ini dapat menjadi turnamen dengan jumlah peserta terbanyak. Tercatat jumlah pemain dan anggota tim pendukung yang berpartisipasi di turnamen ini sebanyak 2.596 orang. Jumlah tersebut berasal dari 329 orang dari Indonesia dan 2.267 orang dari luar negeri.
Dengan peserta yang sangat banyak ini, Turnamen ini dibagi segmen pertandingan pria dan wanita berdasarkan kelompok usia. Untuk tim pria dibagi enam kelompok usia mulai 40 tahun, 45 tahun, 50 tahun, 55 tahun, 60 tahun, dan 70 tahun ke atas. Sementara kategori wanita dibagi kelompok usia mulai 35 tahun, 40 tahun, 45 tahun, 50 tahun, dan 60 tahun ke atas.
Untuk mengakomodasi seluruh pertandingan, Murdaya Widyawimarta selaku ketua umum penyelenggara, akan menyediakan 13 lapangan basket standart Internasional di arena Jakarta Expo.
"Ini akan menjadi satu-satunya pertandingan basket di dunia yang unik karena menyelenggarakan delapan pertandingan sekaligus dalam satu lokasi. Sebab, dalam penyelenggaran sebelumnya digelar di tempat tetpisah,” ucap Murdaya.
''Pertandingan ini bukan hanya menjadi sebuah event olahraga tetapi sekaligus menjadi momentum dan ajang untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia, baik dari segi pariwisata maupun peluang investasin," pungkasnya.
(aww)