Berharap ajang AFF jadi magnet Persibo
Rabu, 28 November 2012 - 15:18 WIB
Berharap ajang AFF jadi magnet Persibo
A
A
A
Sindonews.com —Diputuskan berlaga di play Off AFC Cup 2013, memberikan makna ganda bagi Persibo Bojonegoro. Tak hanya berkesempatan mencetak sejarah dengan pertama kali tampil di level Asia, peluang tampil di AFC Cup juga diharapkan bakal menjadi magnet klub.
Artinya, peluang tersebut diharapkan bakal menarik minat pemain-pemain berkualitas untuk bergabung ke Bojonegoro. Sebab selepas Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 silam, hampir semua pemain di skuad utama Laskar Angling Dharma memilih pindah ke klub lain.
Dengan demikian dipastikan Persibo membutuhkan pasukan yang siap tarung di tiga kompetisi sekaligus musim depan, yakni IPL, Afc Cup dan Piala Indonesia 2013. Ironisnya, sekarang ini tim kebanggaan Boromania sama sekali belum mempunyai sumber daya memadai untuk musim depan.
“Kami berharap penampilan di AFC Cup menjadi daya tawar yang bagus untuk pemain berkualitas. Kami membutuhkan pemain berkualitas dan berpengalaman untuk mengarungi kompetisi yang pasti lebih berat musim depan. Sejauh ini kami baru memiliki beberapa pemain sisa musim lalu,” tukas Media Officer Persibo Imam Nur Cahyo.
Hanya mempunyai pemain lokal yang masih loyal di Bojonegoro, rencananya awal Desember Persibo mulai menggelar seleksi. Namun hingga kini belum jelas siapa yang bertanggungjawab memantau seleksi tersebut karena pelatih juga belum diputuskan. Pastinya seleksi tahap awal hanya sebatas pemain lokal.
Sekaligus, kesempatan bermain di AFC Cup juga diharapkan bisa menggoda striker Samsul Arif yang belum juga menentukan karirnya musim depan. Manajemen Laskar Angling Dharma belakangan ingin memperpenjang kontraknya, tapi belum ada jawaban konkret dari striker asli Bojonegoro itu.
Wajar jika Persibo terus berupaya mempertahankan Samsul Arif yang juga diminati Persela Lamongan. Dia merupakan pemain berpengalaman, baik di klub maupun tim nasional (timnas), yang diharapkan bisa membimbing pemain-pemain muda Persibo. Selain Samsul, pemain senior yang sudah menyatakan bertahan adalah Aries Tuansyah.
“Kami jelas sangat menginginkan Samsul Arif bertahan hingga musim depan. Paling tidak dia akan mendapatkan pengalaman bertanding di AFC Cup jika mau bergabung dengan Persibo lagi. Tapi sampai saat ini belum ada kepastian karena dia menunggu hingga tugas di timnas selesai,” tutur Imam Nur Cahyo.
Sementara, dari sisi infrastruktur, Persibo yang membutuhkan venue layak sebagai bekal ke AFC Cup sudah menyiapkan stadion alternatif. Jika Stadion Letjen H Soedirman tak lolos verifikasi AFC, maka tim Oranye bakal meminjam salah satu dari beberapa stadion yang lebih besar dan layak.
Stadion yang menjadi alternatif adalah Stadion Brawijaya (Kediri), Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Sultan Agung (Bantul), dan Stadion Manahan (Solo). Pengalaman sebelumnya, Stadion Brawijaya dan Sultan Agung sudah pernah dijadikan kandang sementara Persibo Bojonegoro.
Stadion Brawijaya pernah dipakai sebagai venue Liga Champion Asia oleh pemiliknya, Persik Kediri. Persibo juga pernah berkandang di stadion ini di beberapa pertandingan awal ketika baru promosi ke Indonesia Super League (ISL) dua musim lalu. Sedangkan Stadion Sultan Agung sempat dipakai kandang Persibo setelah tidak mendapatkan izin laga di Bojonegoro menyusul kerusuhan pascalaga kontra Persebaya Surabaya, musim lalu.
Artinya, peluang tersebut diharapkan bakal menarik minat pemain-pemain berkualitas untuk bergabung ke Bojonegoro. Sebab selepas Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 silam, hampir semua pemain di skuad utama Laskar Angling Dharma memilih pindah ke klub lain.
Dengan demikian dipastikan Persibo membutuhkan pasukan yang siap tarung di tiga kompetisi sekaligus musim depan, yakni IPL, Afc Cup dan Piala Indonesia 2013. Ironisnya, sekarang ini tim kebanggaan Boromania sama sekali belum mempunyai sumber daya memadai untuk musim depan.
“Kami berharap penampilan di AFC Cup menjadi daya tawar yang bagus untuk pemain berkualitas. Kami membutuhkan pemain berkualitas dan berpengalaman untuk mengarungi kompetisi yang pasti lebih berat musim depan. Sejauh ini kami baru memiliki beberapa pemain sisa musim lalu,” tukas Media Officer Persibo Imam Nur Cahyo.
Hanya mempunyai pemain lokal yang masih loyal di Bojonegoro, rencananya awal Desember Persibo mulai menggelar seleksi. Namun hingga kini belum jelas siapa yang bertanggungjawab memantau seleksi tersebut karena pelatih juga belum diputuskan. Pastinya seleksi tahap awal hanya sebatas pemain lokal.
Sekaligus, kesempatan bermain di AFC Cup juga diharapkan bisa menggoda striker Samsul Arif yang belum juga menentukan karirnya musim depan. Manajemen Laskar Angling Dharma belakangan ingin memperpenjang kontraknya, tapi belum ada jawaban konkret dari striker asli Bojonegoro itu.
Wajar jika Persibo terus berupaya mempertahankan Samsul Arif yang juga diminati Persela Lamongan. Dia merupakan pemain berpengalaman, baik di klub maupun tim nasional (timnas), yang diharapkan bisa membimbing pemain-pemain muda Persibo. Selain Samsul, pemain senior yang sudah menyatakan bertahan adalah Aries Tuansyah.
“Kami jelas sangat menginginkan Samsul Arif bertahan hingga musim depan. Paling tidak dia akan mendapatkan pengalaman bertanding di AFC Cup jika mau bergabung dengan Persibo lagi. Tapi sampai saat ini belum ada kepastian karena dia menunggu hingga tugas di timnas selesai,” tutur Imam Nur Cahyo.
Sementara, dari sisi infrastruktur, Persibo yang membutuhkan venue layak sebagai bekal ke AFC Cup sudah menyiapkan stadion alternatif. Jika Stadion Letjen H Soedirman tak lolos verifikasi AFC, maka tim Oranye bakal meminjam salah satu dari beberapa stadion yang lebih besar dan layak.
Stadion yang menjadi alternatif adalah Stadion Brawijaya (Kediri), Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Sultan Agung (Bantul), dan Stadion Manahan (Solo). Pengalaman sebelumnya, Stadion Brawijaya dan Sultan Agung sudah pernah dijadikan kandang sementara Persibo Bojonegoro.
Stadion Brawijaya pernah dipakai sebagai venue Liga Champion Asia oleh pemiliknya, Persik Kediri. Persibo juga pernah berkandang di stadion ini di beberapa pertandingan awal ketika baru promosi ke Indonesia Super League (ISL) dua musim lalu. Sedangkan Stadion Sultan Agung sempat dipakai kandang Persibo setelah tidak mendapatkan izin laga di Bojonegoro menyusul kerusuhan pascalaga kontra Persebaya Surabaya, musim lalu.
(wbs)